
Disaat mereka berdua sedang asyik menikmati ciuman itu, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Bening.
"Bening!! Ini Mama Sayang! Kamu sudah tidur?" seru sang Mama dari luar kamar.
Spontan Bening melepaskan ciumannya dan menyuruh Alaska untuk segera pergi dari kamarnya. Namun, rupanya pemuda itu tidak mau melepaskan tangannya dari pinggang Bening. Sementara itu Bening tampak begitu panik.
"Ihh lepasin tangan lu! Elu mending keluar aja dari kamar gue, itu Mama datang, gue nggak mau ya elu dilihat Mama," seru Bening dengan wajah paniknya.
"Kalau gue nggak mau?" balas Alaska santai.
"Aduhhh! Elu gila, ya!" sahut Bening.
"Gue gila karena elu!" balas Alaska yang semakin membuat Bening kalang kabut.
"Iya iya gue juga gila sama kayak elu, kita sama-sama gila, dah sekarang mending elu pergi deh, pliss!!!" pinta Bening dengan wajah memelas.
"Oke oke gue pergi. Tapi ingat! Gue nggak akan biarin elu dimiliki siapapun, gue pasti ambil elu dari siapapun yang berani mendekati elu, bahkan gue bakal ngomong sama kedua orang tua elu untuk membatalkan pernikahan elu, gue nggak bisa melihat elu bersanding dengan pria lain, pokok nya harus dengan gue, camkan itu!" seru Alaska sembari keluar lewat jendela kamar Bening.
Bening pun hanya menatap kepergian Alaska sambil waspada jika saja ada orang yang melihatnya, Alaska turun lewat tangga yang sama dimana dirinya naik ke kamar Bening tadi. Sebuah tangga yang terbuat dari bambu.
__ADS_1
Bening tampak melihat sejenak saat Alaska turun dari kamarnya, karena kondisi tangga itu yang terbuat dari bambu dan tidak terlalu kuat menumpu beban karena sudah lapuk, tiba-tiba saja keseimbangan Alaska sedikit terganggu, alhasil pemuda itu terjatuh saat dirinya belum sampai di atas permukaan tanah.
'krasak-krasak gedebuggg'
"Awwww ... waduh waduh waduh ... aaarrrgggghhhh!!" terdengar teriakan kecil yang berasal dari halaman samping. Papa Carlos pun segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Suara apa itu?" Papa Carlos pun akhirnya memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, spontan Papa Carlos melototkan matanya saat melihat Alaska yang sedang terjauh dari tangga yang mengarah ke kamar putrinya. Akhirnya, Papa Carlos pun tertawa kecil melihat calon mantu nya yang sedang berjuang untuk cintanya.
"Astaga! Anak muda jaman sekarang, katanya nggak mau dijodohkan, tapi diam-diam mendatangi kamarnya, hmm!! Beruntung pernikahan kalian secepatnya akan dilakukan, aku sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi wajah kalian saat bertemu nanti, pasti sangat mengejutkan," ucap Papa Carlos sembari tersenyum.
Sementara itu, Bening yang melihat Alaska terjatuh, ia pun tampak ikut meringis kesakitan saat tahu Alaska yang memegangi pinggangnya.
Bening pun tampak khawatir dengan kondisi Alaska, sementara itu Alaska berusaha untuk meyakinkan Bening jika dirinya baik-baik saja, ia pun berpura-pura sembari melambaikan tangannya. Setelah itu perlahan Alaska pergi keluar halaman rumah Bening sambil memegangi pinggangnya.
Bening pun melihat kepergian Alaska, antara sedih dan ingin tertawa, setelah itu Bening segera menutup kembali jendela kamarnya, dan setelahnya ia segera membuka pintu kamarnya dimana Mama Ara sedang berdiri di depan pintu.
'Ceklek'
"Ma-mama! Ada apa, Ma?" tanya Bening yang terlihat masih gugup.
__ADS_1
"Enggak, Mama cuma mau bilang, besok kamu tidak boleh kemana-mana, karena sebentar lagi hari akad nikah kalian akan segera dilaksanakan, Mama berharap kamu bisa mengerti ya, Nak! Beberapa hari lagi, Mama dan Papa akan terbang ke Australia selama lima bulan, tentu saja kami hanya ingin kamu ada yang menjaga, makanya kami sepakat untuk segera mempercepat tanggal pernikahan kalian," seru Mama Ara.
"Iya, Ma! Bening mengerti!"
Setelah Mama Ara menemui putrinya, wanita yang masih kelihatan cantik diusia senja nya itu, tampak menghampiri suaminya yang terlihat sedang berdiri di depan jendela ruang tamu.
"Kamu kenapa, Mas? Apa yang kamu lihat?" tanya sang istri saat melihat suaminya sedang memperhatikan arah luar.
Papa Carlos pun tersenyum kepada istrinya sambil berkata, "Kamu tahu, siapa yang baru saja keluar dari halaman rumah kita?"
Sang istri menggelengkan kepalanya dan tidak mengerti siapa yang sudah dibicarakan oleh sang suami.
"Calon mantu kita baru saja keluar dari halaman rumah ini, aku lihat dia terjatuh dari tangga bambu," seru Papa Carlos.
"Loh kok bisa? Bagaimana itu bisa terjadi? Dan untuk apa dia datang ke sini malam-malam?" sahut Mama Ara.
"Apa lagi kalau bukan untuk anakmu, mereka kan belum tahu calon masing-masing, dan ternyata kita tidak salah mempercepat tanggal pernikahan mereka, karena mereka sebenarnya sudah ngebet pingin nikah," ungkap Papa Carlos, keduanya pun saling tertawa kecil melihat tingkah gokil calon menantunya.
...BERSAMBUNG....
__ADS_1