SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Hanya sebuah bonus


__ADS_3

"Maksud elu apa, Zi?" Aksa menatap serius wajah sang istri.


"Kang! Elu masih ingat, kan? Sedari awal kita tuh cuma bersahabat dan nggak lebih, jadi mustahil lah kalau ada cinta diantara kita, lagipula gue nggak percaya dengan yang namanya cinta, hubungan di antara kita anggap saja itu sebuah bonus kita sebagai suami istri, dan gue sebagai istri ya harus memenuhi kewajiban gue sebagai seorang istri, gue takut dosa kalau nolak." Mendengar ucapan dari sang istri, Aksa pun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Jadi, selama ini elu ngerasa jika hubungan di antara kita itu hanya sebuah bonus? Tak ada cinta? Tak ada rasa? Terus apa dong maksud elu dengan merem melek dan selalu minta lebih, elu juga bilang itu hanya bonus? Ayolah Zi, apa salahnya sih kita jujur. Elu masih belum mengakui perasaan elu sendiri? Ya kali dulu kita emang sohib, tapi sekarang kan udah beda, Zi! Jadi, ya apa salahnya kita buka hati masing-masing." Aksa menatap wajah sang istri yang saat itu sedang menundukkan wajahnya.


"Entahlah, Kang! Plis jangan paksa gue untuk mencintai elu, gue juga masih bingung dengan perasaan gue, elu tahu sendiri dari dulu gue tuh ilfeel banget dengan cowok playboy, dan gue mau temenan sama elu karena elu tuh orangnya asik, nggak perduli dengan sifat playboy elu yang sebenarnya sangat gue benci, mungkin itu yang bikin gue susah untuk membuka hati, karena menurut gue, elu itu udah mainin perasaan banyak cewek, elu udah modusin mereka dengan janji-janji yang nggak pasti, dan apa? Ujung-ujungnya elu tinggal mereka, dan itu bisa saja terjadi sama gue jika gue percaya begitu saja dengan ucapan elu. Jadi, sudah cukup jelas, kan? Kita sahabatan aja, meskipun gue udah menjadi istri elu."

__ADS_1


Panjang kali lebar Zizi menjelaskan tentang perasaannya, dan Aksa pun tidak bisa memaksa sohibnya untuk mengakui perasaannya, karena Aksa sadar jika dirinya memang seorang playboy sejati.


Hingga akhirnya, terdengar suara ketukan pintu, Aksa segera membuka pintu dan melihat seorang pelayan membawakan sarapan untuk mereka berdua.


"Ini Tuan sarapannya!" ucap sang pelayan sembari memberikan nampan berisi dua piring sarapan untuk keduanya.


"Makanlah! Gue minta maaf, jika tadi gue udah bikin elu emm ... ya kayak gini, hehehe sorry, Zi! Gue udah khilaf lagi," ucap Aksa.

__ADS_1


"Iya nggak apa-apa, gue nggak marah kok, gue sadar jika itu emang kewajiban gue, gue juga minta maaf tadi udah bikin bulu elu jebol," sahut Zizi sambil tertawa yang masih teringat saat dirinya mencabut bulu perindu milik suaminya.


"Iya ... gue maafin, tapi sakit banget sumpah, njiiir! Rasanya nyawa gue mau lepas. Tapi sekarang udah nggak sakit lagi, setelah ... setelah hehehe, dah lah makan aja! Keburu dingin nggak enak. Mumpung masih anget, anget tuh dimana-mana rasanya enak, hmm kayak bakpao elu!" celetuk Aksa sambil memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


"Diihhh apaan sih elu, gaje!" sahut Zizi yang juga ikut memasukkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya. Seolah tidak terjadi apa-apa, mereka berdua pun menyantap sarapan pagi bersama.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2