SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Minta maaf


__ADS_3

Alaska mengejar Bening hingga di lobi hotel, Bening terlihat kesal karena Alaska baru saja menciumnya tanpa izin. Bening terus saja berjalan menuju ke luar hotel, tapi dengan cepat Alaska menghadang langkah Bening.


"Ning, tunggu gue! Gue mohon elu jangan pergi, gue minta maaf, gue nggak sengaja dan itu reflek!!" seru Alaska memohon agar Bening memaafkannya.


"Apaan sih, reflek kata elu! Elu sengaja kan seperti itu, gue kecewa ya sama elu, pulang-pulang makin meresahkan aja lu, dah lah gue mau pulang!!" seru Bening yang tetap tidak menghiraukan sohibnya itu. Namun, Alaska tetap tidak akan membiarkan Bening pergi, pemuda itu meraih tangan sohibnya agar tidak pergi meninggalkannya.


"Ning, plis jangan pergi dong! Gue beneran minta maaf, gue tuh susah nyari-nyari keberadaan elu, dan sekarang gue seneng banget bisa ketemu elu, makanya gue reflek nyium elu, lagian itu kan cuma di pipi doang, gitu aja marah sih! Gimana kalau gue cium di bibir, bisa-bisa mulut gue digampar habis-habisan," sahut Alaska yang sejenak membuat Bening tertawa kecil.


"Elu sih! Besok-besok jangan diulangi lagi, awas aja lu! Persahabatan kita bakalan putus kalau elu berani nyium gue lagi, ingat itu!" sahut Bening yang masih terlihat kesal.


"Ya udah, gue anterin pulang, yuk!" tawar Alaska.


"Nggak usah, gue bisa pulang sendiri," jawab Bening.


"Eh nggak-nggak, gue musti anterin elu pulang, ini sudah malam, gue khawatir terjadi apa-apa di jalan!" sahut Alaska yang tetap memaksa untuk mengantarkan sohibnya pulang.


Sejenak Bening berpikir, daripada dirinya masih berada di hotel itu, dan pastinya Papa Carlos dan Mama Ara akan mencari keberadaannya dan akhirnya ia bertemu lagi dengan pria yang akan dijodohkan dengannya itu, Bening pun memutuskan untuk menyetujui permintaan Alaska untuk pulang.


"Ya udah deh! Kita pulang," balas Bening sembari berjalan keluar dari hotel, Alaska pun dengan senang hati mengantar sohibnya pulang, dengan begitu ia tidak akan bertemu lagi dengan gadis pilihan kedua orang tuanya.


Sementara di sisi lain, tampak Daddy Dion dan Papa Carlos melihat anak-anak mereka yang sengaja kabur dari lantai atas, mereka tampak tersenyum melihat Alaska dan Bening yang belum menyadari jika mereka sedang dijodohkan.

__ADS_1


"Ternyata, mereka malah bertemu, mereka menolak dijodohkan tapi mereka malah ketemuan sendiri, hmm dasar anak-anak!" ucap Daddy Dion yang diiringi tawa calon besan dan tentu saja Daddy Leo.


"Saya sudah tidak sabar lagi ingin melihat ekspresi wajah mereka saat dipertemukan nanti," seru Papa Carlos.


"Pastinya mereka akan sangat terkejut," sambung Daddy Leo.


"Kalau begitu, sebaiknya kita tidak perlu menunda-nunda lagi untuk menikahkan mereka, kalau bisa dalam seminggu ini kita sahkan hubungan mereka," sahut Daddy Dion.


Akhirnya pihak kedua keluarga setuju untuk menikahkan Bening dan Alaska Minggu depan.


Sementara itu, kini Bening sudah berada di dalam mobil Alaska, keduanya pun mulai meluncur ke jalan raya.


"Eh Ning!! Ngomong-ngomong pacar elu nggak marah kalau kita jalan? Entar gue dikira pebinor lagi, eh eh emang elu udah punya pacar, atau udah punya suami? Waduh itu tambah gawat!!" ucapan Alaska justru membuat Bening tertawa. Tentu saja Alaska jadi bingung, apa yang terjadi pada Bening.


