SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Ke kamar mandi


__ADS_3

"Ya ampun!" Zizi tampak menepuk jidatnya saat melihat sang suami dan teman-temannya melihat sapi yang sedang kawin, ia pun menjewer telinga Aksa sehingga membuat pria itu terkejut saat telinganya ditarik oleh sang istri.


"Eh eh sakit, Zi!!" rintih nya sambil memegangi telinganya. Kemudian Zizi melepaskan tangannya dari telinga Aksa. Setelah itu Ia pun berkata, "Akang kamu ngapain sih ikut-ikutan lihat gituan?"


Aksa pun hanya garuk-garuk kepalanya sambil cengar-cengir.


"Kan itu pemandangan langka, Zi! Wajib ditonton, apa kamu nggak mau nonton juga? Seru loh Zi, nanti tak pegangin kalau kamu deg-degan," sahut Aksa dengan PDnya. Zizi pun hanya memalingkan wajahnya sambil tersenyum.


"Cieeee ... asli kamu kepingin lihat, kan? Hayo ngaku!?" celetuk Aksa menggoda istrinya. Zizi pun mencubit perut Aksa dengan manja.


"Udah ah, kamu selalu begitu, daripada lihat sapi kawin, mending kawin sendiri eh ...." Zizi menutup mulutnya saat berkata seperti itu. Aksa pun tersenyum smirk melihat ekspresi wajah istrinya yang tampak malu-malu.


"Ayo kita kawin sendiri, kapan?" bisik Aksa dengan senyum mesumnya.

__ADS_1


"Idiiih Akang! Ngebet banget sih, udah ah aku mau ke toilet, mau pipis," sahut Zizi sambil pergi ke sebuah toilet yang sudah disediakan oleh Haji Badrun.


Melihat istrinya pergi ke kamar mandi, Aksa pun mengikutinya dari belakang, sementara itu teman-temannya sedang asyik minum susu sambil cekikikan melihat sapi yang sedang kawin, hingga mereka tidak mempedulikan Aksa dan Zizi yang sedang pergi ke kamar mandi bersama.


Zizi menoleh ke belakang, dilihatnya Aksa yang berjalan mengikuti dirinya. Kemudian ia pun berkata kepada sang suami, "Akang kamu ngapain ikut? Aku cuma mau pipis sebentar," seru Zizi.


"Aku tuh mau nganterin kamu doang, takut nanti ada yang ngintip, biar aku colok matanya," jawab Aksa yang membuat Zizi membulatkan matanya.


"Emangnya siapa yang bakalan ngintip, Kang?" tanya Zizi sambil menghela nafasnya.


"Ya Tuhan! Sadarkan lah suamiku, itu kan cuma cicak??" batin Zizi lemas.


" Ya ampun Akang, orang kamar mandinya tertutup gitu kok, nggak bakalan ada yang ngintip, kalaupun cicak yang ngintip emangnya kamu cemburu sama cicak? Orang cicaknya juga nggak bakalan ngerti itu apaan, udah kamu balik aja! Nggak enak sama teman-teman, kalau mereka lihat dikiranya kita macam-macam," ucap Zizi yang khawatir jika teman-temannya melihat kebersamaan mereka di kamar mandi.

__ADS_1


"Halah bodo amat, biarin aja. Kalau begitu biar aku jadi cicaknya aja, nemplok sama kamu," sahut Aksa yang terus masuk ke dalam kamar mandi mendahului Zizi.


"Loh Akang tunggu! Kok kamu duluan sih," Zizi tampak ikut berlari dan masuk ke dalam kamar mandi bersama.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Aksa sudah tidak tahan lagi untuk membuka celananya, sementara itu Zizi tampak bingung harus berbuat apa, masa iya Zizi harus melayani suaminya saat itu juga.


"Idiiih Akang, kamu ngapain sih buka celana, tutup ah! Jelek tahu!" seru Zizi sambil memalingkan wajahnya agar tidak melihat pemandangan di depan matanya dimana sang suami sedang membuka resleting celananya.


Aksa yang tak terima dikatakan jelek, ia pun membalas ucapan sang istri, " Enak aja ngatain jelek, biar jelek-jelek gini si Dede pintar goyang, tuh goyang kanan dan goyang kiri serrrrr ..."


Rupanya apa yang Aksa lakukan diintip oleh Zizi, ternyata oh ternyata sang suami sedang buang air kecil sembari menggoyangkan Dede gemoy miliknya ke kanan dan ke kiri.


"Hmmm ... dasar Akang! Ada aja kelakukan nya," seru Zizi yang juga ikut melepaskan celananya dan ia pun segera berjongkok untuk buang air kecil.

__ADS_1


Seketika Aksa menoleh ke arah sang istri yang sedang buang air kecil, suara aliran air itu seketika membuat Aksa berkata, "Eh Zi! Suaranya kenceng banget ngalahin kran air, ya! Busyeettt mungkin aku terlalu lebar ngelobangin nya," sahut Aksa sembari tersenyum menatap wajah sang istri yang melongo.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2