SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Lari dari rumah


__ADS_3

Pada akhirnya, hari yang dinantikan telah tiba, Bening tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya, ia melihat Papa Carlos dan Mama Ara sangat bahagia dengan hari pernikahan sang anak, tentu saja Bening tidak ingin merusak wajah bahagia kedua orang tuanya.


"Ya Tuhan, tidak mungkin aku membuat kedua orang tuaku menangis, hari ini mereka terlihat sangat bahagia, dan aku sebagai seorang anak ingin melihat orang tuanya selalu tersenyum, karena bagaimanapun juga ridho orang tua dan doa-doa mereka akan mempengaruhi kehidupanku nantinya, aku ingin mereka selalu mendoakan diriku, meskipun aku harus hidup bersama pria yang tidak aku cintai," Bening tampak bermonolog sendiri, sejenak Ia melihat ponselnya yang terus menerus berdering.


Bening menatap ke layar ponselnya, dan benar itu adalah Alaska yang terus menerus menghubungi dirinya, tapi Bening sudah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Alaska. Bening pun sengaja mematikan ponselnya dan ia tidak ingin Alaska menghubunginya lagi.


Sedangkan di sisi lain, Alaska semakin resah, ia berusaha untuk menghubungi Bening, tapi nyatanya Bening justru mematikan ponselnya.


"Ah shiiit! Kenapa dimatikan ponselnya, Bening!!! Gue musti kesana sekarang, harus!!" Alaska yang sudah memakai tuksedo pengantin itupun, ia berusaha untuk menyelinap pergi dari rumah, dimana di luar kamar, Daddy Dion dan Mama Nafa sudah bersiap untuk mengantarkan putra mereka melangsungkan akad nikah pagi ini di rumah calon besannya yang tak lain adalah di rumah Papa Carlos.


"Aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana ekspresi Alaska saat dia tahu jika calon pengantinnya adalah Bening, sahabatnya sendiri," seru Daddy Dion..


"Kamu benar, Mas! Pasti mereka berdua sangat terkejut saat disandingkan duduk bersama di depan penghulu!" balas Mama Nafa yang ikut bahagia.


"Baiklah! Panggil Alaska untuk segera turun, aku tidak mau terlambat gara-gara dia menolak menikah, kadang anak itu berbuat nekad," seru Daddy Dion.


"Iya, Mas. Aku akan panggil dia!" balas Mama Nafa sembari beranjak pergi ke kamar sang anak.


Di saat yang bersamaan, Alaska keluar dari jendela kamarnya dengan sangat hati-hati, ia pun memperhatikan sekeliling agar tidak ada yang tahu kemana dirinya pergi, mengingat di rumahnya terpasang banyak CCTV dan pelayan.


"Gue harus cepat sampai ke sana, sebelum Bening dan pria itu menikah, maafkan Alaska, Dadd, Ma! Alaska tidak bisa menikah dengan gadis pilihan Daddy dan Mama, Alaska terlalu cinta kepada Bening, Alaska nggak mau ditinggal nikah, dan sekarang Alaska harus buktikan kepada seluruh dunia jika Bening hanya milik Alaska," batin Alaska saat dirinya berhasil keluar dari pagar rumahnya.


Setelah Alaska berhasil keluar dari rumah, maka ia pun segera menghentikan taksi dan segera datang ke rumah Bening.


Sedangkan di dalam rumah, Mama Nafa yang saat itu sedang melihat putranya di kamar, tiba-tiba saja Mama Nafa terkejut saat melihat kondisi kamar Alaska, dimana putra sambungnya itu tidak ada di kamarnya.


Mama Nafa segera memberi tahukan kepada Daddy Dion jika sang anak tidak ada di kamarnya.

__ADS_1


"Gawat, Mas! Alaska nggak ada di kamarnya!" Mama Nafa terlihat begitu khawatir.


"Apa? Alaska tidak ada di kamarnya? Benar-benar nekad tuh anak. Dasar semprul!!" gerutu Daddy Dion, sang Daddy pun langsung menghubungi nomor Alaska, nyatanya ponsel Alaska ia tinggal di rumah.


Tentu saja Daddy Dion dan Mama Nafa bingung harus bagaimana, padahal tidak kurang satu jam lagi akad nikah akan segera dilaksanakan. Disaat yang bersamaan, Zizi menghubungi sang Daddy, Zizi menanyakan tentang keberadaan sang kakak yang rencananya akan datang ke rumah Bening dengan tujuan untuk menggagalkan pernikahan mereka.


"Halo, Dadd! Bagaimana, apa Kalian semua sudah berangkat, aku dan suamiku sudah ada di rumah Mbak Bening," sapa Zizi yang menjelaskan tentang dimana posisinya sekarang.


"Zizi sayang! Ada kabar buruk, Nak!" balas sang Daddy.


"Kabar buruk apa, Dadd!" tanya Zizi penasaran.


