
Aksa terpaksa menggendong tubuh istrinya yang kedinginan tanpa busana itu, dan membawanya keluar dari kamar mandi dan setelah itu Aksa segera meletakkan tubuh Zizi di atas tempat tidur, untuk sesaat jiwa kelelakian Aksa tergoda ketika melihat tubuh polos istrinya yang tentu saja sangat menggoda iman itu.
"Shiiit! Apa-apaan nih. Dasar Dede nakal, suka banget sih bangun," umpat Aksa pada dirinya sendiri yang saat itu sedang hidup si Dede dengan sendirinya. Tidak ingin dirinya terlalu terpaku pada tubuh istrinya. Aksa pun menutupi tubuh sang istri dengan selimut yang tebal, kemudian Ia mencoba menyadarkan Zizi dengan menggoyang-goyangkan kedua pipinya.
"Zi, Zizi! Sadar woi, elu kenapa lu? Jangan bikin gue takut dong, ya elah pakai menggigil segala lagi. Elu pucat banget, Zi. Astaga! Gue musti gimana nih!" Aksa terlihat panik saat melihat istrinya yang sedang menggigil kedinginan.
Aksa berjalan mondar-mandir mencari cara agar bisa membuat istrinya segera sadar dan tidak lagi kedinginan.
__ADS_1
"Aduhhh kasihan juga lihatnya, nggak tega. Terus gue harus ngapain??" gerutu Aksa sambil memikirkan apa yang harus Ia lakukan. Hingga akhirnya ia teringat akan dirinya yang pernah pengalaman saat mendaki gunung bersama kelima teman-teman cowoknya, saat itu salah satu temannya ada yang terkena hipotermia saat berada di puncak, dan mereka menolong temannya itu dengan metode skin to skin, mereka saling bergantian membantu temannya itu agar bisa segera sadar. Dan Aksa pun tampak mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Woiya ... mungkin dengan cara itu Zizi bisa sadar, hmm semoga saja cara gue berhasil, biar bisa ngoceh lagi nih anak, sepi kalau nggak ada si bawel. Sorry, Zi! Gue harus nolongin elu, gue nggak tega lihat elu pucat kek gini, ya ampun anak orang!!" seru Aksa yang mulai melepaskan pakaiannya.
Sejenak dirinya merasa tidak nyaman saat sesuatu yang mulai terasa sesak itu menghalangi jalannya untuk bergerak.
Setelah itu Aksa mulai mendekati istrinya dan duduk di samping Zizi yang terlihat menggigil dengan bibir yang pucat. Perlahan, Aksa membuka selimut yang menutupi tubuh sang sohib dan dirinya mulai menghela nafas.
__ADS_1
"Sorry, Zi! Gue terpaksa lakuin ini, mudah-mudahan elu ngga marah sama gue, gue janji nggak bakal macam-macam." Seru Aksa lirih. Dan akhirnya dengan segenap jiwa Aksa mulai masuk ke dalam selimut bersama dengan sang istri, agar Zizi segera tersadar dari hipotermia yang sedang menimpanya.
Setelah Aksa berada di dalam selimut dan tubuh mereka bersentuhan, nyatanya si Dede gemoy tidak mau tidur juga, bahkan terasa sangat sesak, hingga membuat Aksa merasa sangat tidak nyaman, ditambah lagi dadanya yang menghimpit dada sang istri, bisa dibayangkan bagaimana posisi Aksa saat itu, belum lagi tangannya yang membelai wajah Zizi yang masih terlihat cantik meskipun sedang memejamkan matanya.
"Huassseeemmm!!! Haruskah gue melakukannya? Anjiiirrr gue nggak nahan banget nih, ah ya Tuhan! Kuatkan iman hamba dari godaan setan ... eh bukan setan ding ... dari godaan lobang buaya Empang. Sorry Zi, gue benar-benar nggak nahan beneran!!" batin Aksa sembari menatap bibir Zizi yang sedang bergetar kedinginan.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1