SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Tidur dipangkuan Zizi


__ADS_3

"Eh Mbak Sari hehehe kirain telur gulung eh ..." seloroh Robi yang langsung menutup mulutnya. Tentu saja Sari sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Robi.


"Telur gulung? Apa maksud Mas Robi?" tanya Sari sembari menaikkan kedua alisnya.


"Oh bukan apa-apa, Mbak! Cuma keingat sama telur gulung pas lihat poni Mbak Sari, hehehe tapi tetap cakep kok," balas Robi yang membuat Sari terpaksa memegang poninya.


Sari pun tampak tersenyum malu-malu, ia pun meminta pendapat kepada Robi dan Fikri untuk penampilan barunya.


"Bagaimana menurut Mas Robi dan Mas Fikri? Apa poni saya udah bagus sama kayak punya Mbak Zizi?" tanya Sari sembari melihat ke arah Zizi yang juga sedang melihatnya.


Seketika Robi dan Fikri melihat ke arah Zizi, mereka berdua membandingkan antara poni Zizi dan poni milik Sari, poni Zizi tertata rapi dan bagus, tidak berantakan karena rambutnya juga bagus dan tidak kusut, sementara itu saat mereka melihat poni milik Sari tampak bergelombang dan menggulung keatas karena tekstur rambut nya yang cenderung bergelombang.


Robi dan Fikri saling menatap, tak ingin menyinggung perasaan Sari, mereka berdua pun berusaha untuk memujinya.


"Oh ya bagus, bagus kok, poni Mbak Sari bagus dan sangat indah," ucap Fikri yang terpaksa berbohong agar gadis itu tidak bersedih. Sari pun mengucapkan terima kasih kepada keduanya.


Kemudian Sari terlihat senyum-senyum kepada Aksa, sedangkan Aksa tampak biasa dan justru takut saat melihat Sari yang mendadak senyum-senyum sendiri kepadanya.

__ADS_1


"Waduh! Kenapa tuh anak? Senyum-senyum sendiri, aku takut Zi tolongin!" ucap Aksa sambil bersembunyi di balik punggung Zizi.


"Jiahaaa kayaknya Mbak Sari suka beneran sama kamu, Kang? Cie ada penggemar baru nih ye!!" goda Zizi kepada suaminya.


"Penggemar baru penggemar baru apaan, ogah ah nggak tertarik," jawabnya dengan cepat. Zizi pun tersenyum melihat sikap suaminya yang sedang menyembunyikan wajahnya pada punggungnya. Sedangkan Aksa tampak lebih nyaman dengan menyandarkan kepalanya pada punggung sang istri, tak perduli teman-temannya melihat dirinya yang terlihat sangat dekat dengan Zizi.


Bahkan Rere pun semakin penasaran dengan hubungan antara Zizi dan Aksa, seolah tidak biasa mereka lakukan.


"Zizi dan Aksa sekarang nempel banget, apa mereka memang sedang pacaran, ya?" ucap Rere lirih, kemudian Rendy datang dan menghampiri Rere.


"Hayo! Elu mikirin apa? Pasti mikirin gue ya, kan?" seru Rendy yang membuat Rere tersenyum.


"Hmm iya elu betul juga, mereka pacaran pun itu wajar, tapi sejauh yang gue lihat, mereka berdua terlalu mesra, kayak nggak ada canggung, mudah-mudahan saja mereka berdua berjodoh," balas Rendy yang ikut melihat Aksa yang saat itu sedang menyandarkan kepalanya pada punggung Zizi sambil memejamkan matanya seolah-olah Aksa sangat nyaman saat bersandar pada tubuh Zizi.


Sementara di sisi lain, Aksa yang terlalu nyaman bersandar pada punggung sang istri tiba-tiba membisikkan sesuatu yang membuat Zizi membulatkan matanya.


"Zi!"

__ADS_1


"Hmm!"


"Ngantuk!"


"Ya udah bobo aja!"


"Nggak bisa bobo kalau nggak ada kamu, pingin dielus-elus," seru Aksa dengan manja, ia sudah tidak perduli lagi dengan apapun yang dikatakan oleh teman-temannya, jikalau mereka tanya pasti Aksa akan menjawabnya dengan jujur jika mereka sudah menikah.


"Ih Akang kamu manja banget sih!" balas Zizi. Aksa pun berpindah posisi dengan tiduran pada pangkuan Zizi. Dengan percaya diri Aksa berbaring dengan meletakkan kepalanya pada pangkuan sang istri sembari meletakkan tangan Zizi pada kepalanya.


Tentu saja Zizi merasa tidak enak dengan teman-teman nya yang sedang memperhatikan mereka berdua, apalagi Sari yang terus melihat apa yang dilakukan oleh Aksa.


"Akang! Kamu ngapain sih, anak-anak lihatin kita tuh!" Zizi terlihat salah tingkah saat Aksa sedang tidur dipangkuan nya.


"Halah bodo amat, biar mereka tahu jika kita udah merit," jawaban Aksa santai dan tidak perduli dengan pandangan teman-temannya.


Tentu saja Sari sangat kesal saat melihat adegan Zizi yang sedang mengusap rambut Aksa, gadis itu pun tampak bersedih dan akhirnya kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


"Loh loh Mbak Sari! Eh kenapa lagi tuh cewek?" seru Robi yang terkejut melihat tingkah Sari yang tiba-tiba pergi ke dalam rumah.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2