"Aduh si Abang kamu itu, minta dijewer telinganya, Abang mu kabur dari rumah, bener-bener tuh anak!" sahut Daddy Dion yang belum tahu rencana putranya. Zizi pun cuma bisa tertawa, ternyata sang Abang benar-benar melaksanakan rencananya.


"Ya ampun, Abang tuh ya bener-bener gokil, hihi. Zizi jadi penasaran apa yang akan Abang lakukan," ucap Zizi sembari tertawa kecil, tentu saja Daddy Dion aneh dengan sikap putrinya yang justru senang dengan perginya sang Abang.


"Bikin anak bikin anak, dasar laki-laki, senengnya bikin anak mulu, heran!" sahut Mama Nafa yang tak sengaja mendengar ucapan dari sang suami.


Zizi pun kemudian menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Alaska itu tidak akan berakibat fatal, justru Alaska datang sendiri kepada calon pengantinnya sendiri yang tak lain adalah Bening.


"Aduh Daddy! Si Abang tuh nggak bakalan kemana-mana, udah ayok Daddy dan Mommy datang aja ke rumah Om Carlos, semuanya sudah menunggu kedatangan calon mempelai pria," seru Zizi.


"Gimana kita bisa pergi, Abangmu saja nggak ada, malu sama keluarga pak Carlos, mau taruh dimana muka Daddy, Abang kamu tuh emang minta dihajar!" sahut Daddy Dion kesal.


"Astaga, Daddy! Gini ya Dadd! Zizi tuh udah tahu rencana Abang untuk lari dari rumah, dan Daddy tahu nggak sih kalau Abang sekarang tuh sedang menuju ke rumah Mbak Bening, calon istrinya sendiri!!" ungkap Zizi yang seketika membuat Daddy Dion melototkan matanya.


"Apa? Abangmu ke sana? Bagaimana bisa, orang dia pergi untuk menghindar biar nggak dinikahkan, ini malah datang ke rumah calon istrinya?" ucap Daddy Dion bingung.

__ADS_1


"Nah, itu dia, Dadd. Sebenarnya kemarin Zizi itu udah tahu rencana Abang untuk kabur dari rumah dan datang untuk menggagalkan pernikahan Mbak Bening, Abang kan nggak tahu kalau calon suami Mbak Bening itu Abang sendiri, makanya sekarang Abang tuh berniat untuk menggagalkan pernikahan Mbak Bening, orang calon pengantinnya Abang sendiri, gitu Dadd!!" jelas Zizi yang seketika membuat Daddy Dion tertawa terbahak-bahak.


Mama Nafa terlihat kaget saat melihat sang suami yang terlihat tertawa senang.


"Kamu kenapa, Mas? Kok malah girang gitu, kamu nggak ketularan somplak kayak anak-anak, kan?" sahut Mama Nafa sembari memegang dahi suaminya, apa mungkin sang suami sedang mengigau karena demam tinggi.


"Hei kamu ini apa-apaan sih, aku nggak demam. Kamu tahu, ternyata Alaska itu datang ke rumah calon istrinya sendiri, dia mau menggagalkan pernikahannya sendiri, dikiranya Bening akan menikah dengan pria lain, padahal calon suaminya itu dia sendiri!" ungkap Daddy Dion yang membuat Mama Nafa ikut tertawa.


Akhirnya, Daddy Dion dan Mama Nafa segera meluncur ke rumah calon besannya dengan perasaan senang, mereka sudah tidak sabar ingin segera melihat ekspresi wajah Alaska saat tahu jika calon suami Bening adalah dirinya sendiri.


Sedangkan di rumah mempelai wanita, Bening terlihat menunggu kedatangan calon suaminya datang, nyatanya semua orang dikejutkan dengan kedatangan Alaska yang tiba-tiba berdiri di tengah-tengah ruangan sambil memanggil nama Bening yang saat itu sudah duduk di depan penghulu menunggu kedatangan mempelai pria.


Kecuali Aksa dan Zizi yang terlihat senyum-senyum melihat kedatangan Alaska.


"Cie ... ini dia pangerannya sudah datang!" bisik Aksa pada istrinya.


"Kita lihat dramanya, Kang! Pasti lebih seru dari drama Nyi Roro kidul!" balas Zizi yang seketika membuat Aksa menyengir.


"Kok Nyi Roro kidul sih!" Aksa pun tampak garuk-garuk kepalanya mendengar ucapan dari sang istri. Zizi pun tertawa melihat ekspresi wajah sang suami.


Sementara itu, Alaska pun melihat Bening yang sudah duduk di depan penghulu, kemudian dengan suara yang lantang, Alaska menyebut nama pujaan hatinya itu dengan lantang.


"Beniiiing!!!" suara Alaska tentu saja mengagetkan seluruh undangan, tak terkecuali Bening yang saat itu sudah duduk manis di depan penghulu.


"Alaska!! Itu suaranya? Ngapain dia datang ke sini?" batin Bening sembari membalikkan badannya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2