SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Iklan lewat


__ADS_3

Setelah Aksa dan Zizi pergi meninggalkan mereka berdua, kini tinggal Bening dan Alaska yang berada di ruangan itu, Bening duduk sedikit menjauh dari posisi Alaska, sementara itu Alaska berusaha untuk mendekati Bening dengan menggeser posisi duduknya sehingga kini jarak mereka sekitar sepuluh centimeter.


"Jangan dekat-dekat, lu!" seru Bening sambil menggeser posisi duduknya sedikit menjauh.


"Kenapa emangnya? Gue kan cuma pingin dekat sama elu!" seru Alaska yang terus memepet Bening, hingga akhirnya Bening berada di posisi paling tepi.


"Hiii ... lu tuh ya! Udah gue bilangin jangan dekat-dekat!" Bening mendorong tubuh sohibnya agar sedikit menjauhi dirinya. Alaska pun menolaknya dengan menahan tangan Bening.


"Emangnya kenapa sih, Ning! Gue nggak bakalan ngapa-ngapain elu!" seru Alaska sambil menatap wajah Bening.


"Meskipun elu nggak ngapa-ngapain gue, tapi ... kalau elu berada di dekat gue, gue nya yang minta diapa-apain ...." ucap Bening sembari menundukkan wajahnya, seketika Alaska tersenyum smirk mendengar pengakuan dari Bening.


"Emangnya elu minta gue apain? Ngomong aja!" desak Alaska sembari terus merapat mendekat Bening.


Bening panik dan salah tingkah, ia pun berusaha untuk pergi dari hadapan Alaska, tapi nyatanya Alaska tidak membiarkan pergi dari sisinya.


Bening terlihat menepis tangan Alaska dan beranjak untuk pergi, dengan cepat Alaska menarik tangan Bening sehingga gadis itu tidak bisa pergi begitu saja.

__ADS_1


"Ih lepaskan gue!" pekik Bening saat dirinya kembali duduk di posisi semula, di depan Alaska dan justru keduanya semakin dekat.


"Kemanapun elu pergi, gue nggak akan biarin elu begitu saja, gue tahu elu juga menginginkannya, bukan?" seru Alaska dengan terus menatap dua bola mata indah itu.


"A-apa maksud elu?" sahut Bening dengan nafas yang mulai naik turun. Jantungnya berdetak dengan kencang, apalagi nafas Alaska yang kian terasa hangat membelai wajahnya.


"Gue mohon, jangan teruskan!" rengek Bening sembari berusaha untuk mendorong tubuh Alaska agar tidak terlalu mendekatnya.


Tak ada kata yang terucap dari bibir Alaska, ia pun semakin mendekati bibir Bening, tentu saja adegan itu terkesan begitu mendebarkan.


Sementara itu di dalam kamar, tiba-tiba saja Aksa teringat jika ponselnya ketinggalan di ruangan dimana Alaska dan Bening berada.


"Ketinggalan di mana?" tanya Zizi. Sejenak Aksa mengingat-ingat di mana terakhir ia meletakkan ponselnya. Hingga akhirnya ia teringat jika ponselnya tertinggal di ruangan tengah.


"Astaga! Tadi aku letakkan di atas meja di ruangan tengah, gue ambil dululah!" seru Aksa sembari beranjak keluar kamar.


"Eh ... Sayang! Nanti aja kenapa sih, nggak enak nanti gangguin Mbak Bening dan Abang," sahut Zizi.

__ADS_1


"Halah ... cuma ambil doang! Lagian ngapain ganggu mereka, mereka palingan cuma sedang ngobrol biasa, mas Alaska itu kan cowok yang sopan, beda lah sama gue, kalau gue dikasih kesempatan berdua, weheee kesempatan buat colek-colek!" ucapan Aksa seketika membuat Zizi garuk-garuk kepalanya, ia tahu betul bagaimana sifat suaminya yang tingkat kemesumannya sudah berada pada level 10.


"Terserah deh!" sahut Zizi, Aksa pun tertawa kecil setelah itu Ia langsung turun dari kamar dan segera pergi ke ruangan tengah.


Saat ia baru saja masuk ke ruangan tengah, seketika matanya dikejutkan dengan pemandangan Alaska dan Bening yang hampir saja berciuman.


"Huassseeemmm ... ternyata Mas Alaska pingin juga uhuyyyy!!" batin Aksa sembari cekikikan. Ia pun berpura-pura lewat di depan mereka sembari mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja di depan Alaska Zizi.


'Tap tap tap' suara langkah kaki Aksa yang tiba-tiba terdengar di telinga Alaska dan Bening yang hampir saja bersentuhan bibir itu.


Spontan keduanya menoleh ke arah Aksa yang saat itu sedang mengambil ponselnya di atas meja.


mereka bertiga saling menatap, Aksa tampak cengar-cengir saat melihat keduanya yang terlihat salah tingkah dan merapikan posisi mereka semula.


"Weheee ... sorry Mbak, Mas. Ada iklan lewat sebentar, ini aku mau ambil ponsel, hehehehe ... permisi! Udah lanjutin aja!" seru Aksa sembari beranjak pergi lagi ke kamarnya.


Alaska dan Bening pun terlihat salah tingkah dan akhirnya keduanya saling tertawa.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...



__ADS_2