
Bening terkejut saat suntikan itu meleset dan mengenai lengan sohibnya. Sementara itu, Alaska melongo menatap wajah Bening, perlahan matanya mulai meredup seolah dirinya ingin sekali memejamkan matanya, hingga akhirnya sebuah kalimat terucap sebelum Alaska tertidur karena efek obat bius yang masuk ke dalam tubuhnya lewat suntikan Bening.
"Ning! sebelum gue mati, gue mau bilang, cinta gue hanya untuk e ... luuuu!"
'Gubrakk'
Tubuh Alaska terjatuh, spontan Bening berteriak dan panik saat melihat Alaska yang jatuh pingsan.
"Alaska! Ya Tuhan, kok bisa sampai salah suntik sih!" seru Bening sembari menahan kepala Alaska. Aksa pun spontan langsung membantu Bening untuk meletakkan tubuh kakak iparnya itu di atas sofa.
Zizi pun ikut cemas saat melihat sang Kakak yang tak sadarkan diri.
"Abang! Bang ... bangun Bang!" seru Zizi sambil menggerak-gerakkan tubuh sang Kakak. Bening pun tak kalah gugup, meskipun ia tahu jika Alaska hanya tertidur karena efek obat bius yang salah sasaran itu. Nyatanya Bening dibuat kalang kabut.
"Al! Bangun dong! Kok malah elu sih yang kena suntiknya, harusnya si Aksa tuh. Eh ... kok kamu nggak apa-apa? Udah sadar, ah ... pasti kamu ngerjain Mbak, ya!" seru Bening saat melihat Aksa yang tiba-tiba dalam kondisi baik-baik saja.
Aksa pun terlihat cengar-cengir dan senyum-senyum sendiri.
"Hehehe ... maafkan kita, Mbak! Kita emang sengaja pingin ngerjain Mbak Bening dan Mas Alaska," sahut Aksa.
"Aduhh kalian sadar nggak sih apa yang sudah kalian lakukan, tuh si Alaska jadi terkena obat bius itu, kasihan kan dia!" balas Bening.
Aksa dan Zizi pun saling menatap, "Kita berdua minta maaf, Mbak! Kita juga nggak ngerti bagaimana ini bisa terjadi, padahal rencananya nggak kayak gini, eh kok Abang yang kena sih!" ucap Zizi.
__ADS_1
"Udah-udah, biarkan saja dia tidur, nanti juga bangun sendiri!" ucap Bening.
Aksa dan Zizi saling menatap, Bening terlihat begitu khawatir dengan keadaan sohibnya itu, ia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Alaska tidak sadar.
"Ya ampun, Al! Gue minta maaf sama elu, gue nggak tahu jika suntikan itu nyasar ke tangan elu!" seru Bening sembari duduk di samping Alaska yang sedang tertidur pulas.
"Mbak Bening masih sayang ya sama Abang?" pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari Zizi, seketika itu Bening panik.
"Em ... kenapa kamu bicara seperti itu, Zi?" tanya Bening.
"Nggak tahu kenapa, aku merasa jika Mbak Bening dan Abang itu udah ada cemistri, kalian berdua tuh sama-sama memiliki perasaan yang sama, katakan Mbak? Mbak Bening cinta kan sama Abang?" tanya Zizi sembari menepuk pundak Bening.
Bening menundukkan kepalanya dan berkata, "Tapi semuanya sudah terlambat, besok pagi Mbak harus nikah sama orang lain, kami tidak ditakdirkan untuk bersama, hmm ... sudahlah! Mungkin ini sudah takdir kami, dia juga akan dinikahkan dengan orang lain, tidak ada jalan baik diantara kita," ungkap Bening.
"Kita ngerti kok perasaan Mbak Bening, yang sabar ya, Mbak! Kita berdua sangat yakin sekali jika Mbak Bening pasti berbahagia dengan pilihan kedua orang tua, karena kedua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya," seru Zizi.
Tak terasa jika Alaska tiba-tiba mulai sadar dari pingsannya, ia mendengar apa yang dikatakan oleh Bening, hingga akhirnya terlontar sebuah kalimat yang membuat Bening membulatkan matanya.
"Kalau elu nggak bahagia, cari gue! Kita selingkuh." Sahut Alaska yang seketika membuat semuanya terkejut.
"Elu udah sadar?" seru Bening.
"Abang! Abang udah bangun?" Zizi pun bahagia melihat sang kakak yang sudah terbangun. Begitu juga dengan Aksa yang ikut bahagia melihat Alaska yang sudah sadar.
__ADS_1
Kemudian Alaska berusaha untuk beranjak duduk, untuk sejenak Bening menundukkan wajahnya karena Alaska mendengar apa yang baru saja Ia katakan.
"Kalau elu nggak bahagia sama suami elu, ya udah kita selingkuh aja!" ucap Alaska sekali lagi.
"Selingkuh? Elu sudah gila apa? Gue bukan tipe-tipe pengkhianat, ya! Gue tuh menghormati banget ikatan pernikahan yang sakral, meskipun elu godain gue sekuat tenaga sampai bugil sekalipun, kalau gue udah nikah nggak bakalan gue terpesona, meskipun gue sebenernya cinta sama elu!" balas Bening yang memaksa Zizi dan Aksa tersenyum kecil.
Hingga akhirnya keluar dari mulut Aksa yang membuat Alaska dan Bening melototkan matanya.
"Nah ... aku dukung deh kalo kalian selingkuh! Iya nggak, Zi?" sahut Aksa sembari menatap wajah sang istri.
"He em, Akang benar. Aku juga pasti dukung!" balas Zizi.
Bening pun meringis mendengar ucapan dari kedua pasangan gokil itu.
"Kok kalian justru dukung kita selingkuh sih? Ah sudahlah, aku mau pulang aja! Lama-lama berada di sini bikin kepala tambah pusing," balas Bening sembari memegang kepalanya.
"Eh elu mau kemana, Ning? Sini aja dulu!" sahut Alaska sembari menahan tangan Bening.
"Gue mau pulang!" jawabnya spontan.
"Yah ... jangan dong! Gue masih pingin bersama elu, mungkin hari ini terakhir kita bisa berduaan, dan setelahnya elu pasti nggak mau ketemu lagi sama gue!" ungkap Alaska dengan wajah memelas.
Aksa dan Zizi pun mengerti dengan situasinya, keduanya pun tampak pamit masuk ke dalam sebentar dan membiarkan Alaska dan Bening berbicara empat mata terlebih dahulu, meskipun sebenarnya Aksa dan Zizi sudah tahu jika mereka berdua lah yang akan dinikahkan besok pagi.
__ADS_1
"Hmm ... ya udah, aku dan Zizi mau ke kamar dulu, kalian bisa bicara sepuasnya unlimited tanpa gangguan, hehehe!" seru Aksa sembari mengajak istrinya untuk masuk ke kamar.
...BERSAMBUNG ...