SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Suami langka


__ADS_3

Setelah Bening cukup tertawa dengan ulah Aksa, kemudian ia pun segera memberikan resep vitamin kepada Zizi sembari mengatakan sesuatu kepada pasangan muda itu.


"Ini vitamin untuk Zizi agar kandungan nya semakin kuat, untuk tiga bulan pertama jangan terlalu banyak beraktivitas yang berat-berat, ya!" seru Bening yang langsung diprotes oleh Aksa.


"Loh, Mbak! Nggak boleh aktivitas berat-berat macam mana? Setiap hari Zizi mengangkat beban berat kok, gimana dong! Masa iya harus dihentikan. Waaahhhh janganlah, Mbak. Gimana dengan nasib saya nanti," ungkap Aksa yang tidak dimengerti oleh Bening. Zizi pun ikut bingung dengan pengakuan sang suami, dirinya setiap hari tidak pernah merasa beraktivitas berat, justru Zizi sering bermalas-malasan sambil nyemil makanan.


"Ya untuk sementara tidak boleh, demi jabang bayi yang ada dalam rahim Zizi, usia kandungannya masih rentan jika Zizi beraktivitas yang berat-berat," ucap Bening yang menjelaskan kenapa dirinya menyarankan Zizi untuk menjauhi aktivitas yang berat.


"Waduh!" Aksa tampak menepuk jidatnya sendiri. Tentu saja Bening dan Zizi bingung dengan sikap Aksa yang sepertinya tidak suka saran dari Bening.


"Kamu kenapa? Kok malah nggak suka gitu, ini demi bayi kalian loh, pokoknya Zizi harus banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi, jangan terlalu capek karena aktifitas berat, kasihan nanti Zizi dan bayinya," ucap Bening. Kemudian Aksa pun menjawab pertanyaan Bening yang tentu saja membuat sang dokter geleng-geleng kepala.


"Ya iyalah Zizi pasti tak suruh istirahat, Mbak! Pasti aku suruh dia bermalas-malasan, tak suruh dia makan yang banyak, tapi untuk aktivitas berat itu yang nggak bisa aku larang, Mbak!" ungkap Aksa yang semakin membuat Bening penasaran.

__ADS_1


"Memangnya aktifitas berat apa sih yang kamu maksud?" tanya Bening.


Aksa pun tertawa kecil sambil melirik ke arah sang istri yang juga masih bingung dengan maksud sang suami.


"Ya itu ... setiap hari Zizi kan nahan aku pas push up, Mbak! Dia kan beraktivitas berat, nahan bobot tubuh suaminya, bukankah itu aktivitas yang berat, Mbak? Kalau aktivitas itu dihentikan, bagaimana dengan nasibku selanjutnya, Mbak?" ungkap Aksa yang seketika membuat Bening dan Zizi memutar bola mata.


"Astaga!! Aku kira aktivitas berat apaan? Aduhh Aksa Aksa dari dulu kamu tuh ada aja alasannya," sahut Bening yang membuat Aksa cengar-cengir. Sementara itu Zizi tampak mencubit pinggang suaminya.


"Ihhh, Akang gimana sih! Malu tuh sama Mbak Bening," bisik Zizi dengan wajah tersipu malu.


Bening pun mengerti perasaan Aksa, kemudian ia pun menjelaskan kepada mereka agar usia kehamilan yang masih trimester pertama ini dijaga dengan baik, mengingat usia trimester pertama sangat rentan terhadap hal-hal yang menyebabkan keguguran.


"Gini, ya! Mbak nggak ngelarang kamu untuk melakukan aktivitas itu. Tapi, dengan catatan kamu harus hati-hati, dan kalau bisa jangan sering-sering, ini juga demi kesehatan bayi kamu yang masih kecil, kamu nggak kasihan sama bayimu yang pastinya pusing merasakan Papanya goyangin Mamanya mulu," jelas Bening yang membuat Aksa cengar-cengir.

__ADS_1


"Hehehe gitu, ya! Iya deh aku nggak bakalan sering-sering goyangin Zizi, palingan seminggu ada 7 kali eh ...." Aksa seketika berhenti berkata saat Bening menyela pembicaraannya.


"Ha ... seminggu 7 kali? Aduhhh itu sama aja dengan setiap hari Masbro! Hadehh Zizi ... nggak bisa bayangin aku punya suami kayak Aksa tuh," ucap Bening sembari menghela nafas panjangnya.


Zizi pun juga hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar celotehan gokil sang suami.


"Mbak Bening nggak usah terkejut, suamiku ini memang sangat langka, Mbak!" balas Zizi yang membuat Aksa memeluknya sembari berkata, "Iya iya aku ngerti kok yang dimaksud oleh Mbak Bening, aku pasti jagain bayi kita, kalau kamu mau aku bisa kok nahan sampai tiga bulan, agar kamu dan bayi kita tetap sehat dan baik-baik saja. Biar Dede gemoy nya puasa dulu."


Mendengar pengakuan dari suaminya, Zizi pun langsung membalas, "Ya jangan dong, Kang! Jangan tiga bulan full, kasihan bakpao hangat nya nggak ada yang incipin, melempem nanti, Kang!"


Mendengar percakapan antara Aksa dan Zizi, Bening pun hanya bisa garuk-garuk pelipisnya, apa maksud Dede gemoy dan bakpao yang dimaksud keduanya, dan Bening pun hanya bisa tersenyum paksa.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1



__ADS_2