
Zizi keluar dari kamar mandi sambil tersenyum karena telah berhasil mengerjai suaminya, kemudian ia lalu menuju ke tempat teman-temannya berada, tiba-tiba saja ia bertemu dengan Sari saat sedang berjalan, tentu saja Zizi sangat terkejut, mendadak Sari berdiri di depannya.
"Eh ada Mbak Sari, mau ke kamar mandi, ya?" sapa Zizi basa-basi. Sari pun tersenyum sinis sembari berkata. "Iya," jawabnya singkat.
Setelah mengatakan itu, Sari segera kembali berjalan menuju ke arah kamar mandi, dan benar saja tiba-tiba Sari dikejutkan dengan Aksa yang keluar dari kamar mandi yang sama dengan Zizi. Tentu saja Sari sangat terkejut, bukankah Zizi baru saja dari dalam kamar mandi itu juga, dan itu artinya Zizi dan Aksa berada dalam satu kamar? Sari mulai bertanya-tanya dan curiga jika mereka berdua berbuat mesum di sana, seorang laki-laki dan perempuan ada dalam satu bilik kamar mandi, sungguh tidak etis bagi warga sekitar.
"Mas Aksa? Kok ada di dalam! Dan Mbak Zizi juga dari dalam? A-apa maksudnya ini?" tanya Sari bingung, karena mereka berdua sudah kepergok keluar dari kamar mandi yang sama.
Aksa pun berusaha menjelaskan kepada Sari jika keduanya adalah sepasang kekasih dan tentunya saling mencintai, jadi wajar jika keduanya sering terlihat jalan berdua, meskipun dari dalam satu kamar mandi sekalipun.
"Emm Mbak Sari kedelai tidak usah khawatir, itu sudah biasa kami lakukan, kami sering pergi berdua, dan wajar saja karena kami berdua sangat dekat, lagipula kami cuma cuci tangan jadi tidak perlu ada yang dicurigai, oke Mbak Sari, saya pergi ke sana dulu!" pamit Aksa sembari mengikuti Zizi yang sedang pergi ke teman-temannya.
Sementara itu Sari tidak percaya jika keduanya hanya cuci tangan, pasti keduanya sudah berbuat yang aneh-aneh, tidak mungkin dua orang berbeda jenis kelamin itu hanya cuci tangan saja di dalam kamar mandi, pasti mereka berdua sudah melakukan sesuatu yang dilarang.
"Aku tidak percaya, sebaiknya aku laporkan saja kepada Bapak, biar mereka kena sanksi, itu juga sebagai balasan kepada Mas Aksa karena sudah menolak diriku, tunggu saja apa yang akan aku lakukan, aku tidak terima," ucap Sari serius.
__ADS_1
Sementara itu Zizi dan Aksa tiba di tempat berkumpulnya teman-temannya, Robi melihat kedatangan Zizi dan Aksa yang bersamaan. Robi melihat wajah Aksa yang masih basah karena si doi baru saja membasuh wajahnya, terlihat sangat segar.
Robi mendekati sohibnya dan berbisik, "Darimana lu, Bro?" tanya Robi.
Aksa tersenyum dan menghabiskan susu dalam gelas miliknya.
"Dari kamar mandi," jawabnya santai.
"Bareng Zizi?" tanya Robi penasaran.
"Waahh pasti kalian berdua pada mesum, eh ingat, Bro! Kita ini di tempat orang lain, kalau warga sekitar tahu bisa berabe lu, bakal dikarak lu!!" ucap Robi mengingatkan.
"Iya sih tadi si Sari kedelai tadi nggak sengaja lihat gue keluar dari kamar mandi dan dia mengira gue dan Zizi dari dalam kamar mandi yang sama, ya baguslah dia tahu, dengan begitu Sari kedelai tidak akan mengganggu gue lagi, lagipula kita berdua cuma pipis doang kok," ungkap Aksa yang masih santai dan tidak pernah khawatir jika warga sekitar melihat kemesraan mereka berdua, toh nyatanya Aksa sudah tidak perduli dengan rahasia pernikahan mereka.
"Ya iya juga sih, semoga saja tidak terjadi hal yang aneh-aneh, kalau elu butuh bantuan gue, gue siap jadi saksi," sahut Robi sambil menepuk pundak Aksa.
__ADS_1
"Thanks, Bro! Gue sangat beruntung punya sohib seperti kalian, entar kalo elu butuh bantuan gue, gue pasti siap, apa elu butuh bantuan gue untuk mendekati Juminten? Bisa gue pasti bisa," sahut Aksa yang menggoda Robi.
"Busyeettt! Kok Juminten sih? Yang bener aja lu!!" protes Robi.
"Udah deh! Daripada elu dan Juminten bertengkar mulu, mending baikan, sepet mata gue lihat elu bertengkar mulu," ungkap Aksa yang memaksa Robi berkata sesuatu.
"Aduh Bro! Juminten tepos nggak berdaging, mana enak untuk dipandang, nggak menggairahkan," celetuk Robi sambil garuk-garuk kepala. Aksa pun menekankan kepada sohibnya itu sebenarnya apa yang dilihat belum tentu sesuai dengan apa yang sebenarnya.
"Eh ... gue bilangin sama elu, ya! Emang sih Juminten itu terlihat biasa nggak terlalu seksi, secara cara berpakaian dia itu mirip bini gue, nggak terlalu mengekspos bagian tubuh mereka, tapi aslinya Bro!! Seperti berlian yang tersembunyi di balik lumpur, waaahhhh pokonya elu nggak bakalan nyesel, gue kira Zizi juga seperti itu, tahu sendiri kan gimana penampilan Zizi, kayak cowok dia, beda tuh sama cewek-cewek yang selalu berdandan seksi, kita udah bisa lihat casingnya, udah tahu bagaimana bentuknya, tapi bagi mereka yang berpakaian longgar, aduhhh bikin tergila-gila, gue aja sampai klepek-klepek, selalu terpesona, percaya deh!!" ungkap Aksa yang sejenak membuat Robi berpikir apakah benar seperti itu.
"Itu artinya, Juminten nggak seperti yang gue duga dong? Berarti dia sebenarnya nggak tepos? Cuma ketutup aja gitu?" tanya Robi.
"Naahh ... itu dia!!" balas Aksa sembari tersenyum.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1