"Eh ... apaan sih lu! Pegang-pegang jidat gue, bukan muhrim, dosa! Makanya gue nggak suka elu cium gue, dosa tahu!!" protes Bening sambil menyunggingkan tangan Alaska.


"Ya ampun galak banget sih lu, dari jaman baheula sampai sekarang, galak elu nggak ilang-ilang, ya! Pantes aja nggak ada yang mau naksir sama cewek galak kayak elu, asli elu pasti masih jomblo iya, kan? Nggak laku kan lu, jiahaaa!!" ledekan Alaska memaksa Bening untuk membalasnya.


"Enak aja bilang gue nggak laku, sok kecakepan lu, dengar ya! Udah banyak cowok yang naksir sama gue, tapi gue tolak karena apa, bagi gue cowok itu sama aja kayak elu, suka nyakitin cewek, emang gue nggak tahu apa elu tuh cuma bohongi cewek-cewek nggak berdosa itu, setelah elu puas elu tinggal mereka, gitu amat sih jadi cowok!!" sahut Bening yang tentunya mengetahui seluk-beluk kehidupan Alaska dulu.


"Ya elah! Elu tahu sendiri gue tuh nggak pernah serius sama tuh cewek-cewek, gue cuma senang-senang saja sama mereka, kalau mereka menganggap serius ya itu salah mereka, gue sih biasa aja!!" balas Alaska dengan santai.

__ADS_1


Mendengar pengakuan dari Alaska, untuk sesaat Bening tersenyum, entah kenapa ia merasa senang jika sohibnya berkata demikian.


"Tapi, pastinya elu udah punya cewek dong di London, lagipula cewek-cewek di sana pasti lebih cantik dan seksi daripada cewek lokal, pasti elu udah puas ya kan bermain sama mereka? Secara elu tuh kan suka cewek-cewek luar," sahut Bening yang membuat Alaska menggelengkan kepalanya.


"Elu percaya atau tidak, di sana emang ceweknya cantik-cantik, bohay-bohay, seksi-seksi, gede-gede, tapi nggak tahu kenapa gue malah enek lihat yang gede-gede, berasa emoh aja, gue malah kangen sama punya elu yang kecil tapi mengkal!!" seloroh Alaska yang seketika membuat Bening teringat saat di SMA, tanpa sengaja Alaska membuka kamar mandi, dan di dalamnya Bening sedang mengganti pakaian olahraganya, sehingga tampaklah bagian atas tubuh Bening yang secara tidak langsung dilihat oleh sohibnya itu.


"Ck!! Elu masih ingat aja! Lupakan woi! Elu tuh emang ngawur, main masuk aja!!" sahut Bening.


"Ya sorry! Gue juga nggak tahu kalau itu ada elu, eh ... Ning!! Jujur ya gue lebih suka lihat punya elu daripada di video-video itu," seloroh Alaska yang memaksa Bening untuk mencubit lengan sohibnya itu.


"Ihh elu tuh ya!! Selalu bikin gue kesal aja!!" ucap Bening sambil mencubit lengan Alaska, tentu saja Alaska menghentikan mobilnya dan segera menghindari cubitan dari Bening yang terkenal sangat mematikan. Dari dulu cubitan Bening sangat ditakuti oleh Alaska, pasalnya cubitan Bening selalu meninggalkannya bekas kuku pada kulit.


"Eh eh jangan dong, Bening!! Iya iya maap, eits eits nggak kena, nggak kena!!" Alaska tampak menahan tangan Bening sehingga membuat gadis itu tidak bisa bergerak, karena tidak bisa bergerak, Bening pun mencoba berontak untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alaska.


Tapi, apa yang terjadi justru diluar dugaan, keduanya justru lebih dekat dan entah kenapa tatapan keduanya menjadi lebih dalam. Ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan, seperti sebuah rasa yang terpendam.


"Ya Tuhan! Kok aku merasa gemetar kayak gini sih!"


"Kenapa aku merasa sangat deg-degan saat di hadapannya, ada apa ini?"


Keduanya tampak berbicara dalam hati. Tanpa mereka sadari, jika keduanya semakin dekat, dekat dan dekat, hingga tanpa sadar bibir mereka saling bersentuhan.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...



__ADS_2