
Zizi menatap wajah sohibnya itu antara kasihan dan ingin mengumpat. Bagaimana tidak disaat dirinya tengah panik dan khawatir, Aksa seenaknya berkata seperti itu.
"Dasar Akang! Ada saja jawabannya, kalau bukan suami gue, udah gue pites lu!" umpat Zizi sambil komat-kamit, disaat yang bersamaan, bibi datang dengan membawa minuman dan nasi goreng yang dibuatkan Zizi tadi saat di dapur.
"Permisi Nyonya! Ini nasi goreng dan segelas susu untuk Tuan." Ucap bibi sembari membawakan nampan berisi sepiring nasi dan segelas susu. Zizi menerimanya dan mengucapkan terima kasih kepada asisten rumah tangganya itu.
Setelah itu bibi pergi dan menutup kembali pintu kamar sang majikan. Sementara itu Zizi tampak mengambil piring berisi nasi goreng buatannya itu untuk ia berikan kepada sang suami.
"Sekarang elu musti makan, gue nggak mau ya dikatain istri yang nggak becus urus suami," seru Zizi sambil memberikan piring itu kepada suaminya, tentu saja Aksa mempunyai banyak cara untuk membuat Zizi perhatian kepadanya.
"Suapi dong! Aku nggak kuat angkat piringnya, bodi gue masih lemes." Alasan Aksa yang membuat Zizi memutar bola matanya.
__ADS_1
"Nggak kuat angkat piring, yakin? Tapi angkat bodi gue elu masih kuat?" tanya Zizi yang memancing reaksi suaminya. Seketika Aksa sumringah dan menjawab, "Itu beda lagi, pasti kuat banget, eh ... hehe." Aksa terkekeh sambil memperhatikan wajah istrinya yang menatapnya tajam.
"Eh ... biasa aja dong lihatnya, entar lu jatuh cinta sama gue, secara gue kan tampan dan ngangenin," celetuk Aksa sambil cengar-cengir.
"Jatuh cinta sama elu? Buaya Empang? Ogah beud, udah deh nggak usah banyak omong, cepet buka mulutnya!" titah Zizi yang sudah mengambil satu sendok nasi goreng buatannya ke mulut sang suami. Aksa pun menurut dan segera membuka mulutnya lebar-lebar.
Satu sendok nasi goreng masuk ke dalam mulut Aksa, sejenak Aksa mulai mengunyah makanan dalam mulutnya, untuk sesaat Aksa merasa jika rasa nasi goreng itu terasa sangat asin dan terlalu banyak minyak.
Sementara itu Zizi memperhatikan wajah suaminya yang sedang memakan nasi goreng buatannya. "Bagaimana? Enak, kan? Sekarang coba lagi," seru Zizi sambil mengambil lagi satu sendok nasi goreng buatannya.
Setelah susah payah Aksa menelan makanan dalam mulutnya, sampai matanya terlihat berair, ia pun berusaha untuk menolak Zizi untuk tidak menyuapinya lagi.
__ADS_1
"Eh bentar, Zi! Gue mau minum dulu." Pinta Aksa, Zizi pun mengambilkan susu untuk suaminya.
Aksa terlihat meminum susu itu hampir separuh, untuk mendorong makanan yang masih menari-nari dalam kerongkongan agar segera pergi ke dalam lambung, setelah itu Ia memberikan gelas susu itu kepada istrinya.
Zizi kemudian mulai menyuapi lagi Aksa dengan nasi goreng itu, sejenak Zizi melihat wajah sang suami yang terlihat berkaca-kaca.
"Akang! Kenapa elu kayak nangis gitu?" tanya sang istri. Aksa panik dan Ia berusaha untuk menutupi jika dirinya kesusahan menelan makanannya karena keasinan, demi agar tidak membuat sohibnya itu tersinggung, Aksa pun berpura-pura jika dirinya sangat menyukai nasi goreng buatan Zizi hingga menangis terharu saking enaknya.
"Oh ... gue terharu banget sama elu, elu mau masakin gue, dan rasanya sangat enaaaaaakkkkk sekali, sampai aku terharu, ingin ku menangis." Ucap Aksa dengan menahan rasa ingin menangis sesungguhnya.
Zizi pun tampak senyum malu-malu.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...