
Mereka masih saling menatap dan tangan keduanya masih saling menggenggam, entah kenapa suasana dalam kamar itu mulai terasa panas, padahal AC sudah menyala secara normal.
"Gerah, Kang!" kata Zizi yang merasa tubuhnya menjadi berkeringat.
"Dede gue hidup, Zi." Sambung Aksa yang seketika membuat Zizi melototkan matanya. Seketika Zizi tersadar dan segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan sang suami.
"Eh sadar, woi! Kita hampir saja kena hipnotis sama nih buku, busyet bikin geli aja, emang seperti itu ya caranya, geli gue, Kang. Sumpah!" sahut Zizi sambil melepaskan tangannya dan mengingatkan kepada Aksa jika mereka berdua hampir saja tergoda gara-gara membaca buku panduan itu.
Aksa pun seketika meringis menahan nyeri pada area pangkal pahanya karena Dede yang nggak sengaja terbangun.
__ADS_1
"Nyeri, njiiir! Aduhhh sesak!!!" pekik Aksa sambil membuka jas pengantin dan ikat pinggang miliknya, kemudian mengendurkan resleting celananya agar si Dede bisa berdiri dengan tegak tanpa ketekuk, karena itu benar-benar sangat menyiksa, dan apa yang dilakukan oleh Aksa membuat Zizi langsung menoleh ke arah sang suami. "Eh elu ngapain, Kang? Elu mau berbuat cabul sama gue, ya? Gue masih dibawah umur dan masih polos nih, dosa lu." seru Zizi dengan tatapan matanya yang penuh waspada.
"Dibawah umur tapi mimiknya udah segede itu, hoax banget lu!" celetuk Aksa sambil membenarkan posisi si Dede gemoy nya. Sementara Zizi terlihat memalingkan wajahnya karena tidak ingin pingsan melihat Dede Aksa yang pastinya akan membuat mata Zizi ternoda.
Setelah membenarkan posisi Dede kesayangannya itu, Aksa menoleh dan berkata, "Elu nggak akan pernah tahu rasanya ketekuk, rasanya sakit banget tahu, nggak?"
"Apaan yang ketekuk? Emang bisa nekuk gitu? Ih ngilu." Sahut Zizi sambil bergidik. Spontan Aksa tertawa dan mereka melanjutkan membaca bab berikutnya yang lebih menegangkan.
"Ngomong apaan sih, lu! Udah fokus baca aja, gue juga penasaran kok bisa sih bikin gue cenut-cenut euy, ini cuma baca aja belum disentuh secara langsung, au ah gue benci pikiran gue."
__ADS_1
Keduanya justru saling tertawa, bukannya saling memberi rangsangan, Aksa dan Zizi malah cekikikan ketika melihat gambar adegan hot berikutnya.
"Huassseeemmm!! Sumpah ding, gue nggak tahan lagi, gue keluar aja deh, Zi! Beneran gue nggak tahan," Aksa tampak meminta izin kepada Zizi untuk keluar dari kamar mereka, karena dipastikan si Dede Aksa sudah sangat meronta-ronta. Namun, Zizi justru menahan tangan sang suami agar tidak meninggalkannya.
"Eh ... elu mau kemana? Sini aja, kita nih baca buku lagi seru-serunya, elu malah kabur, cemen lu!" celetuk Zizi sambil menahan tangan sang suami.
"Bukannya cemen, gue cuma nggak mau nanti kebablasan, nanti elu malah nangis lagi, nyalahin gue entar. Udah! Mending elu mandi gih! Udah malam, elu musti istirahat, gue mau nenangin Dede gue dulu di luar." Sahut Aksa sembari menatap wajah Zizi. Zizi pun merasa kasihan melihat Aksa yang tampak menderita menahan rasa yang sedang menyerangnya.
"Gitu, ya! Semoga saja Dede lu cepetan tidur, sorry ya, Kang! Gue belum bisa ngasih itu sama elu, gue belum siap aja, padahal rasanya udah cenut-cenut banget," balas Zizi tanpa dosa. Aksa pun mengangguk dan tersenyum, setelah itu Ia beranjak pergi meninggalkan Zizi sendiri di kamar.
__ADS_1
Zizi pun membiarkan suaminya untuk keluar dari kamar mereka, dan akhirnya ritual membaca buku bersama berakhir saat itu juga, mereka menyimpan buku itu kembali, dan setelah Aksa keluar dari kamar, Zizi pun beranjak untuk pergi ke kamar mandi.
...BERSAMBUNG ...