
Matahari mulai menampakkan senyumnya, dua sejoli itu masih bersembunyi di balik selimut, karena udara pagi yang masih terasa begitu dingin, perlahan Zizi mulai membuka kedua matanya, untuk sesaat ia melihat wajah sang suami yang sedang tertidur pulas.
Zizi tersenyum sembari mengusap lembut wajah Aksa yang kelihatan lebih tampan saat laki-laki itu terpejam. Zizi mencoba mengecup kening sang suami, turun ke hidung, pipi hingga akhirnya ke bibir.
Setelah itu Ia kembali memeluk suaminya dengan erat, karena udara yang benar-benar membuatnya tidak mau keluar dari selimut.
Perlahan, Aksa pun mulai terjaga, ia melihat jika istrinya memeluk dirinya dengan erat, ia pun kembali memeluk sang istri. Spontan Zizi menatap wajah suaminya dan berkata, "Akang! Kamu sudah bangun."
Aksa membalas tatapan mata sang istri sembari tersenyum. Setelah itu Zizi pun baru menyadari jika matahari sudah terbit, terlihat dari korden jendela kamar mereka yang sudah terlihat terang. Zizi pun segera melepaskan pelukannya dari sang suami dan mengajaknya untuk kembali ke penginapan di desa.
"Astaga! Sudah siang, Kang! Kita harus segera balik ke penginapan, aduh anak-anak pasti nyariin kita, Akang! Kita musti jawab gimana dong!!" seru Zizi yang sangat khawatir. Sementara itu Aksa pun melihat ke arah jendela dan mengambil ponsel miliknya yang ia letakkan di atas meja.
Aksa membuka ponselnya, ia dikejutkan dengan panggilan dari Robi yang sampai dua puluh kali. Aksa pun membersihkan notifikasi panggilan itu sembari berkata, "Dasar Robi, udah dibilangin jangan telpon-telpon dulu,"
Aksa pun membalas Robi dengan menuliskan kata, "Eh dasar pea! Ganggu aja! Elu tahu nggak sih gue lagi healing sama bini,"
Ternyata Robi pun membalas chat dari Aksa, "Eh busyeettt lu tuh ya, kita di sini kayak gasing muter nyariin elu, elu malah sibuk healing, cepetan balik! Anak-anak nunggu elu pada, apalagi pak lurah, mereka udah curiga dengan hubungan kalian berdua, gue takut aja elu nggak bisa nunjukin bukti jika elu berdua udah nikah,"
"Ya elah! Gitu aja gempar, ah entar deh nanggung nih, satu ronde lagi lah, elu kagak usah khawatir, gue udah siapin semua bukti, kalian pikir gue bodoh, nggak lah." balas Aksa yang cukup membuat Robi tenang.
"Syukurlah, ya udah deh cepetan balik, jangan kelamaan celup-celup nya, iming-iming gue aja lu!!" balas Robi dengan emoticon tertawa.
Aksa pun tertawa dan ia justru menggoda Robi, "Saran gue, habis dari KKN, elu nikah aja deh, biar nggak kepingin seperti gue, enak banget, Bro! Sumpah nikmatnya surga dunia, kalau gue mau, gue nggak mau lepas dari Zizi, nempel aja terus nggak apa-apa," ungkap Aksa dengan emoticon tertawa. Setelah itu Aksa mengirimkan sticker mesum kepada Robi.
Seketika Robi membulatkan matanya saat melihat sticker yang Aksa kirimkan.
__ADS_1
"Waaahhhh parah nih anak, pikirannya udah terkontaminasi, eh tapi bagus juga sticker nya, simpen ah entar kirim ke nomor Juminten, hihihi!!" batin Robi sambil senyum-senyum.
*
*
*
Sementara itu Zizi lalu bertanya, apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun mengecek ponsel miliknya, takut jika teman-temannya menanyakan tentang dirinya.
Benar saja, Zizi mendapat pesan WhatsApp dari teman-temannya yang menanyakan tentang keberadaan dirinya tadi malam.
"Zi! Elu kemana sih? Kita nyariin elu tahu, nggak? Elu pergi dengan Aksa, ya! Gawat Zi, pak lurah nanyain keberadaan kalian."
