SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Saaahhhh


__ADS_3

Setelah beberapa saat.


"Saaaahhhhhh!"


Akhirnya, selesai sudah Alaska mengucapkan ijab kabul di depan penghulu dan kedua orang tua Bening, kini mereka berdua resmi menjadi suami istri. Alaska dan Bening tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka, setelah doa selesai, setelah itu mereka saling bertukar cincin.


Alaska terlebih dahulu menyematkan cincin kawin itu di jari manis sang istri, kemudian berganti Bening yang menyematkan cincin di jari manis sang suami. Setelah menyematkan cincin pernikahan, Bening mencium tangan sang suami, kemudian dibalas kecupan hangat pada kening sang istri.


Keduanya terlihat malu-malu meong, wajah keduanya terlihat memerah saking malunya, hingga akhirnya Aksa dan Zizi menghampiri pengantin baru itu.


"Cieeeee ... cihuy! Akhirnya halal juga, selamat ya Kakak ipar, selamat menempuh hidup baru, hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan tentunya penuh dengan nafas ngos-ngosan," ucap Aksa kepada keduanya. Sontak Alaska mengernyitkan dahinya.


"Ngos-ngosan? Kenapa bisa begitu?" tanya Alaska penasaran.


"Ya iyalah ngos-ngosan, Mas Alaska bakal olahraga setiap malam, capeknya ngalahin lari maraton seratus meter, tapi dijamin nggak bakalan kapok, pasti keterusan dan selalu mencobanya, eheee!" goda Aksa yang sudah lebih pengalaman dari kakak iparnya.


Alaska pun sedikit menjauh dari posisi Bening dan Zizi, kedua pria itu tampak sedang berbicara serius.


"Eh maksud kamu apa? Olahraga malam? Yang kayak gimana, aku belum pernah mencobanya," bisik Alaska penasaran.


"Yakin Mas belum pernah melakukannya? di London belum pernah?" Aksa balik bertanya.


"Nggak pernah, suerr! Aku di sana fokus kuliah, nggak pernah kepikiran untuk macam-macam, padahal di sana ceweknya pada bugil semua, tapi aku nggak tertarik, jelek kegedean, size nya terlalu besar nggak enak, aku suka yang imut-imut buatan dalam negeri, apalagi aku kepikiran Bening terus," balas Alaska yang membuat Aksa tertawa kecil.


"Kamu tuh lucu, Mas! Disuguhi yang gede kok nggak mau," sahut Aksa. Keduanya pun saling tertawa.


"Gede nggak jaminan enak, lubangnya udah melar semua, aku nggak tergiur sama sekali," balas Alaska yang semakin membuat Aksa melongo.


"Anjayyy lubangnya melar wkwkwk!" sahut Aksa yang tidak bisa berhenti tertawa. Alaska pun semakin tertawa melihat adik iparnya tertawa.


Sementara itu, Bening dan Zizi juga sedang berbisik sambil memperhatikan suami-suami mereka yang tampak tertawa lepas.


"Mereka ngomong apaan sih!" seru Bening penasaran.


"Heleh palingan juga ngomongin itu," sahut Zizi yang sudah mengerti arah pembicaraan kedua pria itu.


"Ngomongin apaan?" Bening semakin penasaran.


"Biasa Mbak! Pasti ngomongin anu!" seru Zizi sambil garuk-garuk kepala.


"Anu ...??" Bening pun tampak bingung, karena dirinya belum mengerti maksud adik iparnya.


"Udah!! Nanti Mbak Bening juga pasti ngerti, Zizi ingatkan saja sama Mbak Bening, persiapkan mental karena malam ini Mbak Bening bakalan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup Mbak, tapi ... meskipun Mbak Bening kehilangan itu, Mbak Bening tidak akan pernah menyesal, karena tahu nggak sih, Mbak! Rasanya tuh ya ampun ... bikin nagih!!" bisik Zizi yang membuat Bening mulai mengerti.

__ADS_1


"Maksudmu?" Bening menatap wajah Zizi yang sedang tersenyum kepadanya.


"Hmm ...!" Zizi menganggukkan kepala.


