
Zizi masuk ke dalam dapur, tentu saja Aksa yang berpura-pura sakit itu mengikuti istrinya sampai ke pintu dapur, Ia sengaja mengintip sang istri yang sedang memasak makanan untuknya.
"Loh Nyonya, kok Nyonya ada di sini, jangan Nyonya! Nanti tangan Nyonya kotor, biar bibi saja yang masak," seru Bibi kepada Zizi. Zizi pun tersenyum dan berkata kepada Bibi.
"Nggak apa-apa, Bi! Aku mau bantu Bibi, biar aku aja yang bikinin sarapan untuk suamiku," balas Zizi sembari mengambil dua buah telur dari dalam kulkas, rencananya hari itu Zizi akan memasak nasi goreng telur ceplok untuk suaminya.
Aksa tampak senyum-senyum melihat sang istri yang tengah memasak untuk dirinya, ada kebanggaan tersendiri bagi Aksa, rupanya Zizi termasuk istri yang Soleha, meskipun tidak ada cinta diantara mereka, nyatanya Zizi masih mau melayani dirinya.
"Wew ternyata Mommy dan Daddy ngga salah nikahin gue sama sohib gue, biar bawel tapi dia tetap perhatian sama gue, tambah sayang gue sama dia. Et dah kok gue ngomong gitu sih, apa gue beneran sayang sama Zizi, apa mungkin yang dikatakan oleh Robi dan Fikri itu benar, jika gue sebenernya cinta sama sohib gue sendiri." Aksa bermonolog sendiri.
Zizi dan Bibi terlihat akrab, mereka berdua rupanya memasak sembari berbincang-bincang tentang anak Bibi yang dikhianati oleh menantunya, ternyata Bibi bercerita dan curhat kepada Zizi tentang kelakukan menantunya yang suka gonta-ganti pacar.
"Bibi kasihan sama anak Bibi, suaminya itu loh Nyonya, demen sama cewek lain, Bibi gedek sama kelakuannya, tapi anak Bibi itu sangat mencintainya, Nyonya. Sudah Bibi suruh untuk bercerai dia nggak mau, Bibi bingung harus bagaimana, Nyonya."
__ADS_1
Mendengar curhatan dari Bibi, Zizi pun ikut marah, ia sangat benci kepada pria yang sudah dipercaya oleh seorang wanita, ternyata tega menduakan cinta. Zizi yang saat itu sedang memegang dua buah telur, dirinya seolah ikut emosi saat mendengar curhatan dari Bibi tentang perselingkuhan menantunya.
"Kalau aku jadi anaknya Bibi, hmm udah aku ceplok tuh kedua telurnya, aku iris-iris sosis coklat nya itu, biar sekalian jadi toping nasi goreng, habis itu kita makan. Hhhh geram aku lihat cowok yang selingkuh." Seketika Aksa yang tak sengaja mendengar percakapan antara Zizi dan Bibi, ia terlihat berkeringat dingin dan tampak panik.
"Waduh!!! Telur dan sosis gue dijadikan toping nasi goreng, assseemmmm! Sadis juga nih Zizi, bisa bahaya kalau gue deketin Rere. Bisa-bisa telur gue di ceplok sama dia, anjayyy!!" Aksa tampak bermonolog sembari mengusap keringat yang membasahi wajah tampannya.
Sedangkan di dapur, Bibi juga kaget dengan ucapan Zizi yang ternyata sangat galak jika mengetahui suaminya berselingkuh.
"Waduh Nyonya, apa Nyonya akan melakukan hal itu jika Tuan Aksa ketahuan selingkuh?" Pertanyaan Bibi langsung mendapatkan jawaban dari Zizi.
Seketika Aksa langsung berlari terbirit-birit ke kamarnya, hingga tak sadar Aksa menabrak ujung meja dan mengenai tepat pada Dede gemoy miliknya.
"Aduuuuuhhhhhh ... sakit beneran njiiir!" pekik Aksa sembari mendekap Dede gemoy nya. Sementara itu Bibi dan Zizi terkejut dengan suara berisik dari luar dapur .
__ADS_1
"Suara apa itu, Nyonya?" tanya Bibi penasaran.
"Mungkin suara maling!" balas Zizi sambil membawa centong untuk berjaga-jaga, sementara Bibi tampak membawa panci. Keduanya keluar dari dapur dan berjalan menghampiri sumber suara yang berasal dari ruang makan, dilihatnya kepala orang yang sedang berjongkok di bawah meja makan.
Zizi memberikan isyarat kepada Bibi untuk tidak berisik, setelah Zizi mendekat ia pun segera mengangkat centong yang ada di tangannya dan langsung memukul kepala Aksa.
"Malinggg! Dasar maling lu, uh uh rasain lu!" Zizi tampak memukuli kepala Aksa berkali-kali, Hingga akhirnya Bibi mengetahui jika yang dipukuli oleh Zizi adalah suaminya sendiri.
"Nyonya, cukup Nyonya! Itu Tuan Aksa!"
Spontan Zizi berhenti dan melihat ke arah suaminya yang saat itu terlihat teler dan sempoyongan.
"Haaa ... Akang! Yoloh Akang, elu ngapain di sini!" Zizi menghampiri suaminya dan segera memeluknya. Kini kepala Aksa berada dalam dada sang istri.
__ADS_1
"Weheee! Empuk nih, hmm pura-pura semaput ah!"
...BERSAMBUNG...