SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Pencemaran wajah baik


__ADS_3

Zizi langsung berdiri dan menarik tangan sang suami, Aksa pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan sang istri. Meskipun ia harus menahan rasa kerinduannya kepada sang istri.


"Iya iya," balas Aksa yang kemudian mengajak istrinya kembali ke tempat penginapan. Sementara itu Juleha dan Juminten yang sedang mengintip keduanya, mereka pun juga memutuskan untuk kembali. Namun, apa yang terjadi sungguh diluar dugaan, tiba-tiba saja di bawah kaki Juminten terdapat seekor ular yang sedang merayap, Juminten merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di bawah kakinya, hingga akhirnya Juleha melihat seekor ular yang sedang merayap pada kaki temannya itu.


"Jum! Kakimu ada u-ulaarrr ...." Seru Juleha sambil berlari meninggalkan Juminten yang tentu saja sangat terkejut, Ia pun melihat ke arah bawah kakinya, rupanya ada seekor ular sedang merayap, seketika Juminten berteriak ketakutan.


Teriakan Juminten rupanya terdengar sampai ke penginapan, tak terkecuali Aksa dan Zizi yang saat itu masih belum jauh dari posisi Juminten saat itu.


"Huwaaaaa ulaaaarrrr!!" teriak Juminten sekeras-kerasnya, Zizi dan Aksa pun berbalik arah menuju ke arah sumber suara.


"Eh Kang kayak suara Juminten!" seru Zizi.


"Ho oh tuh," Aksa pun mengiyakan, keduanya pun mencari keberadaan Juminten yang sedang berteriak. Setelah Aksa dan Zizi berhasil menemukan keberadaan Juminten yang saat itu sedang diam ketakutan karena ada ular yang sedang melingkar pada kakinya, seketika Aksa tertawa, bukannya menolong, Aksa justru tertawa terpingkal-pingkal, niat hati ingin menolong justru dirinya dibuat tertawa karena Juminten mengompol saking takutnya.


"Huaaaaaa tolong aku! Usir ular ini aku mohon!" rengek Juminten memohon untuk mengambil ular itu dari kakinya.

__ADS_1


"Hiii Kang tolongin kenapa? Kasihan tuh Juminten, sampai ketakutan gitu, nanti ularnya keburu gigit, Kang!" seru Zizi yang khawatir jika ular itu bakal menggigit Juminten.


"Ogah ah, nggak mau! Itu si Juminten ngompol Zi, lihat aja tuh! Celananya pada basah, bau pesing ogah ah, lagian tuh ular bukan ular berbahaya, ular kecil gitu, dia bisa kok sebenarnya ngusir ular itu sendiri, tinggal di lempar pakai kaki kan bisa, ngapain susah-susah, ampe dibelain ngompol gitu," tolak Aksa.


Tak berselang lama Robi dan Fikri datang bersama pak lurah, mereka tampak panik kenapa ada suara teriakan.


"Eh ada apa nih?" tanya Robi kepada Aksa yang saat itu sedang berdiri bersama Zizi hanya melihat Juminten.


"Tuh! Si Juminten kakinya didatangi ular sebesar lidi, tinggal dilempar pakai kaki kan bisa, nggak usah teriak-teriak nggak jelas, bikin kaget aja, lagian ngapain sih malam-malam blusukan di situ, ya pasti lah bakal didatangi ular," balas Aksa.


'Set set'


Akhirnya, Robi berhasil membuang ular itu dari kaki Juminten. Namun, ada sesuatu yang membuat Robi mengendus-endus, ia mencium bau pesing dari arah Juminten.


"Eh buset! Bau apaan nih, pesing banget ding kayak kencing kuda," seloroh Robi sambil menutupi hidungnya dengan tangan.

__ADS_1


Juminten pun malu sembari menundukkan wajahnya, karena ia merasa sudah mengompol karena ketakutan. Spontan Robi berkata kepada Juminten.


"Eh elu ya yang bau pesing, gila ya! Sumpah ya jorok banget lu jadi cewek, muka cantik tapi tukang ngompol," umpat Robi yang membuat Juminten spontan menampar pipi Robi.


'Plaakkk'


Seketika semua yang ada di sana melongo melihat Robi yang ditampar oleh Juminten.


"Waduh! Ditampar tuh si Robi, anjayyy!" seru Aksa sambil memegangi pipinya sendiri, membayangkan bagaimana rasanya ditampar seorang cewek.


"Elu sembarangan ngatain gue tukang ngompol, gue ketakutan tahu, resek tuh bacot, jijay!!" umpat Juminten yang setelah itu Ia segera pergi meninggalkan tempat itu.


Robi hanya bisa mengelus pipinya karena tamparan dari Juminten. Fikri mendekati sang sohib dan mencoba menghiburnya.


"Sabar Bro! Elu musti balas tuh si Juminten, bikin dia menyesal sudah menampar pipi elu, ini namanya pencemaran, Bro! Pencemaran wajah baik," seru Fikri yang membuat Aksa dan Zizi menepuk jidat melihat tingkah konyol kedua sohibnya itu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2