*


*


*


Setelah Alaska dan Bening meminta doa restu kepada kedua orang tua mereka, resepsi pernikahan mereka pun dilaksanakan hari itu juga, Daddy Dion dan Mama Nafa sangat bahagia, akhirnya mereka mendapatkan menantu bersamaan dengan berita kehamilan Zizi. Sungguh pasangan romantis itu tak henti-hentinya berucap syukur.


Sama halnya dengan Papa Carlos dan Mama Ara, mereka berdua juga tak kalah bahagia dengan pernikahan anak mereka satu-satunya. Bening mendapatkan suami yang sesuai dengan kriteria Papa Carlos, seorang sarjana lulusan dari London.


"Nah! Bagaimana? Sekarang kamu sudah puas? Masih mau menggagalkan pernikahan Bening?" seru Daddy Dion kepada putranya.


"Ah Daddy! Kenapa Daddy nggak bilang sih kalau Bening itu calon istri Alaska, kalau tahu dari awal nggak bakalan Alaska nekat kayak gini, Dadd! Malu sama mertua!" balas Alaska.


"Nah kan Daddy udah coba pertemukan kalian berdua, eh nggak tahunya kalian berdua malah nyamar pake baju aneh-aneh, kalau saja waktu itu kalian berpenampilan biasa, pasti tahu wajah masing-masing, salah Kalian sendiri, makanya kami memutuskan untuk mengerjai kalian berdua," ungkap Daddy Dion.


Alaska pun hanya bisa cengar-cengir, ia pun teringat saat dirinya berdandan dengan memakai brewok dan kumis palsu. Pun sama Bening pun juga ingat saat dirinya memakai masker dan kacamata untuk menutupi wajah aslinya. Keduanya pun tertawa kecil kala mengingat kejadian itu.


"Hehehe kirain calon istri Alaska itu matanya juling dan giginya monyong, eh nggak tahunya Bu dokter cantik," sahut Alaska sembari tersenyum kepada istrinya.


"Diihh kok monyong sih, elu pikir gue monyong dan juling?" Bening pun tak terima saat Alaska berkata demikian.


"Iya iya, elu sendiri juga, ngapain pakai banyak rambut di muka, bikin ilfeel aja deh! Itu muka rambut semua, geli tahu nggak!" sahut Bening.


Alaska pun tertawa, ternyata penyamarannya membuat Bening tertipu.


"Nggak apa-apa berbulu, itukan cuma rambut palsu, tapi sebenarnya nggak lebat-lebat amat kok, masih bagus dan sangat menggairahkan," celetuk Alaska sembari berbisik pada telinga Bening.


"Idiihh apaan menggairahkan, bodo amat! Nggak mau tahu gue!" sahut Bening sambil membayangkan apa yang diucapkan oleh suaminya.


"Entar lu juga tahu sendiri," bisik Alaska yang semakin membuat Bening senyum-senyum sendiri.


Hari pun semakin malam, Aksa dan Zizi pamit untuk pulang, tapi sebelum mereka pulang, kedua pasangan kocak itu tampak memberikan sesuatu kepada pasangan pengantin baru itu.


"Kami pulang dulu, Mas, Mbak. Sudah malam, Zizi harus istirahat, Mas Alaska dan Mbak Bening juga bisa istirahat. Et dah nggak mungkinlah bisa istirahat, pasti nggak bakalan bisa tidur nyenyak, sebelum ...!" Aksa tidak melanjutkan kata-katanya karena pastinya kedua pengantin baru itu sudah mengerti.


"Sebelum apa, Kang?" sindir Zizi yang juga memperhatikan rona wajah pengantin baru itu.


"Sebelum makan bakpao!" jawab Aksa singkat sambil cengengesan. Alaska dan Bening terlihat mikir apa yang dimaksud oleh Aksa dengan bakpao itu. Keduanya pun saling menatap dan seolah penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Aksa.

__ADS_1


"Bakpao apaan? Ngapain malam-malam makan bakpao, gue dari dulu nggak suka makan bakpao, makanan apaan!" sahut Alaska yang ternyata dirinya tidak menyukai makanan yang bernama bakpao.


