SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Bakpao hangat


__ADS_3

Setelah itu mereka bubar kembali ke penginapan, pak lurah melihat Zizi dan Aksa yang sedang berjalan berdua, pak lurah pun bertanya darimana mereka berdua malam-malam berduaan.


"Mbak Zizi dan Mas Aksa ngomong-ngomong darimana kok cuma berdua?" tanya pak lurah penasaran.


"Emm ... kami dari lihat-lihat suasana desa, Pak! Rupanya danau di sini tempatnya sangat indah sekali, saya dan Zizi baru saja dari sana untuk survey," ucap Aksa beralibi.


"Oh ... begitu, saya sarankan sebaiknya jangan suka pergi berdua, karena warga di sini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pergaulan dan kesopanan, di desa kami akan sangat terlarang bagi para pemudanya untuk jalan bersama antara laki-laki dan perempuan kecuali jika mereka sudah menikah, kecuali jika Mbak Zizi jalan bersama saya, pasti tidak apa-apa, para warga pasti memakluminya," ucap pak lurah dengan percaya diri, seketika Aksa bermonolog dalam hati, "Bandot lu! Kalau bukan kepala desa udah gue kepret lu, enak aja mau deketin bini gue, langkahi dulu Aksa sebelum macam-macam."


Aksa pun kemudian minta izin untuk kembali ke penginapan. "Iya terima kasih infonya, Pak Lurah. Maaf kami belum tahu larangan itu, tapi jika Zizi jalan dengan Anda saya rasa dia tidak akan mau, bener nggak Zi?" seru Aksa sembari menatap wajah istrinya. Spontan Zizi pun langsung menjawab, "Woiya tentu saja, maaf pak lurah saya tuh paling anti dengan pria yang berkumis rungsep, pasti saya alergi dan mendadak flu ... hattssiii ... hattsiiii!!" Zizi berpura-pura bersin hingga akhirnya ia mengambil masker dan menutupi sebagian wajahnya.

__ADS_1


"Tuh kan pak lurah, Anda bisa lihat sendiri, Zizi itu alergi lihat kumis Anda, kalau begitu kami permisi ke penginapan, sebelum Zizi semakin parah flu nya karena alergi kumis Anda, lebih baik saya antar kembali, mari!!!" pamit Aksa yang langsung mengajak istrinya untuk kembali ke rumah penginapan.


Pak lurah spontan memegangi kumisnya yang menurutnya sangat indah dan menambah ketampanannya.


"Waduh masa aku harus potong kumis sih? Nggak ganteng lagi dong?" ucap pak lurah lirih.


Sesampainya di penginapan, mereka berdua disambut oleh Sari, anak kepala desa yang sedang membawa nampan berisi kopi panas yang akan ia berikan kepada Aksa. Tentu saja Aksa dan Zizi terkejut saat Sari sedang menghampiri mereka berdua yang baru saja datang.


"Mas Aksa darimana saja? Aku cari-cari kok nggak ada, eh ternyata Mas nya baru pulang, ini saya buatin kopi hangat dan pisang goreng untuk Mas Aksa, diminum ya! Mumpung masih panas," seru Sari dengan senang. Sementara itu Zizi tampak menyilangkan kedua tangannya sembari memperhatikan bagaimana sikap sang suami kepada anak kepala desa itu.

__ADS_1


"Waduh Sari kedelai kok repot-repot, eh maaf Mbak Sari maksud saya, terima kasih banyak sudah membuatkan kopi untuk saya, tapi sayang sekali saya tidak suka pisang goreng, saya lebih suka bakpao hangat yang mumpluk, sepertinya yang punya bakpao hangat cuma teman saya ini si Zizi, iya nggak Zi?" seru Aksa sembari menatap wajah sang istri.


Zizi pun menganggukkan kepalanya, setelah itu Sari mulai berpikir darimana dirinya mendapatkan bakpao hangat, di desa mereka tidak ada yang berjualan kue itu.


"Waduh maaf, Mas Aksa! Saya tidak punya bakpao hangat, saya cuma punya nya pisang goreng," balas Sari sembari menunjuk pisang goreng yang sedang ia bawa untuk Aksa.


"Ya sayang sekali, soalnya saya sedang kepingin bakpao hangat yang biasa Zizi berikan, cuma itu saja yang saya inginkan, tidak ada lagi," ucap Aksa yang memaksa Zizi untuk menepuk jidatnya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2