"Mampus lu, Zi!! Elu dicari pak lurah tuh, makanya jangan kelayapan nggak jelas, pacaran mulu, siap-siap kita bakalan ditendang oleh pak lurah, semua ini gara-gara elu, kalau elu dan Aksa ketahuan berbuat mesum,"
Pesan dari Juleha, bukan cuma dari Juleha dan Rere saja, hampir semua teman-teman cewek Zizi menanyakan keberadaan dirinya.
Zizi pun menunjukkan pesan itu kepada suaminya, dan Aksa pun tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi kepada teman-temannya.
"Aduh gawat, Kang!" seru Zizi panik.
"Apanya yang gawat?" balas Aksa sembari merangkul pundak sang istri.
"Ini nih, teman-teman nanyain kita, dan pak lurah juga sudah tahu kepergian kita berdua, gimana dong, Kang! Kamu sih mereka jadi gempar, kan?" sahut Zizi sambil menunjukkan chat-chat dari teman-temannya, sementara itu Aksa sibuk memainkan ujung bukit kembar sang istri yang masih menggantung manja.
__ADS_1
"Udahlah, kamu tidak usah cemas, biarkan saja mereka heboh sendiri, sebentar lagi mereka juga bakal tahu hubungan kita, santai saja dong Sayang!! Kita nikmati dulu kebersamaan kita, mumpung masih pagi, nanti kita balik agak siangan dikit, biarkan mereka kelabakan dulu," ucap Aksa yang terus memainkan ujung bukit kembar itu bergantian, sementara bibirnya tak henti-hentinya mencumbu leher Zizi penuh gairah.
Zizi pun merasa jika sang suami kambuh lagi penyakit mesumnya, ia pun berkata kepada suaminya sambil scroll-scroll chat dari teman-temannya.
"Ihhh Akang!! Kamu jangan mulai lagi deh, udah mandi sana, setelah ini kita balik ke penginapan, aduhh ... awwww Akang kamu nakal banget sih," seru Zizi saat Aksa memberikan simbol cinta miliknya pada leher Zizi sebelah kiri, sehingga membuat Zizi sedikit geli dengan perlakuan suaminya.
Sementara itu Zizi masih memegang ponselnya, kini tangan Aksa berpindah tempat di antara pangkal paha sang istri, seketika Zizi melemparkan ponselnya saat tangan nakal itu bermain di sana.
"Jangan, Kang! Sudah siang ayo kita mandi, semalam kan udah, apa kamu nggak capek?" ucap Zizi sembari menahan rasa geli yang mulai mendera.
Aksa tidak cuma tersenyum dan hanya menjawab dengan sebuah kata, "Sekali lagi," setelah kata itu terucap dari bibir Aksa. Ia pun kembali menutupkan selimut ke seluruh tubuh mereka, entah apa yang mereka lakukan, hanya mereka yang tahu. 😁
Sementara di tempat lain, pagi itu semua mahasiswa berkumpul sembari menunggu kedatangan Aksa dan Zizi, pak lurah tak ketinggalan Sari juga menunggu kedatangan Aksa dan Zizi yang mendadak menjadi artis, kedatangan mereka sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar baru mereka.
"Ya ampun mereka lama banget sih nggak muncul-muncul," seru Fikri sambil memperhatikan jam tangannya, Robi yang tahu itu ia pun mendekati Fikri dan berkata kepada sohibnya itu.
"Nggak usah nungguin mereka, buang-buang waktu, orang mereka masih sibuk healing ke nirwana kok," sahut Robi yang ternyata tak sengaja didengar oleh Sari.
"Maksud Mas Robi apa? Mereka sedang healing. Healing itu apa, Mas?" tanya Sari penasaran, tentu saja Sari belum mengerti istilah alay seperti itu, karena dirinya hidup di desa yang tentunya pergaulannya berbeda dengan di kota.
"Eh Mbak Sari, hehehe iya mereka sedang healing, healing itu apa ya, emm healing itu kipas yang muter di atas helikopter, iya itu!!" jawab Robi ngasal. Sehingga membuat Sari salah faham.
"Apa? Jadi sekarang mereka sedang berada di atas baling-baling helikopter? Ya ampun mereka berdua ngapain di sana!?" seru Sari yang spontan membuat Robi dan Fikri garuk-garuk kepalanya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1