
"Memangnya kenapa? Nggak boleh, ya?" seru Alaska.
"Apa lu sudah gila mandi bareng segala, ogah ah! Gue nggak mau, mending elu tunggu di sini gue duluan, entar kalau udah selesai baru gantian elu, enak aja barengan!" balas Bening sembari masuk ke dalam kamar mandi kemudian menutupnya.
"Ya ... gue kebelet banget nih! Elu mau gue ngompol di celana? Ning! Bukain pintunya dong! Tega banget lu!" seru Alaska sambil mengetuk pintu.
"Ihh ogah! Tungguin situ!" teriak Bening dari dalam, Alaska pun terpaksa menahan rasa ingin pipisnya dengan duduk di tempat tidur sambil menunggu Bening keluar. Sejenak Alaska melihat kado yang diberikan oleh sang adik kepadanya.
"Mereka ngasih buku apaan sih? Penasaran!" Karena penasaran, Alaska pun membuka kado yang dibungkus dengan kertas warna merah.
Sambil menunggu Bening keluar, Alaska membongkar kado itu dan melihat isinya, setelah terbuka Alaska terkejut saat melihat kado yang berupa sebuah buku yang bertuliskan Kama_sutra.
"Sialan nih mereka, ngasih buku ginian, astaga!" seru Alaska sambil geleng-geleng kepalanya. Ia pun membuka dan membaca beberapa halaman dari buku petunjuk itu, ekspresi wajahnya mulai berubah, untuk sejenak ia cekikikan saat membaca buku itu.
"Gila nih buku, beneran bikin tegang, sial!" batin Alaska sembari membenarkan posisi duduknya yang kurang nyaman karena menjepit dua buah telur puyuh miliknya.
Sementara di tempat lain, Bening pun selesai membersihkan dirinya, ia pun teringat jika dirinya lupa membawa handuk piyama, yang ada hanya sebuah handuk berwarna putih yang menggantung pada hanger gantungan handuk.
__ADS_1
"Loh! Handukku? Aduh pakai lupa segala lagi, dasar pikun! Gimana mau keluar, masa iya pakai ginian doang? Nggak mungkinlah dia bakalan lihat, malu banget ding!" gerutu Bening sembari menutupi tubuhnya dengan handuk berukuran 140 x 70, cukup untuk menutupi bagian tubuhnya yang sensitif, tapi tidak menutup kemungkinan jika bagian tubuhnya masih bisa terlihat menonjol.
Perlahan, Bening membuka pintu kamar mandi dan melihat dimana suaminya berada. Bening melihat Alaska yang sedang sibuk membaca buku dengan duduk di atas tempat tidur, dimana posisinya tampak menghadap langsung ke arah pintu kamar mandi.
"Ya ampun! Dia malah duduk di situ lagi? Eh, tapi dia kayaknya sibuk baca apaan tuh, hmm sepertinya dia sedang fokus pada bukunya, mending keluar sekarang aja, mumpung dia nggak lihat!" batin Bening saat melihat wajah suaminya yang sedang menundukkan kepalanya, membaca dengan serius buku tutorial membuat anak tersebut.
Pintu kamar mandi mulai dibuka sedikit lebar, Bening mulai melangkah keluar dengan sangat pelan agar Alaska tidak mengetahui saat dirinya keluar dari kamar mandi dalam keadaan seperti itu.
Langkah kaki Bening memang tak terdengar di telinga Alaska yang sibuk dengan bacaannya. Bening terlihat waspada, ia pun melihat ke arah suaminya dan berharap Alaska tidak menatap ke arahnya. Dengan sedikit berlari, Bening berusaha untuk pergi ke ruang ganti yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi. Namun sayang, niat hati ingin lari dan tidak diketahui oleh Alaska, justru Bening dikejutkan dengan ujung handuknya yang tersangkut pada pintu kamar mandi yang sudah tertutup dengan sendirinya.
"Haaaa ... handukku!"
Spontan Alaska menoleh ke arah sang istri yang saat itu sedang berusaha untuk menarik handuk yang tersangkut pada pintu.
"Shiiit! Oh God! Apa yang aku lihat saat ini? Gila! Putih banget, besar dan tak berumput," batin Alaska saat matanya tak berkedip melihat pemandangan yang belum pernah Ia lihat pada diri sohibnya yang kini sudah menjadi istrinya itu. Apalagi dirinya baru saja membaca buku panduan itu, tentu saja gejolak asmara pada dirinya kian besar. Setelah handuk itu berhasil Bening ambil, ia pun segera menutupkan kembali pada tubuhnya.
Namun, disaat Bening berusaha untuk menutupinya, tiba-tiba saja terdengar suara Alaska yang melarangnya untuk menutupi keindahan ciptaan Tuhan yang paling seksi itu.
__ADS_1
"Jangan ditutup!"
Spontan Bening menoleh ke arah sang suami yang saat itu sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Em ... elu! Elu ngapain kesini? Pasti elu lihatin gue, kan?" ucap Bening dengan wajah kesal bercampur malu. Ia pun dengan cepat menutupi tubuhnya dengan handuk itu, meskipun tidak bisa dipungkiri jika Alaska sudah melihat secara keseluruhan.
"Memangnya kenapa kalau gue yang lihat? Apa itu salah? Bukankah sekarang aku bebas untuk melihat apa saja yang ada dalam dirimu?" sahut Alaska yang semakin mendekati Bening.
"Em ... iya sih! Ta-tapi gue masih malu," balas Bening sembari berjalan mundur.
"Malu? Malu kenapa?" Alaska terus saja mendekati Bening, hingga akhirnya gadis itu tidak bisa kemana-mana lagi karena Ia tidak bisa mundur lagi, tubuh Bening sudah bersandar pada dinding.
"Iya gue malu, karena sekarang sedang botak dan tidak punya rambut, em tunggu saja nanti kalau udah tumbuh, biar elu nggak mengira itu tuyul," ucap Bening dengan suara yang gemetaran.
Alaska tertawa kecil mendengar ucapan dari sang istri, ia pun menyeringai dan mendekati bibir istrinya sembari berbisik, "Gue ngga perduli botak atau tidak, gue ingin malam ini, elu jadi milik gue, Bening! Sudah lama gue menginginkan nya, apa elu juga tidak merasakan hal yang sama?" bisikan itu terdengar begitu seksi di telinga Bening, merambat lembut ke seluruh tubuhnya, hingga akhirnya secara tak sadar tangan Alaska membuka perlahan handuk yang melilit tubuh istrinya itu.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1