SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Sampai di peternakan


__ADS_3

"Enak aja ngatain gue kodok kejepit, elu tuh kadal kecekik," umpat Juleha membalas Fikri, keempat orang itu tampak ribut sendiri, akhirnya Rendy datang menghampiri mereka dan berkata, "Woi! Ini ngapain juga berantem, ayo jalan, gue sumpahi kalian semua pada berjodoh noh!" seru Rendy yang seketika membuat Aksa dan Zizi tertawa.


"Jiahaaa gue setuju tuh kalau mereka berjodoh, cucok meong berantem mulu dari tadi, entar pada kicep kalau udah dikempit masing-masing," sahut Aksa yang membuat Robi dan Fikri geleng-geleng kepala. Rendy pun tertawa dan segera mengajak mereka melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi.


"Udah! Jadi nggak nih minta digendong? Mumpung belum berubah pikiran?" sahut Robi kepada Juminten.


Juminten tidak punya pilihan lain, karena medan yang dilalui mereka cukup terjal, Fikri pun demikian, ia juga berkata kepada Juleha, apakah gadis itu tetap ingin menerima tawarannya.


"Elu juga, Jul! Elu mau nggak digendong?" tawar Fikri. Juleha pun menyetujuinya, karena Juminten sudah naik ke atas punggung Robi.


Robi tampak sedikit meringis saat menggendong Juminten, "Eh Jum! Elu berat banget anjayyy! Makan apaan si lu bisa berat gini, padahal badan juga kerempeng. Mimiknya juga nggak gede-gede amat, kok bisa berat gini!" seru Robi sambil berjalan dengan menggendong Juminten di atas punggungnya.


"Sialan lu! Elu aja yang nggak punya tenaga, sok sok an gendong gue, dasar payah! Halah palingan tenaga elu cuma seuprit, sebesar jari kelingking sih!!" balas Juminten yang tidak mau kalah. Tak terima dikatain tenaga nya seuprit, Robi pun membalas, "Eh busyeettt! Elu belum tahu aja tenaga gue, elu mau coba? Pasti kejang-kejang keenakan lu," mendengar ucapan dari Robi, Juminten pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha! Gue nggak percaya lah, ngapain terbimbang punya elu yang sebesar kelingking, idihhh kurang greget lah!!" balas Juminten meledek.


"Sialan lu!!" umpat Robi.

__ADS_1


Sementara di belakang, Fikri yang sedang menggendong Juleha, merasakan jika punggungnya terasa ada sesuatu yang empuk-empuk, sejenak Fikri menduga jika itu adalah buah dada milik Juleha yang menempel pada punggungnya.


"Jul!"


"Hmm apa?"


"Gede, ya?"


"Apanya? Nggak usah mesum deh?" balas Juleha yang merasa jika Fikri berkata menjurus pada buah dadanya.


"Ye ... siapa juga yang mesum, itu tuh gunung Panderman nya gede banget, ah kok gue penasaran ya mau Hiking ke sana, gede banget soalnya," seru Fikri ambigu.


Fikri pun hanya tertawa dan dengan entengnya berkata, "Ya gunung di depan itulah, emangnya gunung elu, yang ada bakalan kena damprat kalau mendaki gunung elu."


Juleha pun tampak komat-kamit di belakang kepala Fikri, sambil meledek temannya itu.


Tak terasa akhirnya setelah melalui perjalanan cukup melelahkan, mereka tiba juga di tempat peternakan sapi perah milik pak Haji Badrun.

__ADS_1


Sari tampak memberikan penjelasan kepada pak Haji Badrun jika ada mahasiswa dari kota yang ingin melakukan tugas KKN di tempat peternakan beliau, dan Haji Badrun pun menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


Mereka semua dibuat terkejut dengan peternakan milik Haji Badrun yang sangat besar, banyak sapi-sapi perah ada dalam peternakan itu, sementara itu Juleha dan Juminten tampak menutupi hidung mereka karena aroma khas dari kandang sapi.


"Ya ampun baunya kayak kentut Robi, nih!" seru Juminten sambil menutupi hidungnya.


"Ho oh nih! Ya ampun jijik ih bau pesing banget! Mana banyak bubur di bawahnya," sambung Juleha saat melihat banyak kotoran sapi yang berada di bawah kaki sapi-sapi itu.


Robi pun menyahuti ucapan Juminten.


"Eh Jum! Itu bagus tuh buat masker wajah, biar glowing, elu kan suka kayak gitu?" seloroh Robi yang membuat Juminten spontan memukul lengan Robi berulang-ulang.


"Hiii dari tadi elu resek banget sih sama gue? Dasar jorok, elu aja tuh pakai sendiri di muka lu, dasar pea!" balas Juminten.


Rupanya apa yang sedang mereka lakukan membuat teman-temannya menyorakinya, tak terkecuali Aksa dan Zizi yang tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua yang konyol.


"Cie cie! Eh hati-hati lu berdua, gue ingetin ya, jangan keseringan saling meledek, entar jatuh cinta lu pade!" seru Aksa menggoda mereka berdua.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2