
Zizi pun langsung menjawabnya ketus tak terima dibilang seperti suara kran, "Apaan sih Akang! Bodo amat, suaranya kayak keran kek, kayak tumis kangkung kek, toh kamu juga membutuhkannya, enak aja dibilangin kayak kran air," umpat Zizi sambil mengambil air untuk menyiramnya.
Setelah Zizi menyiram dan membasuhnya, ia pun segera memasang kembali celana miliknya, sementara itu Aksa tak kunjung juga selesai buang air kecil, aliran milik laki-laki dan perempuan sangat berbeda, dimana Zizi sudah selesai tapi suaminya justru hampir selesai.
Zizi melirik ke arah ujung keluarnya air itu, seketika Zizi tertawa kecil melihat pucuk Dede gemoy sang suami yang tampak kisut.
"Hihihi kayak kepala kura-kura, Kang. Kicep!" seru Zizi sembari cekikikan melihat kepala Dede gemoy yang biasanya besar menantang kini terlihat kecil dan kisut. Aksa pun spontan mencium pipi istrinya sambil berkata, "Kisut-kisut, mode tidur nih, beda kalau udah bangun, kamu nggak bakalan nolak, pasti glowing dan ganteng," sahut Aksa yang membuat Zizi tertawa kecil.
"Idiiih apaan sih, udah ah siram tuh kencing, habis itu kita keluar, entar dikiranya kita sedang berbuat dosa," ucap Zizi sambil mencuci tangannya. Aksa pun tampaknya ingin mengerjai istrinya dengan berpura-pura terjepit resleting.
"Awwww ... awww ... awwww ... aduh-aduh Mommy, Dedeku Mommy!!" pekik Aksa sembari mendekap perutnya. Spontan Zizi langsung mendekati suaminya dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Akang kamu kenapa?" tanya Zizi panik karena Aksa tampaknya sangat kesakitan.
__ADS_1
"Gawat, Zi! Ini bener-bener gawat, aduh!" rengek Aksa yang semakin membuat Zizi khawatir.
"Apa sih, Kang? Kamu jangan bikin aku khawatir deh!" Zizi pun berusaha ingin memeriksa apa yang menyebabkan sang suami kesakitan.
Aksa pun mengaku jika Dede gemoy nya terjepit resleting celana, sungguh itu sangat menyakitkan dan membuat dirinya merasa berada di ujung maut. Dengan berpura-pura lemas, Aksa berpesan kepada istrinya untuk tidak merindukan Dede gemoy miliknya yang sedang terjepit resleting, dan itu membuat Zizi terlihat panik dan semakin cemas.
"Zi! Aku rasa aku udah nggak kuat, rasanya sakiiiitttt banget, aku harap kamu tidak mencari Dede gemoy lagi, ya! Sepertinya nasib Dede gemoy sedang berada di ujung resleting, awwww sakiiiitttt anjayyyyyy!!!" mendengar keluhan suaminya, Zizi pun tidak tega dan berkata kepada suaminya, "Jangan dong, Kang! Dede gemoy nya jangan dimatiin, kalau nggak ada Dede gemoy aku nggak bisa tidur, Kang! Nggak ada yang menggelitik, mana gatal terus, mintanya digaruk mulu, huhuhuhu," ungkap Zizi sambil menangis, seketika Aksa tertawa kecil melihat ekspresi wajah Zizi yang masuk ke dalam perangkapnya.
Zizi melihat wajah sang suami yang sedang tersenyum kepadanya, ia pun sontak mengusap air matanya dan menarik tangannya dari lokasi Dede gemoy terjepit.
Kemudian Aksa memeluk istrinya sambil meminta maaf. "Iya iya sorry! Gitu aja nangis, kamu sayang banget ya sama Dede gemoy? Sampai segitu takutnya kehilangan dia, katanya jelek, kisut kayak kepala kura-kura, giliran dia mau pamitan kamu nya nyesek!" ucap Aksa sambil memeluk istrinya.
"Hmm ... kamu nakal!!" Zizi pun tampak memukuli dada sang suami, hingga akhirnya Aksa berkata kepada Zizi dengan mesra karena gemas melihat tingkah Zizi.
__ADS_1
"Kamu suka banget, ya! Apa kamu juga kangen? Dua hari loh, Zi! Sekarang hampir tiga hari, omegot waktunya servis nih!" ucap Aksa sambil meraba-raba bibir Istrinya.
"Ya kangen dong! Emang kamu doang yang kangen," balas Zizi sambil bermain pada bulu-bulu halus yang tumbuh di daerah rahang sang suami. Aksa tersenyum dengan tatapannya yang nakal.
Untuk sejenak mereka berdua berciuman untuk melepaskan rasa rindu mereka setelah tiga hari mereka tidak saling bersentuhan, ciuman itu kian panas tatkala Zizi mencumbu dada sang suami.
"Zi ... Zi! Aduh nggak kuat, Zi!! Udah kenceng!!" bisik Aksa saat merasakan jika Dede gemoy nya terasa begitu tegang. Spontan Zizi mendorong tubuh suaminya dan Ia pun berkata.
"Emang enak dikerjain, weekkk! Rasain tuh nyeri-nyeri asoyy! Daahhh Akang! Aku mau keluar dulu, yukk ... papayyyy!!" seru Zizi sambil berdada ria dan meninggalkan sang suami dengan segala pusing di kepalanya. Zizi berhasil membalas kejahilan suaminya yang baru saja sukses membuatnya menangis.
Aksa pun hanya bisa menyender pada dinding kamar mandi sambil menunggu Dede gemoy nya tenang kembali.
"Awas kamu, Zi! Pokonya bakalan aku bikin kamu ampun-ampun!!" batin Aksa sembari tersenyum.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...