SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Sapi kawin


__ADS_3

Seketika Robi berhenti mengejar dan malah menertawakan Juminten yang saat itu tidak bisa menggerakkan kakinya karena menginjak kotoran sapi, Juminten menangis histeris dan meminta tolong untuk dibawa pergi dari tempatnya sekarang.


"Tolong! Tolongin gue hiks hiks hiks, kaki gue huaaaaaa!!" teriak Juminten sambil melihat ke arah kakinya yang sudah dipenuhi oleh kotoran sapi.


"Hahahaha sukurin lu, itu makanya jangan macam-macam sama gue, kualat kan lu!" seru Robi sambil tertawa, tentu saja semua teman-temannya juga ikut tertawa melihat Juminten yang terjebak dalam kotoran sapi.


"Waduh si Juminten, guys! Itu kakinya menginjak kotoran sapi tuh, jiahaaa sedap pastinya," sahut Fikri yang juga ikut tertawa.


Zizi tampak kasihan melihat Juminten yang terjebak dalam kotoran sapi itu, sementara yang lainnya sedang sibuk menertawakan kondisi Juminten tak terkecuali Aksa.


"Haduuuh perutku kram nih, gila ya Juminten, pasti baunya harum beud," seru Aksa sambil memegangi perutnya, Zizi pun menyenggol lengan suaminya agar tidak menertawakan Juminten lagi.


"Udah, Kang! Jangan diketawain lagi kasihan!" ucap Zizi kepada suaminya. Aksa pun menuruti permintaan sang istri, ia pun berhenti menertawakan Juminten.


"Iya iya maaf, Zi! Tadi aku reflek aja, hehehe." Aksa tampak garuk-garuk kepalanya saat Zizi melarangnya untuk menertawakan Juminten. Dan benar saja, Juminten terlihat memegangi kepalanya seolah-olah gadis itu akan pingsan.


"Eh eh Juminten kenapa tuh!" Zizi terlihat menunjuk ke arah Juminten yang terlihat seperti mau pingsan. Aksa pun spontan berteriak kepada Robi untuk segera menolong Juminten.

__ADS_1


"Waahh iya tuh bener, Juminten mau pingsan. Woiii Bro! Tolongin Juminten tuh, dia mau pingsan noh!" teriak Aksa kepada sohibnya itu. Robi pun mendengar suara Aksa yang sedang berteriak kepadanya, spontan dengan cepat Robi berlari menghampiri Juminten dan segera mengangkat tubuh Juminten dari sana.


Benar saja, Juminten pun pingsan, beruntung Robi segera menolongnya dan segera membawa Juminten ke tempat semula, dimana teman-temannya sedang berkumpul.


Sesampainya di tempat tujuan, Robi segera meletakkan tubuh Juminten pada bangku kayu panjang dan ia pun segera mengambil air untuk membasuh kaki Juminten yang dipenuhi oleh kotoran sapi itu, tanpa rasa jijik Robi menyiram kaki gadis itu sehingga tidak ada lagi kotoran sapi yang menempel di sana.


"Widiihh udah pantas nih jadi suami siaga," celetuk Aksa yang melihat sohibnya itu dengan telaten membersihkan kotoran sapi pada kaki Juminten. Robi pun cuma berkata, "Gue tuh cuma nolongin dia doang nggak lebih, kalian aja yang resek," sahut Robi cuek.


"Cieee yakin, lu? Lagian kalian berdua cocok kok, ya nggak Guys!" sahut Rendy yang mendukung hubungan mereka. Sementara itu para gadis tampak memberikan minyak kayu putih kepada Juminten, dan mereka letakkan pada sebuah kapas yang dan setelah itu mereka letakkan pada hidung Juminten.


"Kalian semua kalau bercanda jangan kelewatan dong! Kasihan kan Jumi, elu juga Rob, udah deh stop bertengkar dengan Jumi, kita semua di sini tuh sedang ada tugas, Guys! Kalian ingin nilai kuliah kalian bagus, kan? Ya udah kita fokus dengan tujuan kita datang ke sini, mengerti!" mendengar ucapan dari Zizi, Aksa dan kawan-kawan pun terdiam sambil menundukkan kepala mereka, layaknya para murid yang sedang dimarahi oleh gurunya.


Hening untuk sementara, Aksa, Robi dan Fikri tampak saling sikut-sikutan.


"Elu sih, bini gue marah tuh!" senggol Aksa pada Robi.


"Lah kok gue! Gue kan nggak ngapa-ngapain si Juminten," balas Robi.

__ADS_1


Sementara itu, Fikri tidak sengaja melihat dua sapi yang sedang kawin di sebelahnya, spontan Fikri berkata kepada dua sohibnya.


"Eh Bro! Ada adegan asusila tuh!"


Aksa dan Robi pun terkejut dan penasaran.


"Eh mana-mana?" tanya Aksa.


"Siapa yang melakukan hal itu, waaahhhh kacau kita wajib lihat nih!" sahut Robi yang tak kalah penasaran. Fikri pun segera menunjuk ke arah sampingnya, dua ekor sapi sedang asyik bermain sapi-sapian alias kuda-kudaan.


Seketika Aksa dan Robi langsung melihat ke arah sapi yang sedang kawin itu.


"Eh busyet! Kagak tahu malu tuh sapi, banyak mata jejaka dan perawan di sini," ucap Aksa yang sontak membuat semua teman-temannya menoleh ke arah sapi yang sedang kawin itu.


"Anjayyy! Film bokep siaran langsung nih!" sahut Robi yang melihat keseruan kedua sapi itu.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2