SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Bertemu Juleha


__ADS_3

Seperti biasa, Aksa menaiki motor sport miliknya, meskipun sang Daddy sudah memberikan mobil untuk mereka, nyatanya Aksa lebih memilih naik motornya. Zizi pun terpaksa bareng suaminya, karena mereka belum punya sopir pribadi, jadi mau tidak mau Zizi harus berangkat bareng sang sohib.


"Eh Kang! Kalau boncengin gue jangan cepet-cepet, elu tahu gue tuh takut banget naik motor ginian," protes Zizi.


"Makanya pegangan, kalau elu nggak pegangan ya pasti jatuh lah, makanya kudu nurut!" balas Aksa sambil memberikan helm kepada istrinya dan memakaikannya pada kepala sang istri.


"Iya iya ... !" balas Zizi sembari menatap wajah sohibnya. Setelah itu Aksa mengaitkan pengunci helm agar tidak terlepas saat berkendara. Untuk sejenak Aksa menatap wajah sang istri, dilihatnya Zizi yang juga sedang memandanginya.


"Kamu lihat apa?" tanya Zizi yang seketika membuat Aksa salah tingkah.


"Nggak! Nggak lihat apa-apa, cuma memastikan kalau pengaitnya kuat dan tidak mudah terlepas." Setelah mengatakan hal itu, Aksa pun mengambil helmnya sendiri.


Aksa pun mulai memakai helmnya, terlihat sangat macho dan keren, tidak bisa dipungkiri putra Daddy Leo itu ketampanannya menurun dari sang ayah, tubuh tinggi dan lengan berotot, tentu saja itu yang membuat Aksa digandrungi oleh banyak cewek-cewek di kampusnya, banyak perawan kembang kampus dari kembang Melati, Mawar, Lili, Bougenville, Seroja, Sakura sampai kembang Raflesia Arnoldi, mengagumi sosok Aksa yang tampan dan mempesona.


Aksa kemudian mulai naik ke atas motornya, kemudian disusul Zizi yang juga naik ke atas motor, seperti biasa Aksa meminta agar Zizi berpegangan pada pinggangnya.


"Udah belum? Cepetan pegangan!" titah Aksa sembari menoleh ke arah belakang. Zizi pun mulai melingkarkan tangannya pada pinggang sang suami, untuk memastikan istrinya aman, Aksa terlihat memegang kedua tangan Zizi. Tentu saja Zizi terlihat sangat dekat, mau tidak mau tubuh Zizi harus menghimpit punggung sang sohib.

__ADS_1


Setelah semua dirasa aman, Aksa segera melajukan motornya ke jalan raya.



Setelah keduanya tiba di kampus, rupanya Robi dan Fikri sudah menyambut kedatangan pengantin baru itu, dua orang itu terlihat sumringah melihat kedatangan pasangan gokil kedua sohib mereka.


Aksa berhenti di parkiran motor, dan Zizi pun turun tanpa drama seperti dulu, kemudian Ia melepaskan helmnya dan memberikan nya kepada sang suami.


"Nih helmnya, gue mau masuk ke kelas," seru Zizi sembari merapikan rambutnya. Aksa menerima helm itu dan dirinya juga segera melepaskan helm miliknya sendiri.


"Ya udah, duluan sana!" balas Aksa sambil tersenyum, Zizi pun segera membalikkan badannya dan beranjak untuk pergi ke kelas, namun sebelum itu Aksa menyempatkan diri untuk menepuk pantat Istrinya pelan sebelum Zizi pergi.


Spontan Zizi menoleh ke arah sohibnya dan melototkan matanya. "Akang! Apa-apaan sih lu, bikin kaget aja," ucap Zizi kesal.


"Weheee Sorry, Zi! Tangan gue reflek soal gituan, nggak bisa diem!" balasnya sambil cengengesan.


"Lain kali jangan gitu, Kang! Ini di kampus bukan di rumah," protes Zizi.

__ADS_1


"Iya iya sorry!" Aksa pun cuma bisa berkata demikian, setelah itu Zizi pun mulai pergi meninggalkan Aksa. Namun, baru saja beberapa langkah Zizi meninggalkan suaminya, tiba-tiba dari arah berlawanan ia melihat Juleha, cewek seksi di kampus yang juga merupakan gebetan Aksa itu rupanya sedang menghampiri sohibnya.


"Hai Aksa! Ya ampun elu kemana aja sih, gue udah kangen banget loh sama elu, katanya elu sakit ya? Astaga kok elu nggak bilang sih kalau sakit, biar gue jenguk elu!" seru Juleha yang berjalan melewati Zizi, gadis seksi itu rupanya menghampiri suaminya yang masih berada di samping motornya. Aksa pun hanya biasa melihat kedatangan Juleha, tapi lain halnya dengan Zizi.


"Eh Juleha! Nggak usah ganjen deh jadi cewek, lagian Akang nggak butuh perhatian dari elu, diihh ngaku-ngaku sok perhatian!!" umpat Zizi kepada Juleha.


"Diihhh apa sih elu, terserah gue lah, bukan urusan elu, si Aksa aja nggak apa-apa kok, elu ngapain sewot? Aneh!" celetuk Juleha sambil menggandeng tangan Aksa. Entah kenapa Zizi merasa tidak suka sohibnya didekati oleh kembang kampus si Juleha, padahal dulu Zizi masa bodo dengan apapun yang dilakukan oleh cewek-cewek terhadap sohibnya, palingan Zizi cuma ngomel tanpa harus merasa kesal melihat tingkah Juleha.


Aksa pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat istrinya cemburu, ia pun membalas ucapan Juleha yang membuat Zizi semakin geram.


"Juleha benar, udahlah nggak apa-apa, Zi. Lagipula niat si Juleha baik kok, elu nggak usah panik gitu dong! Bagus kan ada yang perhatian sama gue," seru Aksa yang memancing reaksi istrinya. Zizi pun datang mendekati mereka dan menarik tubuh Juleha untuk tidak mendekat sohibnya.


"Pergi lu dari Akang! Dasar cewek ganjen, elu tuh nggak pantas dekat-dekat sama, Jul! Bukannya elu udah punya cowok, dasar cewek nggak setia! Main nemplok aja kayak cicak, gue bilangin sama cowok elu mampus lu!" ancam Zizi kepada Juleha. Di mana Zizi sudah mengetahui rahasia Juleha yang sudah memiliki seorang pacar.


Karena merasa tenang terancam, Juleha pun memutuskan untuk pergi meninggalkan keduanya. Setelah Juleha pergi, Zizi pun menatap suaminya dengan tajam.


"Eh elu juga Kang! Ngapain sih elu pakai mau aja dipegang sama dia, bikin bete aja!" Zizi berkata dengan wajah masam, sementara Aksa hanya tersenyum melihat ekspresi wajah sang istri yang sangat jelas jika Zizi sangat cemburu melihat dirinya didekati oleh Juleha.

__ADS_1


"Iya gimana lagi dong! Namanya juga buaya Empang, ya elu harus bisa menerimanya, jika suami elu ini banyak penggemar nya, dah lah gue mau ke kelas, pasti banyak lagi yang lainnya yang kangen sama gue, bye!!" sahut Aksa yang justru semakin membuat Zizi panas.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2