
Zizi hanya bisa mengepalkan kedua tangannya sambil melihat kepergian sang suami, "Oh gitu ya, elu main panas-panasan, oke! Elu jual gue beli, emangnya elu doang yang bisa," gerutu Zizi sambil dirinya juga pergi ke dalam kelas, mereka berdua berada dalam satu kelas, keduanya sama-sama memilih jurusan biologi.
Aksa yang sudah ditunggu oleh kedua kawannya, Robi dan Fikri. Ia pun menghampiri kedua sohibnya itu yang sedang berdiri di depan kelas.
"Hai Bro! Waahh pengantin baru udah masuk kuliah aja nih, aje gile seger banget tuh muka," celetuk Robi yang melihat wajah Aksa yang semakin ceria. Mengalahkan wajah ceria anak TK saat diajak jalan-jalan.
"Ya pastilah Bro! Gimana nggak seger, sekarang setiap pagi pasti keramas," sahut Fikri sambil menepuk pundak Aksa.
Aksa pun tertawa kecil kepada kedua sohibnya itu, "Dengerin gue, ternyata nikah itu enak, Bro! Dulu gue mikirnya nikah sama sohib sendiri itu sebuah beban, diomeli mulu, nyatanya sangat menyenangkan, setiap malam ada yang ngelonin, jiahaaa elu para jomblo pasti ngiler bakalan pingin lu kalo gue ceritain," balas Aksa yang membuat kedua sohibnya itu semakin penasaran.
"Waduh! Sayang banget gue belum ada calon, nggak ada yang mau kawin sama gue, gimana dong? Teman akrab gue cuma si Fikri doang, masa gue kawin sama si Fikri, huekkk!" seloroh Robi yang memaksa Fikri menjawab, "Eh pea! Elu pikir gue nggak bakalan mual kawin sama elu, gila aja!"
Aksa pun tertawa melihat tingkah konyol kedua sohibnya itu, hingga akhirnya tanpa sengaja Ia melihat sang istri yang sedang berjalan masuk menuju ke kelas, Zizi terlihat diam dan cuek saat Aksa memperhatikan dirinya, hingga akhirnya pandangan mata Aksa dikejutkan dengan Rendy yang tiba-tiba menyapa Zizi.
"Hai Zi! Elu udah baikan? Gue denger dari Rere elu katanya sakit?" tanya Rendy kepada Zizi. Zizi pun berhenti dan menjawab pertanyaan dari Rendy.
__ADS_1
"Hmm ... iya gue sakit, tapi sekarang udah sehat kok," jawabnya sembari tersenyum.
Sementara itu Aksa yang melihat Rendy tengah mendekati sang istri, Ia terlihat kesal. "Waahh ngapain tuh si codot deketin bini gue, awas aja kalau berani macam-macam, gue lipat lu jadi kertas lipat," umpat Aksa yang membuat kedua sohibnya tertawa kecil.
"Waahh Bro! Hati-hati noh, Rendy bisa merebut perhatian Zizi dari elu, secara kan si Rendy belum tahu kalau kalian udah nikah," sahut Robi mengingatkan.
"Bener kata Robi tuh, apalagi nih ya! Dulu si Zizi kan demen banget sama si Rendy, awas aja lu bakal kegeser oleh si Rendy." Mendengar ucapan kedua temannya, Aksa pun memutuskan untuk menghampiri Rendy yang saat itu sedang berbicara dengan sang istri.
Dengan gaya sok cuek Aksa menghampiri Rendy dan berkata langsung di depan temannya itu agar ia segera pergi dari samping Zizi. "Hai Bro! Ngapain lu si sini?" tanya Aksa pura-pura sambil melihat wajah Zizi yang tidak memandang dirinya. Zizi terlihat cuek dan masih sebal dengan kejadian di parkiran tadi.
"Ya elah, gue pikir apaan, ya udah sono masuk kelas elu, Zizi udah baikan, nggak usah khawatir lagi, dia pasti baik-baik saja," Aksa berkata sembari menarik tangan Zizi agar tidak dekat-dekat dengan Rendy. Rendy yang merasa sudah cukup lega mengetahui kabar Zizi, ia pun memutuskan untuk segera pergi ke kelasnya.
"Oh ya sudah! Gue pergi dulu ya, Zi! Jaga kesehatan elu, jangan telat makan, jangan sakit lagi, beberapa lagi kita bakalan ada kegiatan KKN, biar elu bisa ikut," seru Rendy mengingatkan jika sebentar lagi kampus mereka akan mengadakan KKN bagi mahasiswa yang sudah semester 7.
Zizi pun menjawab, "Iya thanks banget ya, udah ingetin gue, pastilah gue ikut KKN, apalagi kalau ada elu, pasti semangat gue," Zizi berkata sembari melirik ke arah sohibnya, ia sengaja berkata seperti itu untuk membalas ucapan Aksa kepada Juleha tadi.
__ADS_1
Rendy pun tersenyum dan setelah itu Ia segera meninggalkan mereka berdua.
"Ya udah, gue masuk dulu, bye!" pamit Rendy.
"Bye!" Zizi pun membalasnya dengan senyuman.
Setelah Rendy pergi dari hadapan keduanya, Aksa pun terlihat menirukan gaya Zizi yang sedang berbicara dengan Rendy.
"Iya thanks ya udah ingetin gue, gue pasti ikut KKN, apalagi ada elu, gue pasti semangat. Dihhh kecentilan lu!" sindir Aksa yang membuat Zizi semakin kesal.
"Diihhh apaan sih lu, bodo amat gue sama elu, sono sama Juleha sono, udah ada yang perhatian tuh, nggak usah perhatian-perhatian sama gue buaya Empang!" setelah mengatakan hal itu, Zizi pun segera masuk ke dalam kelas.
"Eh Zi! Dengerin gue dulu!" Aksa menarik tangan Zizi agar istrinya itu mendengarkan dirinya, tapi Zizi sudah dibuat kesal dengan sikap Aksa kepada Juleha.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1