
Alaska menutup pintu lift dan menekan angka dua untuk turun ke lantai paling bawah, disaat lift mulai berjalan, Bening melihat seorang laki-laki di depannya, postur tubuh laki-laki itu mengingatkan dirinya akan seseorang yang dulu selalu membuatnya tersenyum, iya sosok itu mirip sekali dengan Alaska, sahabatnya yang sudah 7 tahun terakhir berpisah karena sang sahabat harus melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
Bening memperhatikan Alaska dari belakang, sementara itu Alaska masih belum sadar jika gadis di belakangnya itu adalah Bening, sahabatnya yang selama ini ia cari keberadaannya.
"Sepertinya aku pernah melihat pria ini? Tapi dimana? Dia mengingatkan ku dengan Alaska, bagaimana kabarnya sekarang?" batin Bening. Hingga akhirnya tiba-tiba lift mendadak berhenti dan lampu dalam lift itu mati.
Spontan Bening menjerit dan memeluk pria yang ada di depannya, seketika Alaska terkejut saat mendengar suara jeritan wanita yang ada di belakangnya, apalagi wanita itu memeluk dirinya karena ketakutan.
"Awwww Mama ... gelaaappp aku takut!!!"
Suara itu, iya suara itu mirip sekali dengan suara seseorang yang dicari keberadaannya oleh Alaska.
"Bening!!" spontan kata itu keluar dari bibir Alaska dan dengan cepat Bening melepaskan diri dari tubuh Alaska, dengan cepat gadis itu menatap Alaska yang langsung membalikkan badannya tatkala dirinya mendengar suara Bening berteriak.
"Kamu siapa?" tanya Bening dalam suasana gelap di dalam lift itu, tentu saja Alaska sangat yakin jika itu adalah suara sahabatnya yang ia cari-cari alamat rumahnya. Tanpa basa-basi lagi Alaska segera memeluk sang sahabat yang berdiri di depannya itu.
"Bening!! Ini elu beneran Bening, kan? Gue yakin ini elu," seru Alaska sambil memeluk sohibnya itu. Tentu saja dalam gelap Bening masih bisa mengenali warna suara sohibnya itu yang sudah lama berpisah itu.
"Alaska! Ini beneran elu? Alaska Mahesa? Yang suka nonton film biru itu, kan? Sohib gue yang gila?"tanya Bening untuk meyakinkan jika itu benar-benar sohibnya.
Alaska pun segera melepaskan pelukannya dan ia pun mengambil ponsel dan menyalakan senter LED ponsel, akhirnya mereka berdua pun saling melototkan matanya ketika melihat wajah sohibnya sendiri.
"Alaska!!"
__ADS_1
"Bening!!"
Keduanya tercengang, mereka mulai mengenal wajah masing-masing karena cahaya dari senter itu membuat Alaska bisa melihat wajah sohibnya yang selama beberapa tahun tidak pernah bertemu, pun sama Bening juga melihat wajah sahabatnya lagi yang selalu somplak itu, setelah dirinya berpisah dan tidak pernah bertemu lagi, hingga akhirnya sekarang mereka dipertemukan kembali di dalam lift yang saat itu sedang mengalami gangguan karena listrik padam.
"Elu ... kok ada di sini? Bukannya elu ada di London? Ngapain elu balik, Sob! Mending elu di sana aja nggak usah balik-balik lagi ke sini, bisa-bisa semua perawan di sini elu kadalin semua," seru Bening yang membuat Alaska tertawa.
"Gue kangen sama elu, makanya gue pulang, eh Ning! Kok elu beda banget nggak kayak dulu sih! Lagian ngapain lu di sini? Dari hotel lagi, hayo lu ngapain??" balas Aksa balik bertanya.
"Hah apanya yang beda, perasaan gue sama aja kayak dulu lagipula bukan urusan elu gue ngapain di sini! Nah elu sendiri ngapain di sini? Pulang kapan lu?" tanya Bening.
