
Selama dalam perjalanan, Aksa berkata kepada Zizi, "Haruskah selama itu kegiatan ini? dua bulan loh, ah kita nggak bisa dong bobo bersama lagi? Aku bakalan kangen sama kamu, Zi! Eh kamu harus janji sama aku jangan pernah mau tergoda rayuan cowok-cowok kampung sana, awas saja kalau mereka berani-berani gangguin kamu, bakalan aku hajar mereka, coba-coba deketin istriku sama aja dengan membangunkan macan yang sedang tidur," ucapan Aksa membuat Zizi tersenyum dan balas berkata.
"Ya ... kok aku sih yang tergoda, bukannya kamu tuh yang gampang tergoda, kamu kan mantan Playboy cap kadal, mantan buaya Empang, kalau saja aku lihat kamu berani gangguin gadis-gadis sana, bakalan aku cincang, aku jadiin sosis bakar, ingat itu!!" balas Zizi dengan tatapan matanya yang tajam.
"Eh jangan dong, Zi! Kejam amat sih, lagian mana ada aku tergoda dengan gadis-gadis di sana, yang pastinya cuma kamu lah wanita yang paling cantik, paling pinter, meskipun sedikit bawel tapi ngangenin, aku nggak bisa bayangkan kalau bobo nggak ada kamu, nggak bakalan bisa tidur," keluh Aksa sambil menggenggam tangan Zizi.
__ADS_1
"Ngapain nggak bisa tidur, tuh akan ada Robi dan Fikri, juga anak-anak lainnnya, aku juga sama lah nggak ada kamu, hmm setidaknya dua bulan ini aku sedikit terbebas dan merasa lega, dan aku bisa tidur tanpa ada yang bangunin aku setiap malam, tanpa ada yang main masuk aja ke dalam, enak-enak bobo eh udah masuk aja tuh si Dede gemoy, nggak bisa lihat orang tidur nyenyak," ungkap Zizi yang membuat Aksa tertawa kecil, ia menyadari jika apa yang dikatakan oleh Zizi itu memang benar adanya.
"Ya ... jangan salahkan aku dong! Gimana nggak pingin masuk, itu goa iming-iming terus, mana cantik banget lagi bentuknya, ada poninya yang bikin tambah imut, apalagi kamu nggak pernah pakai pelindung, ya auto masuk dong, Dede gemoy suka sekali ada di dalam sana, anget katanya," mendengar pengakuan dari Aksa, Zizi pun membulatkan matanya dan tampak tersenyum malu, dan Aksa pun tertawa kecil melihat ekspresi wajah sang istri, setelah itu Ia pun menggoda istrinya dengan mencolek hidungnya.
"Cie yang malu-malu, aku bener kan? Jangan bilang kalau kamu nggak suka, hayo ngaku? Aku yakin banget kalau kamu juga menikmatinya tiap malam, bahkan kamu terlelap pun kamu tetap merasakannya, kamu nggak bisa lagi bohong, Zi! Udah terbukti loh dan rasanya basah banget, cieeee malu nih yeee!" Aksa pun terus menggoda istrinya hingga akhirnya candaan mereka terdengar oleh Juleha dan Juminten yang duduk di depan kursi mereka berdua.
__ADS_1
"Iya nih, norak banget!" imbuh Juminten. Karena merasa terganggu, Juleha pun berdiri dan berkata kepada Aksa dan Zizi yang sedang duduk di belakang kursi mereka berdua.
"Eh ... berisik banget sih! Kuping gue jadi budeg nih, elu berdua bisa diam nggak? Nggak di kampus ngga di sini rame mulu, elu juga Zi, cewek tapi mainnya sama cowok, cewek apaan tuh, sahabatan kok sama cowok, diihhh kayak nggak ada aja yang dijadiin sahabat," protes Juleha yang memaksa Zizi untuk menjawabnya.
"Daripada berteman sama elu, enggak banget deh! Cewek tukang julid, tukang nyinyir, nggak ada cantik-cantiknya sama sekali, nggak akan pernah mau gue berteman dengan cewek macam elu, nggak asyik! Yang ada ghibah mulu tiap saat, nggak capek tuh mulut, entar digampar malaikat baru nyahok lu, heran sama nih perempuan," balas Zizi sembari makan kacang kulit dan kulitnya ia buang ke arah mereka berdua, Juleha dan Juminten.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...