
Zizi dan Aksa tampak salah tingkah, akhirnya Zizi pamit untuk masuk ke dalam dengan alasan ada keperluan.
"Em ... guys! Gue ke dalam dulu, ya! Kalian ngobrol-ngobrol aja dulu, gue mau siapin sarapan, kalian berdua udah sarapan belum? Kita sarapan bareng aja, yuk!" ajak Zizi kepada kedua temannya. Sementara itu Robi dan Fikri tidak enak mengganggu pengantin baru itu, akhirnya setelah menyerahkan sebuah kado untuk keduanya, mereka berdua pun pamit pulang.
"Waduh ngga usah repot-repot, Zi! Kita berdua pulang aja, ngga enak gangguin pengantin baru, pasti kalian masih pingin nambah, sorry kita berdua udah ganggu kalian." Pamit Robi.
"Njiiir! Apaan sih, nambah-nambah apaan, elu tuh ya pingin gue kepret lu!" seloroh Aksa.
"Ya elah bro! Ngaku aja kenapa sih, pake malu-malu kucing, bilang aja elu lebih demen kalau kita pulang, ye kan? Secara kalian berdua bisa berduaan, cieeee!" sambung Fikri yang terus menggombali mereka berdua.
Aksa pun hanya bisa garuk-garuk kepala menghadapi kedua temannya yang somplak itu.
__ADS_1
"Nih! Kita punya hadiah buat kalian berdua, ya anggap aja ini hadiah pernikahan kalian dari sohib Kalian ini, kita doakan semoga kalian berdua selalu bahagia, dan pastinya banyak anak." Celetuk Robi sembari memberikan hadiah kepada mereka berdua. Aksa menerima kado dari kedua sohibnya itu.
"Apaan nih? Isinya apa? Kalau bukan duwit isinya gue kagak mau nerima." Balas Aksa bercanda.
"Ya elah mata duwitan banget sih elu, entar buka sendiri nanti di dalam, biar hubungan kalian makin mesra dan jangan berantem mulu, apa kalian nggak malu pas saling mendesaah, keenakan merem melek, wkwkwk." Robi tampak tertawa bangga karena telah membuat keduanya tidak bisa berkata apa-apa. Apalagi Zizi yang hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.
Aksa yang sedari tadi dibuat pusing dengan ulah kedua sohibnya itu langsung menyuruh pergi keduanya.
"Udah-udah pulang sono! Dicariin Emak kalian tuh, pagi-pagi udah gangguin orang aja!" Aksa berkata kepada Robi dan Fikri yang saat itu memang beranjak untuk pulang.
"Eh tunggu guys! Kalian berdua jangan bilang anak-anak ya kalau gue dan si Akang udah merit, biar mereka nganggap kita tuh masih sahabatan. Iya nggak, Kang? Elu setuju nggak sih kalau pernikahan kita nggak usah di sebar luaskan, biarin aja mereka masih nganggap kita bersahabat?" tanya Zizi kepada suaminya. Sejenak Aksa berpikir tidak ada salahnya jika menyembunyikan pernikahan mereka, toh Aksa juga masih punya target untuk mendekati Rere, teman baik Zizi hanya untuk membantunya melancarkan tugas-tugas kuliahnya.
__ADS_1
"Gue setuju, elu bener juga, Zi! Entar kalo Rere tahu gue nikah sama elu, dia nggak bakal mau bantu gue." Balas Aksa.
Sementara itu Robi dan Fikri hanya bisa menghela nafas dan menuruti permintaan mereka.
"Kalian berdua yakin mau dirahasiakan? Kalian sanggup dengan godaan masing-masing, ingat ya! Kalian berdua tuh banyak fansnya, kita nggak mau tanggung jawab kalau kalian saling cemburu." Jawab Fikri.
Spontan Aksa pun menjawab, "Ngapain gue cemburu, ngga banget lah, lagian nih ya cowok mana yang mau deket-deket sama si bawel ini, pasti mikir-mikir dulu mereka, baru dekat aja udah kena semprot." Mendengar ucapan dari sang suami, Zizi pun membalasnya. "Apa lu bilang, si bawel? Dasar Playboy cap kadal, gue juga nggak bakalan cemburu, apaan cemburu-cemburu, ogah banget, gue mah masih nggak bakat punya cemburu, emang kita nggak ada cinta, si Akang mah udah bekas banyak cewek, nyosor sana nyosor sini, apaan malas lah!"
Kedua temannya itu lagi-lagi dibuat tertawa dengan tingkah keduanya. Sementara itu Aksa tak terima sebagai bekas cewek-cewek yang dipacarinya.
"Eh lu sembarangan aja, gue memang pernah nyosor pipi cewek-cewek itu tapi ujung-ujungnya elu juga kan yang kempit Dede gemoy gue." Seketika Zizi diam, sementara Robi dan Fikri tampak tertawa kegirangan.
__ADS_1
"Wkwkwk gila ya kalian berdua, pasti gokil nih setiap hari, dah lah kita nggak akan bilang sama teman-teman, biar mereka tahu sendiri kalau kalian tuh suami istri, toh nanti pada akhirnya mereka akan tahu juga." Ucap Robi sebelum keduanya pergi dari rumah Aksa dan Zizi.
...BERSAMBUNG...