SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Mendoakan Zizi


__ADS_3

Akhirnya, malam itu juga. Aksa membawa sang istri ke klinik Bening, Zizi merasakan perutnya mulas-mulas secara teratur, ia pun berusaha untuk tenang dengan menghirup nafas dan mengeluarkannya dari mulut. Yang panik dan kalang kabut justru Aksa, bukan hanya bingung istrinya yang akan melahirkan, tapi dia juga merasakan pinggangnya sakit berat, bahkan rasanya seperti patah.


Sambil memijit-mijit pinggangnya, Aksa berjalan mondar-mandir untuk memasukkan barang-barang keperluan persalinan, sedangkan Zizi tampak tenang sambil menikmati kontraksi rahim yang mulai timbul dengan sering itu.


"Aduh! Kenapa pinggangku tiba-tiba sakit sih!" rintihnya sambil merasakan betapa ngilunya sakit pinggang itu.


Setelah semuanya siap dan kedua orang tua mereka diberi kabar, Aksa pun segera membawa sang istri untuk segera ke klinik kandungan Bening.


Tentu saja, Bening pun sudah siap untuk menolong Zizi melahirkan, semua keluarga datang memberikan semangat kepada Zizi, dari Daddy Dion dan Mama Nafa, hingga Daddy Leo dan Mommy Asha, tak ketinggalan sang Abang yang sudah tak sabar ingin segera melihat wajah sang keponakan.


Zizi turun dari mobil, dan setelah itu datang sebuah kursi roda untuk membawa Zizi masuk ke kamar persalinan, mengingat air ketuban sudah pecah, sehingga dikhawatirkan rembesan cairan amnion itu akan mengalir dan menyusahkan Zizi saat berjalan.


Dengan selalu ditemani oleh sang suami, Zizi terlihat semangat dan siap untuk melahirkan bayinya. Namun, ada masanya Zizi sangat terharu saat dirinya minta restu kepada sang Mama.


Mama Nafa memeluk putrinya dan mendoakan sang putri agar cucunya bisa lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.


"Mama! Zizi minta doanya, supaya Zizi kuat," ucap Zizi sambil mencium tangan Mama Nafa.

__ADS_1


"Tentu saja, Sayang! Mama selalu mendorong anak Mama, kamu pasti kuat, kamu dan cucu Mama pasti baik-baik saja!" balas Mama Nafa sambil memeluk putrinya. Setelah itu, Zizi pun memohon doa kepada sang Daddy, seorang ayah yang merupakan cinta pertama anak perempuannya.


Daddy Dion memeluk putrinya dan mencium kening Zizi. Sang Ayah yang selalu ingin melihat putrinya bahagia, saat ini Zizi akan menjadi seorang Ibu, tentu saja Daddy Dion selalu memberikan semangat kepada putrinya untuk berjuang melahirkan sang cucu.


"Zizi, Sayang! Kamu harus kuat, kami semua ada di sini, kita semua selalu mendoakanmu, Nak. Daddy yakin kamu pasti bisa, kamu adalah putri Daddy yang luar biasa, kamu pasti bisa melewatinya," ucapan Daddy Dion tentu saja membuka Zizi terharu, belum lagi sang kakak yang turut menyemangati adiknya.


"Abang yakin, keponakan Abang pasti lahir dengan selamat, Abang sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya, kuat-kuat ya adikku!" Alaska pun juga memeluk adiknya sebelum Zizi masuk ke dalam kamar persalinan.


Daddy Leo dan Mommy Asha pun juga ikut mendoakan menantu kesana mereka, melihat sang istri yang mendapat doa dari keluarganya, Aksa pun protes dan ingin didoakan juga.


"Kamu? Memangnya kamu yang melahirkannya?" seru Daddy Leo.


"Ya nggak sih, Dadd! Hanya saja Aksa takut dengan darah, gimana jadinya jika nanti lihat darah banyak yang keluar saat Zizi lahiran? Bisa-bisa pingsan nanti. Doain Aksa biar nggak takut ya, Dadd! Sumpah ding belum masuk ruang persalinan udah merinding duluan, kayak mau ketemu kuntilanak," ungkap Aksa sambil membayangkan jika dirinya melihat darah banyak saat sang istri melahirkan.


"Ya udah kalau kamu takut melihat darah, kamu tunggu diluar saja, nanti ikut ke dalam bukannya ngasih semangat Zizi, kamu malah ngerepoti Mbak Bening dengan pingsan di dalam!" ucap Daddy Leo yang khawatir putranya tidak kuat saat melihat darah.


"Ya nggak bisa dong, Dadd! Aku mau lihat bayi itu keluar dari sarangnya secara langsung, penasaran bentuknya seperti apa?" bisik Aksa kepada sang Daddy.

__ADS_1


Spontan Daddy Leo pun berkacak pinggang kepada sang anak mendengar ucapan dari Aksa yang tentunya bikin menghela nafas panjang itu.


"Dasar semprul! Ya pastinya udah nggak secantik dulu," jawaban Daddy Leo seketika membuat Aksa berpikir.


"Waduh! Nggak secantik dulu? Perasaan dari dulu bentuknya nggak cantik, Dadd! Biarpun nggak cantik, tapi selalu membuat kepala pusing setiap hari, nggak cantik sih emang tapi rasanya itu, enak banget bikin melayang," celetuk Aksa yang benar-benar membuat Daddy Leo mengelus dadanya.


*


*


*


Setelah semua keluarga mendoakan Zizi tiba waktunya Zizi segera dibawa masuk ke kamar persalinan, Bening pun sudah siap untuk membantu Zizi melahirkan, tak lupa Aksa pun selalu setia mendampingi istrinya meskipun sebenarnya Aksa sangat takut jika dirinya melihat darah.


...BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2