SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Hamil


__ADS_3

"Keluyuran-keluyuran gundul mu! Itu si Papa pakai jodohin Mbak sama cowok nggak jelas, ogah lah mending pulang aja!" balas Bening.


Sejenak Aksa dan Zizi saling menatap dan mereka terlihat bisik-bisik, "Eh Zi! Jangan-jangan Mbak Bening baru saja ketemu sama calon suaminya, tapi kok Mbak Bening kayak nggak suka gitu sih?"


"Enggak tahu tuh, Kang! Mungkin calon suaminya jelek barangkali," balas Zizi yang sejatinya dirinya tidak tahu jika calon suami Bening adalah kakaknya sendiri. Itulah kenapa Zizi tidak tahu jika sang kakak sebenarnya dijodohkan dengan Bening, karena Daddy Dion belum sempat memberi tahukan kepada Zizi, karena saat itu Zizi masih dalam tugas KKN, Daddy Dion akan memberi tahukan kepada Zizi jika sang putri sudah pulang. Nyatanya kini Zizi baru saja tiba sehari yang lalu, tapi Daddy Dion ternyata lupa memberi tahukan kepada sang putri.


"Itu artinya kita punya kesempatan untuk mendekatkan Mbak Bening dan Mas Alaska, iya nggak?" balas Aksa.


"Iya juga ya, Kang? Tapi bagaimana caranya?" balas Zizi bingung.


Keduanya pun saling berbisik, sehingga membuat Bening geleng-geleng kepala.


"Astaga! Kalian berdua ini datang ke sini, buru-buru minta bertemu denganku, hanya untuk bisik-bisik?" tanya Bening yang membuat Aksa dan Zizi cengar-cengir.


Aksa pun segera mengatakan kepada Bening jika dirinya datang untuk memeriksakan sang istri, yang mengeluhkan tidak nyaman pada perut bagian bawah.


"Hehehe iya iya, Mbak! Aksa minta maaf. Ini loh Ayang mengeluh perutnya sakit dari tadi, diiringi mual-mual gitu, aku takut dia kenapa-kenapa, soalnya kita kan baru pulang dari KKN, takut keracunan apa gimana," ucap Aksa menjelaskan kondisi sang istri. Bening pun tersenyum kecil, "Keracunan apa maksudmu? Ada-ada aja kamu!" seru Bening yang sangat hafal dengan gaya bicara Aksa yang suka sekali dengan bercanda, Bening pun segera memerintahkan keduanya untuk masuk ke dalam ruangan nya.

__ADS_1


"Ya udah! Ayo masuk!"


Bening pun segera mengajak keduanya. Aksa tampak menggandeng tangan Zizi dengan mesra, hingga akhirnya keduanya tiba di dalam ruangan praktek Bening.


Bening meminta Zizi untuk berbaring di atas tempat tidur, kemudian Bening pun memeriksa nya. Sementara itu Alaska terlihat menunggu sang istri dengan duduk sembari membalas chat dari Robi.


"Bro! Gue bakalan nikah. Elu datang, ya!"


"Serius, lu! Nikah sama Jumi? Weheee selamat ya, Bro! Pasti gue datang sama Zizi,"


"Thanks, Bro! Gue bersyukur banget akhirnya gue bisa nyusul elu! Gue bisa ngerasain gimana jadi pengantin baru kayak elu! Biar nggak kepingin doang, elu sih iming-iming gue mulu, pingin kan jadinya!"


"Eh elu lagi ngapain, Bro?" tanya Robi.


"Lagi di klinik gue? Nganterin Zizi, kayaknya dia kecapekan sepulang dari KKN," balas Aksa.


"Ya percaya sih gue kalau Zizi kecapekan, elu dua hari sekali ngajakin Zizi ke hotel sih," ucap Robi.

__ADS_1


"Habisnya tau sendiri di sana dingin, Bro! Dede gue tuh nggak suka kedinginan, suka nyari yang anget-anget, ngerti ngga lu!"


Robi pun tertawa di akhir chat mereka dan Aksa pun menyimpan kembali ponselnya di dalam saku dan akhirnya Bening akan memberi tahukan hasil pemeriksaan nya terhadap Zizi.


"Gimana, Mbak? Zizi sakit apa?" tanya Aksa penasaran. Bening pun dengan senang hati mengatakan kepada pasangan pengantin yang masih satu bulan itu, jika Zizi saat ini sedang mengandung.


"Selamat ya untuk kalian berdua, saat ini Zizi sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah menginjak lima Minggu," ungkap Bening yang seketika membuat Aksa dan Zizi sangat terkejut sekaligus bahagia.


"Apa, Mbak? Zizi hamil? Mengandung gitu? Anak saya?" pertanyaan Aksa memaksa Bening menepuk jidatnya.


"Ya iyalah anak kamu, emang anak siapa? Kam cuma kamu yang nanem benihnya, gimana sih!" balas Bening sembari menuliskan resep vitamin untuk Zizi.


"Hehehe anakku! Tumbuh di rahim Zizi? Omegot!! Ternyata para kecebong ku tumbuh subur di sana, nggak sia-sia gue bekerja keras setiap malam banting lato-lato, akhirnya tumbuh juga, makasih Sayang! Kamu udah bikin aku bahagia banget," ucap Aksa sambil memeluk sang istri.


Untuk sejenak Bening tidak bisa menahan tawanya saat Aksa berkata seperti itu. Sehingga membuat Zizi tersenyum malu.


"Hiiii, Akang! Kalau ngomong jangan keras-keras, kedengaran sama Mbak Bening tuh, malu!" seru Zizi sembari mencubit menepuk lengan suaminya.

__ADS_1


"Hehehe biarin aja biar Mbak Bening kepingin, biar cepet nikah," celetuk Aksa yang membuat Bening diam seketika.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2