
Sesampainya di rumah.
Zizi turun dari motor dan segera melepas helmnya, kemudian tanpa berkata apa-apa, ia langsung masuk ke dalam kamar dan Aksa pun selalu mengekor di belakang Zizi. Sejenak Zizi berhenti dan menoleh ke belakang, ia melihat wajah Aksa yang tampak cengar-cengir.
"Ngapain sih ngikutin mulu?" seru Zizi dengan kesal.
"Siapa juga yang ngikutin elu? Gue juga harus jalan kali, emangnya gue harus ngesod?" balas Aksa spontan. Zizi pun menyuruh Aksa untuk jalan terlebih dahulu.
"Ya udah buruan! Gue jalan belakangan." Zizi meminta suaminya untuk jalan di depannya, Aksa pun menolaknya dengan alasan Ia harus mendahulukan cewek.
"Ya nggak bisa lah, masa gue duluan, nanti elu jatuh gimana? Siapa yang nolongin?" tanya Aksa sembari tersenyum. Zizi pun akhirnya berjalan duluan, sebelum dirinya pergi terlebih dahulu, ia pun berkata kepada sohibnya, "Awas aja lu kalau pegang-pegang gue, senggol bacok!"
"Waduh!! Sadis amat, Zi! Elu sebenarnya ada keturunan Algojo nggak sih? Suka banget KDRT," celetuk Aksa sambil cengar-cengir. Zizi pun tidak memperdulikan ucapan sohibnya, sepertinya hatinya masih kesal dengan kejadian di kampus tadi.
Hingga akhirnya tiba-tiba saja sepatu yang dipakai oleh Zizi mengalami slip dan memaksa Zizi tergelincir saat menaiki tangga, alhasil Zizi jatuh terpeleset dan beruntung Aksa segera menangkap tubuh sang istri.
__ADS_1
'Greepp'
"Awwww ...!!" pekik Zizi saat ia merasa terjatuh, tapi rupanya sang sohib menangkap nya dengan cepat.
"Hati-hati, Zi!!?" ucap Aksa yang sedang menangkap tubuh istrinya. Zizi segera melepaskan dirinya dari sang suami, tapi nyatanya kaki Zizi susah dibuat berjalan.
"Eh minggir-minggir nggak usah pegang-pegang gue, entar hidup lu! Aduhhh kakiku!!!" pekik Zizi saat ia merasa sakit saat hendak menaiki tangga. Aksa pun tanpa pikir panjang segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar.
"Akang, elu!!" Zizi tampak terkejut saat tiba-tiba saja Aksa mengangkat tubuhnya.
Aksa tidak berkata apapun, ia hanya fokus untuk membawa istrinya ke dalam kamar dan segera membaringkan Zizi.
Setelah Zizi berbaring di atas tempat tidur, Aksa segera melepaskan sepatu Zizi dan meletakkannya di bawah, Setelah itu Aksa segera mengambil salep dan mengurut otot kaki Zizi yang keseleo, Zizi hanya melihat wajah suaminya yang tanpa ekspresi, ia pun sedikit khawatir, apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.
"Si Akang kenapa? Kok tiba-tiba berubah gitu? Apa dia marah ya sama gue?" batin Zizi.
__ADS_1
Aksa tampak telaten memijit kaki Zizi, hingga akhirnya Zizi merasa tidak enak, dan ia pun meminta Aksa untuk selesai.
"Udah Kang! Nggak perlu, Kakiku sudah nggak sakit lagi," ucapnya sembari menarik kakinya dari sang suami, Aksa pun hanya menghela nafas panjang dan setelah itu ia menutup kembali salep itu tanpa mengucapkan sepatah katapun, sangat aneh sikap Aksa kali ini, dan setelah dirinya memijit kaki Zizi, Aksa pun segera masuk ke dalam kamar mandi, Zizi semakin dibuat bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.
"Si Akang kenapa sih? Aneh banget!" ucap Zizi lirih, hingga akhirnya Aksa keluar dari kamar mandi tanpa menatap wajah sang istri, seolah sikap Aksa mulai dingin kepadanya, tentu saja Zizi mulai khawatir, bagaimana jika Aksa bersikap seperti ini terus.
Zizi hanya memperhatikan Aksa yang mondar-mandir, sepertinya Aksa memutuskan untuk tidur dan tanpa berucap apa-apa, Aksa menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan segera menutupkan selimut pada tubuhnya. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Aksa membuat Zizi semakin bingung dengan apa yang terjadi.
Ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya. "Akang! Elu kenapa? Elu masih marah sama gue?" tanya Zizi dengan suara lirihnya. Aksa pun tidak menyahut dan ia hanya diam saja. Tapi, bagi Zizi diam nya sang suami adalah sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Ia pun semakin mendekati sang suami dan melihat wajah Aksa yang saat itu sedang tidur dalam posisi miring.
"Akang! Elu kenapa sih diem mulu? Ngomong dong?" paksa Zizi yang mulai tidak sabar. Aksa pun tetap diam, Karena tidak tahan, Zizi pun menggoyang-goyang kan tubuh Aksa agar pria itu menjawab pertanyaannya. Tapi tetap saja, Aksa tidak bergeming, ia tetap diam bak batu yang tidak bisa bergerak.
Karena Zizi merasa diabaikan, entah kenapa tiba-tiba saja gadis itu menangis saat tidak direspon oleh sang suami, "Akang!!! Elu kenapa??? Hiks hiks hiks!!"
Seketika Aksa membuka matanya dan terlihat lengkungan pada bibirnya, dalam hati berkata, "Yess sukses!!!!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...