
"Waduh! Zizi pasti bangun tuh, eh dia marah nggak, ya?" ucap Aksa sambil mendengarkan secara seksama teriakan Zizi dari arah luar kamar mandi, Ia pun langsung menyelesaikan mandinya dan segera mengambil handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
Sementara di atas tempat tidur, Zizi tampak menangis tersedu-sedu, karena Aksa pasti sudah melakukan sesuatu yang membuat bakpao nya menjadi sedikit tembem, apalagi rasanya terasa sakit dan nyeri.
"Hiks hiks hiks tega lu, Kang! Gue sahabat elu, masa gue dimakan juga, kue mochi gue jadi jelek kan, nggak secantik dulu, elu apain sih sampai memble gitu, gue benci sama elu, huaaaaaa!!" terdengar tangis memilukan hati dari seorang Zizi, kemudian Aksa mulai membuka pintu kamar mandi dan melihat sang istri yang sedang duduk dengan menangis sesenggukan.
"Eh buset! Nangis juga tuh anak, waduh gawat bakalan kena omel nih, gimana dong ini, gue musti minta maaf." Aksa membatin sembari perlahan menghampiri istrinya yang sedang menyembunyikan wajahnya dengan memeluk kedua lututnya.
Aksa yang saat itu hanya memakai handuk yang melilit pada pinggang seksinya, sementara rambutnya terlihat masih basah, membuat ketampanan putra Leo dan Asha itu terlihat begitu macho, apalagi otot dada dan lengannya yang sempurna, menambah betapa kerennya suami Zizi itu.
Aksa duduk mendekati istrinya sembari memberanikan diri untuk mengucapkan maaf kepada Zizi.
"Zi! Elu nangis?" tanya Aksa basa-basi. Zizi mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang sohib yang terlihat begitu bahagia hari ini.
__ADS_1
"Kamu nanyea??" seru Zizi dengan derai air mata yang membasahi wajah cantiknya.
"Udah dong gue minta maaf, gue nggak sengaja, lagipula gue kan berniat nolongin elu, syukur Alhamdulillah elu ngga apa-apa, elu baik-baik aja gue udah seneng." Balas Aksa yang membuat Zizi semakin keras menangis.
"Huaaaaaa ... Akang! Kenapa sih elu lakuin itu sama gue, elu lihat nih kelakuan elu, mana jadi tembem gini, udah gitu sakit njiiir!! Elu apain aja sih, kenapa elu ngga minta izin dulu sama gue? Main tusuk aja," omel Zizi sambil melempari Aksa dengan bantal. Aksa pun berusaha untuk menenangkan istrinya yang tentu saja kaget dengan perubahan si kue mochi miliknya yang semalam sudah Aksa icip-icip.
"Iya iya gue minta maaf, elu jangan gitu dong, elu juga ikutan merasakannya kok, malah elu minta terus ngga mau berhenti, gue sih oke-oke aja, emang enak kok rasanya." Mendengar pengakuan dari Aksa, Zizi pun bermonolog sendiri, "Emang gue gitu? Kok gue nggak merasakan apa-apa, wah curang nih si Akang,"
Zizi pun berkata kepada suaminya, "Elu pasti bohong, kan!? Orang gue nggak ngerasa apa-apa kok, pasti elu udah tipu gue, elu udah paksa-paksa gue, haa ... Akang pokonya mulai hari ini gue marah sama elu, gue benci. Jadi, mulai sekarang elu ngga usah deketin gue. Dah lah gue mau mandi, bau keringat elu nempel di badan gue, iyuhhh!!" Zizi berkata sembari beranjak pergi ke kamar mandi dengan menutupi tubuhnya dengan selimut. Namun, Zizi merasakan susah untuk berjalan, akhirnya Ia meringis kesakitan pada area pangkal pahanya.
"Zi! Hati-hati!!" seru Aksa sambil memegangi tangannya.
"Ehh ... nggak usah pegang-pegang, gue bisa sendiri, ingat ya gue tuh lagi gondok sama elu," celetuk Zizi sambil menepis tangan Suaminya. Aksa pun hanya bisa melihat Zizi yang sedang berjalan dengan kecepatan menyamainya seekor kura-kura.
__ADS_1
Hingga akhirnya, Zizi tersandung oleh selimut yang menjuntai sampai ke lantai, alhasil Zizi hampir saja terjatuh dan selimut itu terlepas dari tubuhnya, membuat lekuk tubuh Zizi terlihat kembali di depan mata Aksa, beruntung Aksa dengan sigap menahan tubuh istrinya yang saat itu polos tanpa sehelai benangpun.
"Zi, awasss!!"
"Ahhhhhh ...."
Kedua tangan Zizi bergelayut pada leher suaminya, tentu saja tubuh mereka kembali bersentuhan dengan kedua tangan Aksa berada pada pinggang istrinya. Sentuhan kulit itu begitu terasa, apalagi dada Zizi yang masih belum tertutup apapun. Menempel sempurna pada dada bidang Aksa, dan tentu saja tatapan mata keduanya lagi-lagi saling bertatapan.
"Zi ... kenapa setiap kali gue lihat bola mata elu, rasanya gue nggak ingin melepaskan pandangan ini, gue sangat menyukainya."
"Akang! Kok gue ngerasa deg-degan sih, elu tuh sohib gue, salah ngga sih gue ngerasa ada sesuatu dalam hati gue?"
Keduanya terlihat bermonolog sendiri.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...