Aksa pun langsung menyahuti ucapan Alaska, "Eh hati-hati kalau ngomong, Mas! Nanti bakalan ketagihan dan doyan banget loh makan bakpao nya, yakin! Nih, kita mau kasih surprise untuk kalian berdua," seru Aksa saat menyerahkan sebuah buku untuk pasangan pengantin itu.


"Apaan ini? Buku?" tanya Alaska saat melihat sebuah buku yang dibungkus dengan kertas kado.


"Itu bukan sekedar buku, Mas! Itu buku bakalan bikin kalian menambah pengetahuan tentang suami istri biar nggak salah jalan!" ungkap Aksa.


Alaska dan Bening memperhatikan buku yang diberikan oleh adik mereka itu.


"Buku apa sih ini? Buku primbon ya?" sahut Alaska yang membuat Zizi menepuk jidatnya.


"Ya elah Abang! Abang tuh lulusan London, tapi masih percaya dengan buku primbon, astaga!" Zizi berkata sembari memijit pelipisnya.


"Lah kan Abang cuma nebak, Kalian nggak ngomong sih!"


"Kalau kita ngomong sekarang, nggak surprise dong!" sahut Aksa.


Akhirnya, setelah memberikan hadiah untuk Alaska dan Bening, kini Zizi dan Aksa pun pulang, begitu pula tamu undangan juga mulai pulang, Daddy Dion dan Mama Nafa pun juga pamit pulang.


Kini, tinggal keluarga Papa Carlos dan pasangan pengantin baru itu.


"Ya sudah! Kalian berdua istirahat saja! Sudah malam, Papa dan Mama juga mau istirahat, Papa sudah menyiapkan tiket bulan madu ke pulau Lombok untuk kalian berdua," seru Papa Carlos.


"Terima kasih, Pa! Terima kasih banyak atas semuanya, maafkan Bening jika sempat berpikiran negatif kepada Papa," ucap Bening sembari memeluk sang Papa.


"Sudah-sudah, Papa tidak apa-apa, Papa sangat menyayangimu, tentu saja Papa ingin jodoh yang terbaik untukmu, Papa sudah tahu kalau kamu sebenarnya memiliki perasaan kepada Alaska, itu terbukti bahwa kamu masih menyimpan foto-foto sahabatmu itu, dan Mamamu juga sering bercerita jika kamu berbicara sendiri dengan foto Alaska, karena Papa tak percaya, akhirnya Papa lihat dengan mata kepala sendiri kalau kamu memang sering berbicara dengan Alaska sambil menandingi fotonya, maka dari itu Papa memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan anak Pak Dion yang kebetulan kami berdua adalah relasi bisnis, mudah sekali menjodohkan kamu dan Alaska tanpa sepengetahuan kalian," ungkap Papa Carlos kepada putrinya.


Kini, Bening mengerti kenapa perjodohan itu terjadi.


Akhirnya, Papa Carlos dan Mama Ara pergi ke kamar mereka, tinggal Bening dan Alaska yang masih saling diam, bingung harus berbuat apa.


"Ning! Elu nggak capek apa pakai konde segede itu? Gue ngantuk banget nih, kita tidur yuk!" ajak Alaska saat melihat wajah sang istri yang sudah lelah seharian dengan konde palsunya.


"Hah? Tidur sama elu?" sahut Bening.


"Ya iya emang lu mau tidur sama siapa? Tenang aja gue nggak bakalan ngapa-ngapain elu! Gue capek banget soalnya, ngantuk pingin tidur!" ucap Alaska sembari memijit pelipisnya.


Bening pun terpaksa mengajak Alaska untuk naik ke kamar pengantin mereka, karena keduanya terlihat kelelahan setelah seharian menemui tamu undangan, baik Alaska dan Bening pun berjalan sedikit sempoyongan, belum lagi Bening masih mengenakan gaun pengantin yang lengkap dengan riasan dan aksesoris berat di kepalanya, sehingga membuat Bening kesulitan saat menaiki tangga.


"Aduh aduh aduh!" Bening hendak terjatuh saat dirinya berjalan melewati anak tangga, beruntung Alaska segera menangkap tubuh istrinya sehingga Bening sampai terjatuh.


"Eh eh Ning, hati-hati dong!" ucap Alaska saat Bening bergelayut pada Alaska.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...



__ADS_2