
Aksa malam itu tidak bisa mengendalikan dirinya, sebagai laki-laki normal tentu saja ia tidak bisa menolak apa yang ada dihadapannya sekarang, sementara Zizi masih terus kedinginan, sebagai seorang suami ia harus menolong istrinya agar bisa segera membebaskan sang istri dari hal-hal yang tidak diinginkan, hingga akhirnya celana Aksa teronggok di atas lantai, ia menggenggam erat tangan sohibnya yang sekarang menjadi istrinya itu dengan erat. Entah Zizi sadar atau tidak tapi gadis itu membalasnya dengan menggenggamnya balik.
Pria mana yang sanggup melakukan skin to skin saat keduanya sama-sama tidak memakai sehelai benangpun, tentu saja Dede gemoy itu ingin sekali mendesak masuk mencari yang hangat-hangat.
"Maafkan aku, Zi! Semua ini kulakukan demi menyelamatkan elu, kali ini gue nggak bisa nahan Dede gue untuk bersabar, gue rasa nggak akan dosa kalau kita melakukannya," ucap Aksa yang kemudian Ia kembali memberikan kehangatan kepada istrinya, memeluknya sembari mencumbu mesra.
Dede gemoy milik Aksa mulai mendesak-desak dibawah sana, tentu saja Aksa sedikit kesusahan untuk masuk ke dalam sana. Dimana tempat itu masih bersegel rapat.
"Busyeettt! Susah banget nih pintu. Ahh ngga apa-apa lah, itu artinya bini gue memang masih perawan, et dah dia marah nggak, ya! Pintunya gue bobol. Tapi kalau nggak gitu, kehangatan gue kurang sempurna ding," pikir Aksa yang terus berusaha mendorong Dede gemoy itu untuk masuk ke dalam sarangnya.
__ADS_1
Zizi masih belum sadar, sementara Aksa terus berjuang keras untuk membuat Zizi tersadar, hingga akhirnya kepala Dede gemoy itu perlahan mulai melesat ke dalam sana, perlahan namun pasti akhirnya dengan dua hentakan, Aksa dan Zizi berhasil melebur menjadi satu.
'Sleeeppp'
"Ahhhh ... gila! Enak njiiir!!!" Aksa merasakan sensasi yang sangat luar biasa saat si Dede gemoy sudah berhasil masuk ke dalam sana,, dan disaat yang bersamaan, Zizi sedikit membuka matanya dan sedikit keluar kata-kata dari bibir mungilnya.
Sebelum Aksa bergerak sesuai panduan buku yang baru saja mereka baca, ia meminta izin dulu kepada sohibnya untuk bergerak sebelum dirinya kena omelan dari Zizi. Karena tentunya ia sadar jika ini adalah pertama bagi mereka, nikmat untuk dirinya tapi belum tentu bagi istrinya, karena Zizi harus mengalami step by step penjebolan gawang oleh si Dede gemoy.
"Zi! Gue boleh bergerak, nggak? Tanggung nih udah ada di dalam Dede gue, kayaknya kalo digerakkan lebih enak, deh!" bisiknya yang tidak dipedulikan oleh Zizi. Karena Zizi tidak bisa berkata apa-apa, antara menggigil dan menggigit Dede gemoy milik Aksa.
__ADS_1
Perlahan, Aksa menggerakkannya secara lembut, tapi rupanya keadaan yang teramat licin membuat gerakan itu kian cepat dan tentu saja sangat nikmat. Bisa dibayangkan, didalam selimut itu dua anak manusia sedang menyatukan raga, dan tentu saja keduanya sama-sama merasakan first night untuk kali pertama.
"Zi! Enak Zi ... gue khilaf, Zi! Ini terlalu enak gue nggak bisa berhenti, goyang terus kita. Awwww elu jepit gue, Zi! Itu artinya elu juga menikmatinya, ah bodo amat dengan persahabatan, kita sekarang suami istri, tidak ada yang salah dengan hubungan ini, lanjutkan gilaa, enak banget!!" bisik Aksa sembari bergoyang bersama.
"Ahhh ... Kang! Jangan berhenti!!!"
Akhirnya, malam itu keduanya berhasil menjadi suami istri yang sempurna, entah berapa kali Aksa naik turun, hingga akhirnya Aksa tertidur pulas di samping istrinya dengan mesra, keduanya terlihat tertidur bersama setelah semalaman melakukan kerja bakti bersama.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1