"Tadi pagi gue baru nyampe di sini, eh nggak tahunya ... ah sudahlah nggak perlu gue ceritain, malu gue!!" balas Alaska yang tidak ingin bercerita jika dirinya sedang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
"Malu?? Emang lu ngapain, ngehamilin anak orang lu!! Waaahhhh makin ganas aja lu!!" sahut Bening yang seketika membuat Alaska mengelaknya.
"Hah apa?? Enak aja ngehamilin gue, gue mah ogah hamil anak elu, bisa-bisa anak gue ikut gila kayak bapaknya," sahut Bening.
Mereka berdua pun tampak saling tertawa dan bercanda, melepaskan rindu yang selama ini mereka pendam sebagai sahabat karib sambil menunggu liftnya jalan kembali.
Hingga akhirnya, sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Alaska. "Ning! Kok elu susah banget sih gue hubungi, gue tuh selama ini nyari keberadaan elu, gue nyari sosial media elu, ternyata nggak ada elu sudah tutup semua akun elu, bingung gue," seru Alaska sambil menyandarkan punggungnya pada dinding lift.
Bening pun ikut menyandarkan punggungnya pada dinding lift, kemudian Ia pun berkata, "Gue ngga mau ganggu study elu! Gue juga fokus sama kuliah gue, mungkin waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kita mewujudkan cita-cita kita, sorry ya Bro! Gue nggak bermaksud melupakan persahabatan kita, itu semua gue lakukan supaya gue bisa terbiasa tanpa elu," seketika pengakuan Bening membuat Alaska menatap wajah sang sahabat.
"Cieee itu artinya elu sayang banget kan sama gue, sampai keinget terus kebersamaan kita, jiahaaa!!" ledek Alaska yang sama seperti dulu saat mereka bersama, Bening yang tak terima diledek seperti itu, ia pun segera mengacak-acak rambut Alaska sama saat dulu mereka masih suka bercanda.
__ADS_1
"Ihhhh omongan elu bikin gue gedek aja!" ucapnya sembari terus mengacak-acak rambut Alaska.
Tiba-tiba saja lift menyala dan bergerak, spontan mereka terkejut, keduanya sama-sama terjatuh saat gerakan lift itu mulai normal kembali.
Pada akhirnya tubuh Alaska menahan tubuh Bening, agar sohibnya itu tidak sampai terjatuh di atas lantai lift, keduanya pun saling menatap. Alaska melihat wajah Bening yang berbeda dari dulu saat keduanya masih kumpul bersama. Kini Bening terlihat semakin cantik, dan tidak terlihat polos lagi.
Bening pun merasa jika Alaska juga sangat berbeda dengan dulu, wajah Alaska yang dulu penuh ditumbuhi jerawat, kini terlihat halus dan semakin tampan.
Seketika Bening mengedipkan kelopak matanya beberapa kali, kemudian ia pun berkata, "Eh jerawat lu kemana, Bro? Elu jual, ya? Kok ilang sih, padahal dulu banyak banget kayak bintang-bintang di langit,"
Spontan Alaska menjawab, "Gue jual ke pasar loak, puas loh!!" jawaban gila dari Alaska membuat Bening tak bisa menahan tawanya.
Melihat Bening tertawa, nyatanya membuat Alaska tergoda untuk mencium pipi sohibnya itu, dan ....
'Cup'
Spontan Bening menampar pipi Alaska, dan setelah itu ia pun berkata, "Kok elu nyium gue sih! Tega lu, Bro!! Hiks hiks hiks, nggak nyangka gue, huaaaaaa pipi gue udah nggak suci lagi ... Mamaaaa ..." Bening langsung keluar dari lift dan meninggalkan Alaska dengan berlari.
"Eh Bening, tunggu!! Maafin gue, Ning!!"
Alaska berusaha mengejar Bening untuk meminta maaf.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1