SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Hukuman


__ADS_3

"Kali ini gue berperan bukan sebagai sohib, tapi sebagai suami. Ada kalanya gue harus ada dalam mode serius, sepertinya elu musti gue kasih pelajaran supaya tidak lagi melakukan kesalahan yang sama." Seru Aksa sembari menatap mata sang istri. Zizi melihat sohibnya itu dengan tatapan yang berbeda, kali ini Aksa yang terbiasa cengengesan dan jail itu berubah menjadi sosok yang menakutkan. Zizi pun dibuat tegang saat tubuhnya begitu dekat dengan sang sohib.


"Akang! Elu nggak bercanda, kan? Sorry, tadi gue cuma bercanda doang, habis elu juga sih bikin gue kesel aja, ya gue bales aja hehehe sakit, ya?" Zizi terlihat mulai panik saat Aksa semakin mencengkram erat tubuhnya.


"Elu tanya sakit apa enggak? Elu mau tanya gimana rasanya, nih gue kasih tahu sekarang juga, ya!" Aksa pun mulai melakukan sesuatu untuk membuktikan kepada Zizi bagaimana rasanya dicabut bulu perindu miliknya, tentu saja Zizi meronta saat tangan sohibnya itu bertamasya ke daerah pribadi miliknya.


"Akang, Plis jangan lakukan itu, Elu mau nyakitin gue lu," teriak Zizi sambil berusaha untuk menghindari Aksa yang ingin menjamah area sensitifnya. Namun, bagaimana pun caranya untuk lepas dari cengkeraman sang suami, nyatanya justru membuat Zizi tidak bisa menghindarinya, Aksa terus memaksa Zizi tanpa perduli ocehan istrinya.

__ADS_1


Dalam beberapa menit saja, kini Aksa sudah berhasil membuat Zizi menyerah, tangan pria itu sudah berada pada tempat paling sensitif itu, untuk sejenak Zizi menutup matanya rapat-rapat, karena rasanya pasti sakit saat bulu perindu miliknya juga dicabut.


"Plis, Kang! Jangan dicabut dong, elu tega lihat gue nangis kesakitan, jahat lu, Kang!" rintih Zizi tatkala dirinya pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sohib yang juga merangkap sebagai suami itu. Aksa menyeringai, kali ini Zizi sudah berada di bawah kungkungan nya.


"Salah elu sendiri, elu sudah bikin gue harus melakukannya, dan sekarang rasakan pembalasan dari sohib elu, Zi! Elu harus bisa menahannya, pasti rasanya tidak akan pernah elu lupain," Aksa berbisik pada telinga sang istri sembari memulai balas dendam nya dimana dia dibuat menderita dan kesakitan saat Zizi mencabut dua helai bulu perindu miliknya.


"Akang, elu!!" Zizi merasakan jika Dede gemoy milik sang suami sudah masuk ke dalam sana. Aksa tersenyum menyeringai dan berkata, "Elu pikir gue bakalan ngasih hukuman jahat sama elu, elu salah. Sepertinya hukuman ini yang cocok buat elu, gimana? Elu suka, kan?" balasnya sambil bergerak lembut.

__ADS_1


Zizi pun mulai ikut merasakan sensasi rasa yang diberikan oleh sohib sekaligus suaminya itu. Meskipun sebenarnya Ia merasa dipaksa.


"Elu jahat, Kang! Elu udah paksa gue!" Bisik Zizi disela-sela gerakan manja itu.


"Udah nggak usah bawel! Nikmati saja, enak gini rasanya elu bilang gue jahat, hmm anget, Zi!"


Apalah daya, jika dua insan yang berbeda jenis berada di dalam sebuah kamar hanya berdua, tidak perduli itu adalah sahabat, karena sejatinya keduanya berbeda bentuk, pasti ditengah-tengah ada setan yang menggoda, tapi itu tidak berlaku bagi Aksa dan Zizi, mereka berdua justru menambah pahala karena hubungan mereka sudah sah secara hukum dan agama.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2