
Kemudian pak lurah berjalan mendekati Aksa yang saat itu masih saja tidak mau melepaskan tangan sang istri, tentu saja pak lurah semakin dibuat kesal dengan sikap mereka berdua, seolah keduanya tidak punya malu dan rasa penyesalan. Apalagi Sari yang terlihat tak kalah kesalnya, ia pun terlihat menghentak-hentakan kakinya ke tanah, sehingga menarik perhatian Robi dan Fikri.
"Mbak Sari ngapain? Kakinya kesemutan ya?" tanya Robi yang membuat Sari berkata, "Huuuu kesel tahu nggak sih Mas, lihat mereka berdua tuh, padahal poniku juga nggak kalah bagus dari punya Mbak Zizi, kenapa Mas Aksa milih Mbak Zizi? Sebel!" balas Sari sembari mengerucutkan bibirnya.
Robi dan Fikri tertawa kecil melihat tingkah Sari.
"Aduh Mbak Sari, ngapain Mbak Sari mengharapkan si Aksa, ngga bakalan dilirik, si Aksa itu ibarat kuda yang udah dipakaikan kacamata, nggak bakalan dia lirik cewek manapun, apalagi Mbak Sari, nggak bakal dilihat, percaya de! Mereka berdua itu pasangan yang klop, Mbak Sari yang sabar ya! Kalau Mbak Sari nya mau, biar saya saja yang menggantikan Aksa, saya juga nggak kalah keren loh Mbak!!" sahut Fikri sambil merapikan rambutnya.
Sari pun melirik melirik ke arah Fikri dan sejenak Ia tersenyum, "Iya juga sih, tapi sayangnya Mas Fikri jeleknya lebih banyak daripada gantengnya," ucap Sari yang seketika membuat Robi tertawa terpingkal-pingkal.
"Sialan!! Kayak elu paling cantik aja, ngatain gue jelek, si Juleha yang sadis aja nggak gini-gini amat ngatain muka gue jelek, ini cewek sok manja berani ngata-ngatain gue jelek, pantes aja nggak laku-laku, sukurin lu jadi perawan tua!!" umpat Fikri dalam hati.
__ADS_1
"Sabar, Bro! Ini ujian wkwkwk!!" sahut Robi sambil menepuk pundak Fikri.
Sementara itu, pak lurah pun bertanya kepada pasangan itu dengan tegas.
"Mas Aksa dan Mbak Zizi, kalian tahu kenapa saya menunggu kedatangan kalian berdua di sini? Kalian tahu kesalahan apa yang sudah kalian berdua lakukan?" tanya pak lurah sambil memintir-mintir kumisnya.
Di sisi lain, teman-teman mereka tampak saling berbisik.
"Iya bener, udah salah malah nggak ngerasa salah," balas yang lainnya.
"Udah-udah, kita dengerin dulu penjelasan mereka, siapa tahu aja ada kejutan yang sudah dipersiapkan mereka, nggak usah menuduh sembarangan, pasti mereka punya alasannya kok!" sahut Juminten yang kini lebih bersikap tenang, dan itu membuat Robi menjadi mulai dengan Juminten.
__ADS_1
"Juminten sekarang beda ya?" batin Robi sambil menatap wajah Juminten yang juga sedang melihat ke arah Robi. Mereka berdua pun saling bertatapan.
Aksa pun menjawab pertanyaan pak lurah dan terus menggenggam tangan istrinya, setelah itu Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya, selembar kertas foto kopi dari sebuah dokumen penting milik Aksa. Setelah itu Ia berikan kertas itu kepada pak lurah.
"Pak lurah! Silahkan baca dan cek, bila perlu silahkan cek juga di kantor urusan agama, jika nama kami berdua sudah tercatat sebagai suami istri!!" ucap Aksa sembari memberikan foto kopi surat nikah mereka. Aksa sengaja menyiapkan hal sekecil ini mengingat dirinya adalah pengantin baru yang tentunya kemesraan sebagai pengantin baru akan membuat orang-orang sekitarnya menjadi aneh, apalagi pernikahan mereka berdua yang belum diketahui oleh banyak orang. Sedari awal Aksa sudah mempersiapkan itu jika suatu saat dibutuhkan, dan benar ternyata kemesraan mereka mengundang orang lain untuk tahu tentang hubungan mereka yang sebenarnya.
Pak lurah membuka foto kopi surat nikah Aksa dan Zizi, seketika tangannya gemetar, ternyata gadis yang diintai nya sudah berstatus sebagai seorang istri. Bukan di situ saja Aksa membuktikan jika mereka berdua sudah menikah, ia pun membuka ponselnya dan mengirimkan dokumentasi foto-foto mereka saat akad nikah. Dan Aksa mengirimkan foto-foto itu pada ponsel teman-temannya.
'Kunting'
Masing-masing ponsel para mahasiswa itu mendapatkan notifikasi dari Aksa yang mengirimkan foto-foto pernikahan mereka di dalam grup. Juleha terlihat melototkan matanya tak percaya jika Aksa dan Zizi sudah menikah. Pun sama Sari juga mendapatkan notifikasi itu dalam ponselnya, seketika Sari membelalakkan matanya saat melihat foto Aksa dan Zizi yang memakai pakaian pengantin dengan memegang buku nikah masing-masing.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...