SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Di tepi danau


__ADS_3

Aksa membawa Zizi ke suatu tempat yang tidak jauh dari samping rumah, suasana gelap pun mulai membuat Zizi semakin merapatkan dirinya kepada sang suami.


"Kang! Kita mau kemana sih? Jangan jauh-jauh nanti kita bisa ilang," seru Zizi khawatir. Aksa pun berusaha untuk menenangkan sang istri dengan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang indah di pinggir danau di tempat itu.


"Kita duduk di sini!" tunjuk Aksa pada sebuah tempat duduk panjang yang terbuat dari sebuah kayu besar, Zizi pun menuruti permintaan sang suami, rupanya tempat itu benar-benar indah, meskipun di malam hari suasana di tepi sebuah danau itu tidak terlalu gelap, masih banyak lampu yang menerangi di sekitarnya, dan masih ada juga beberapa orang yang lewat di sana.


"Hmm! Bagus kan pemandangannya? Tadi aku sempat lihat tempat ini sebelum kita turun dari bus, kayaknya di sini tempatnya sangat romantis dan cocok untuk berduaan," seru Aksa sembari merangkul pundak sang istri.

__ADS_1


"Hmm ... iya kamu benar, Kang! Ternyata suasana nya benar-benar nyaman, ya?" sahut Zizi sambil menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami. Keduanya pun menikmati kebersamaan di pinggir danau itu, semilir angin yang membuat suasana kian mesra, semakin erat juga Aksa memeluk istrinya.


Tanpa mereka sadari, rupanya dua gadis temannya sedang mengintip kemesraan Aksa dan Zizi, tentu saja Juleha dan Juminten sedang bersembunyi di balik semak-semak dan mengintai mereka berdua.


"Ciihhh! Najong banget sih si Zizi, lihat tuh mereka berdua sudah keterlaluan, ini nggak bisa dibiarkan, kelakukan mereka tuh malu-maluin nama kampus kita tahu, nggak? Bagaimana kalau pak lurah tahu masalah ini, ihh malu banget, kan?" bisik Juleha yang geram dengan ulah Zizi yang sedang berpelukan dengan suaminya.


"Kamu benar, Jul! Kayaknya kita harus kerjain mereka berdua tuh, kita permalukan mereka, tapi kita harus mengumpulkan banyak bukti dulu sebelum membalas perlakuan Zizi yang sok alim itu." Juminten pun tidak kalah geram melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Aksa dan Zizi, apalagi mereka berdua terlihat saling berciuman.

__ADS_1


"Ihhhh menjijikkan sekali, Zizi nggak tahu malu banget, ngakunya teman, sahabat, Preet lah! Sahabat kok mesum gitu, perlu dikasih pelajaran mereka berdua," umpat Juminten yang sedang memegang kamera untuk merekam Aksa dan Zizi yang sedang berciuman.


"Fix itu semua Zizi yang harus disalahkan, Aksa tidak mungkin mau mencium Zizi kalau bukan karena rayuan perempuan gatel itu, pokonya kita harus permalukan Zizi, biar semuanya tahu bagaimana kelakuan bejat Zizi yang sok suci itu," sambung Juleha yang tidak suka cowok yang ia sukai ternyata bermesraan dengan Zizi.


Sementara itu, ditengah-tengah Aksa dan Zizi menikmati ciuman mereka, tiba-tiba saja Zizi melepaskan pagutan mesra itu sembari berkata, "Jangan teruskan, Akang! Nanti ada yang lihat."


"Nanggung, Zi! Gimana dong? Mana tambah dingin banget lagi, nggak bisa bobo nih!" ungkap Aksa yang merasa Dede gemoy nya semakin tegang.

__ADS_1


"Akang sabar dong! Kita ini sedang berada di tempat lain, bukan di rumah, Kang. Kita harus menghormati daerah ini, jangan sampai ada warga yang mengetahui apa yang sedang kita lakukan, aku tidak mau ada huru-hara gara-gara kita, kita kembali yuk, Kang? Aku buatin kopi untukmu, biar sedikit hangat, jangan keinget bakpao melulu ah," seru Zizi sembari mencubit hidung sang suami.


... BERSAMBUNG...


__ADS_2