SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Ke kantin


__ADS_3

Setelah kelas selesai, Zizi keluar bersama teman-temannya, sementara itu Aksa hanya memperhatikan Zizi yang saat itu masih cuek kepadanya. Aksa hanya menghela nafas panjang, menghadapi sifat Zizi ia harus bersabar, ia pun mengikuti Zizi dan teman-temannya yang sedang berjalan menuju ke kantin.


"Zi! Kita makan yuk! Gue laper banget nih!" seru Rere.


Zizi pun mengangguk dan segera berjalan menuju ke arah kantin, sejenak Zizi berhenti dan menoleh ke belakang, ia melihat sang suami yang sedang berjalan di belakangnya.


Seketika Aksa tersenyum sembari melambaikan tangannya kepada Zizi.


"Akang! Ngapain lu ngikutin gue?" tanya Zizi .


"Lah emang siapa yang ngikutin elu, gue lagi ngikutin Rere, gue masih ada perlu sama dia, nggak boleh?" balas Aksa yang memaksa Zizi membalikkan badannya dengan ekspresi cemberut. Sementara itu Rere tampak berkata kepada Aksa, "Elu ada perlu sama gue? Soal kemarin? Entar aja ya, gue lagi lapar banget nih, entar deh habis kuliah gue bakal ajarin, ok!" see Rere kepada Aksa.

__ADS_1


Zizi pun segera meninggalkan mereka berdua yang masih saling berbicara, sementara itu Aksa tampak panik karena sohibnya pergi begitu saja.


"Eh Zi Zi, iya iya gampang nanti gue hubungi elu," Aksa menjawab sambil menatap Zizi yang sudah pergi ke kantin, dan Rere pun segera berlari kecil untuk menyusul sang teman.


"Oke, Sa! Entar gue telpon elu." Rere menghampiri Zizi dan segera bergabung bersama yang lainnya. Sementara itu Aksa tidak menyerah, ia pun ikut masuk ke dalam kantin, dan kebetulan ada Juleha dan Juminten yang duduk di satu meja. Juleha melihat kedatangan Aksa dan gadis itu pun mengajak Aksa untuk duduk bersamanya.


"Eh, Aksa! Elu ngapain bengong di situ, sini duduk bareng sama gue aja!" pinta Juleha sambil menarik tangan Aksa. Tak berselang lama Rendy juga datang ke kantin, tampaknya Rere melihat kedatangan Rendy dan gadis itu menawarkan kepada Rendy untuk ikut gabung satu meja bersama mereka.


"Akang ngapain sih duduk bareng cewek-cewek itu? Bikin mata sepet aja!" gerutu Zizi sambil menatap tajam ke arah meja seberang.


Pun sama dengan Aksa, ia pun kesal, karena ada Rendy yang gabung satu meja dengan istrinya.

__ADS_1


"Eh buset! Ngapain tuh laki duduk bareng bini gue, nggak bisa nih, musti diawasi, coba-coba deketin Zizi gue tumpuk lu," lirih Aksa yang tidak dengan terdengar oleh Juminten.


"Apa, Sa? Elu tadi ngomong apa? Siapa yang kena timpuk? Ya ampun gue juga mau kali kena tumpuk dari elu, tapi timpuk nya yang enak." Mendengar gombalan dari Juminten, Aksa terlihat bergidik dan berpura-pura tersenyum.


"Busyeettt! Nih cewek, PD banget minta timpuk gue, ogah beud. Cuma Zizi doang yang mau gue timpuk dengan kenikmatan, buntelan pepes kayak elu, ogah!" batin Aksa dengan cengar-cengir.


"Oh ya, Sa! Nanti kita KKN nya gue berharap bisa satu kelompok sama elu, pasti asyik bisa barengan sama cowok sekeren elu," seru Juleha sambil senyum-senyum kepada Aksa yang terlihat alergi dan berpura-pura biasa.


"Weheee iya dong, gue juga seneng kalau kita satu kelompok, apalagi bersama gadis cantik-cantik kayak Kalian," balas Aksa pura-pura.


'Hueeekkk' batin Aksa setelah mengucapkan kalimat itu kepada Juleha dan Juminten yang tampak malu-malu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2