
Setelah itu, Aksa pun mulai memasukkan colokan USB flash disk itu pada laptop yang udah ada di hadapan mereka, kemudian Aksa mulai membuka apa yang isi flashdisk yang sudah dihadiahkan kepada mereka berdua oleh Robi dan Fikri. Layaknya anak TK, keduanya tampak anteng di depan laptop sambil menunggu file apa yang Robi dan Fikri isikan pada data flash disk itu.
Aksa dan Zizi tampak antusias saat file itu mulai terbuka, hingga akhirnya sebuah video yang mulai mereka lihat, awalnya video itu cuma seperti video film biasa.
"Film apaan nih? Kayak nggak terkenal gitu, ah Robi sama Fikri nggak modal banget ngasih video gini, apaan cuma gitu-gitu doang," gerutu Aksa.
"Udah nggak usah protes, kita lihat aja ... kayaknya romantis Kang, tuh mereka sepertinya pasangan pengantin baru, eh ... kok mereka ciuman!" seru Zizi saat adegan dalam film itu mulai panas, Aksa pun tampak mulai serius.
__ADS_1
"Eh iya loh, ciuman tuh!!! Eh busyeettt! Kok pakai buka baju segala ... ah gila ini pasti film horor, dasar kamvret mereka berdua," umpat Aksa yang tampak tidak berkedip saat melihat video yang katanya horor itu.
Zizi pun hanya bisa menepuk jidatnya mendengar ucapan dari sang suami. "Horor apanya sih, Kang? Tuh film bikin cenut-cenut, tahu!" sahut Zizi sambil bersembunyi di balik punggung sang suami dengan mengintip sedikit demi sedikit adegan yang ada dalam video itu.
"Ya horor, Zi! Tuh tuh astaga Zi, tutup matamu biar aku aja yang lihat, kamu nggak usah lihat punya tuh cowok, haram!" seru Aksa saat melihat adegan seorang pria yang sedang menunjukkan area sensitifnya. Zizi pun semakin penasaran, Ia pun tak sengaja melihat adegan cewek yang sedang meraba-raba area sensitifnya, tak mau kalah dengan sang suami, Zizi pun melarang Aksa untuk tidak melihatnya.
"Ah kamu juga, Kang! Jangan dilihat tuh, haram! Udah-udah tutup aja laptopnya, lihat film itu lebih menyeramkan dari film horor, idiiih mana segede knalpot gitu, punya kamu aja aku udah engap, hiiii ngeri!!!" celetuk Zizi sambil menutup laptop yang ada dihadapan mereka. Aksa pun mengikuti perintah sang istri, akhirnya mereka tahu jika isi flashdisk itu adalah sebuah film horor di atas horor.
__ADS_1
"Emang nggak boleh? Kata siapa?" tanya Aksa penasaran.
"Ya ampun Akang, nggak boleh ngelakuin itu lewat oral, biar gini-gini aku tuh tahu, sering lah denger ceramah Ustadzah di kampus, intinya lewat mulut tuh nggak dibolehin, dari segi kesehatan aja juga nggak boleh, takutnya bakteri di dalam mulut tuh masuk ke dalam si anu, kan jadi mudharat!!" jelas Zizi yang membuat Aksa semakin bangga memiliki istri solehah seperti dia.
"Subhanallah! Aku bangga punya istri yang pinter seperti kamu, jadi makin cinta aku, terus bolehnya gimana?" pertanyaan Aksa memaksa Zizi untuk menjelaskannya lagi.
"Ya seperti yang biasa kita lakukan, pada tempatnya, Kang! Dan satu lagi ya, kita nggak boleh lewat jalur belakang, idiiih menjijikkan huekkk lah, kalau kamu minta dari belakang, mohon maaf, Kang! Aku nggak bisa dan aku akan menolaknya mentah-mentah." Mendengar pengakuan dari Zizi, Aksa pun mulai beraksi.
__ADS_1
"Oh begitu, ya! Kalau begitu aku mau yang dari depan dong, sekarang bisa? Udah hidup dari tadi, Zi!!" rengekan Aksa membuat Zizi menghela nafas panjang. Aksa pun tertawa sumringah dan akhirnya Zizi pun menuruti permintaan sang suami.
...BERSAMBUNG...