SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Nggak ada jeda


__ADS_3

Aksa seketika melihat Bening yang tengah memperhatikan mereka berdua, sambil berkata kepada istrinya, Aksa pun menyindir Bening.


"Jangan gitu dong, Zi! Nanti Mbak Bening kepingin, kayaknya dia penasaran dengan omongan kita, cie Mbak Bening! Penasaran hayo ngaku!" seloroh Aksa sambil tersenyum malu-malu.


"Aduhhh! Nggak tahu kenapa, ya! Hari ini kepalaku mumet sekali, baru saja ketemu sama pria aneh, setelah itu ketemu Alaska, eh sekarang ketemu kalian berdua," seru Bening yang membuat Zizi terkejut.


"Loh Mbak Bening udah ketemu sama Abang? Dimana? Aku aja belum ketemu sama Abang!" sahut Zizi.


"Masa sih belum ketemu? Ya tadi baru saja dia nganterin aku ke sini? Nggak tahu kenapa tiba-tiba kita ketemu di hotel yang sama, denger Mbak, ya! Sebenarnya Mbak itu nggak mau dijodohin sama laki-laki yang nggak Mbak kenal, tahu nggak sih, cowok itu ya ampun jelek banget, udah gitu wajahnya rambut semua, idiiih geli dong! Untung saja Mbak tutup nih muka, biar nggak bisa dilihat sama tuh cowok, terus Mbak melarikan diri dari sana, nah ... pas Mbak keluar itu ketemu sama si Alaska!" ungkap Bening yang seketika membuat Aksa dan Zizi saling menatap.


"Mbak tahu dong siapa calon mertua, Mbak? Namanya gitu?" tanya Aksa penasaran, siapa tahu namanya sama seperti dugaannya, yaitu nama mertuanya juga, yaitu Daddy Dion.

__ADS_1


"Eh ... aku belum sempat lihat sih! Soalnya aku fokus sama tuh cowok, langsung deh aku kabur, jadi nggak sempet lihat wajah calon mertua, tapi Papa kayaknya manggil Tuan Dion gitu," ungkap Bening yang semakin membuat Aksa dan Zizi sangat yakin jika yang dijodohkan dengan Bening adalah Alaska.


"Tuan Dion? Mbak Bening yakin? Nggak budeg, kan?" tanya Aksa sambil melototkan matanya. Dan Bening pun tampak memutar bola matanya mendengar ucapan dari Aksa.


"Nggak, aku nggak budeg, tapi aku bolot!" Sahut Bening yang seketika membuat Zizi menepuk lengan suaminya.


"Akang! Ngomongnya kok gitu sih," sahut Zizi yang tidak enak dengan Bening.


"Hehehe, aku cuma bercanda. Lagian Mbak Bening udah tahu bagaimana aku, jadi biasalah," balas Aksa.


"Mbak Bening bener, jailnya nggak ketulungan," ucap Zizi.

__ADS_1


"Halah! Justru kamu suka kan kalau aku jail?" sahut Aksa sembari menyenggol lengan sang istri.


Bening pun sangat menyukai pasangan kocak itu, mereka berdua memang gokil, apalagi Zizi yang sudah ia kenal dari dulu, Zizi yang juga merupakan adik dari sohibnya Alaska.


"Baiklah! Apa ada pertanyaan lagi mengenai kehamilan Zizi?" tanya Bening kepada calon orang tua baru itu.


"Oh ya, Mbak! Tadi kata Mbak Bening, Zizi hamil lima Minggu, tapi kita nikahnya baru seminggu, Mbak! Kok bisa sih? Mana mungkin aku berani sentuh dia sebelum nikah, ah Mbak Bening pitnah nih!" seloroh Aksa yang membuat Bening tertawa kecil.


Kemudian Bening menjelaskan kepada Aksa yang masih belum faham tentang usia kehamilan yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) saat Zizi haid pertama itu adalah seminggu sebelum dirinya melangsungkan akad nikah. Dan setelah akad nikah mereka berdua tidak menunda untuk melakukan hubungan suami istri, sehingga terjadilah pembuahan, karena mereka setiap hari mempraktekkan cara membuat Dede bayi yang baik dan benar.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Bening, Aksa pun mulai mengerti.

__ADS_1


"Ohhh begitu! Hehehe pantes aja cepet jadinya. Emang nggak ada jeda, sih!" celetuk Aksa dengan percaya diri.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2