
Aksa mendampingi istrinya saat sedang berjuang untuk melahirkan anak pertama mereka, sungguh perjuangan yang luar biasa, Zizi berusaha sekuat tenaga untuk mengejan, Aksa terus memberikan dorongan dan semangat untuk sang istri agar kuat menghadapi persalinan. Meskipun sebenarnya Aksa mulai pusing berkunang-kunang karena ia melihat darah yang menempel pada sarung tangan yang dipakai oleh Bening.
"Huassseeemmm darah njiiir! Au ah tak merem aja," batin Aksa sembari memalingkan wajahnya saat tahu tangan Bening sudah dipenuhi dengan darah yang keluar dari tubuh Zizi.
"Dorong terus, Zi! Yang kuat sebentar lagi kepalanya keluar, tinggal dikit lagi!" seru Bening yang mulai melihat kepala bayi mereka.
Sontak apa yang dikatakan oleh Bening, seketika membuat Aksa penasaran, ia pun membuka matanya walaupun kepalanya sudah nyut-nyutan, demi melihat jabang bayi mereka keluar dari tempatnya, Aksa rela melihatnya meskipun ia akan dihadapkan pada darah yang keluar banyak dari persalinan Zizi dan membuatnya ingin pingsan.
"Ayo sayang, dorong lagi bayi kita akan segera keluar!" seru Aksa sembari mengusap lembut kening sang istri.
Zizi pun sekuat tenaga terus mendorong bayinya untuk keluar dari rahim, wajahnya terlihat merah padam saat Zizi mengejan, dan suara erangan yang penuh perjuangan membuat Aksa sangat takjub melihat perjuangan istrinya.
"Ya Tuhan! Istriku benar-benar wanita yang kuat, dia bukan hanya kuat dengan serangan Dede gemoy ku setiap hari, tapi dia juga sangat kuat mengeluarkan ulah Dede gemoy ku yang nakal, bayi kami." Aksa terlihat begitu terharu, hingga akhirnya Bening berkata jika kepada sang bayi mulai muncul dan berusaha untuk keluar dari sarangnya.
__ADS_1
Spontan Aksa langsung melihat bayinya yang sedang otw ke dunia. Mata pria itu melihat dengan jelas bagaimana kepala sebesar itu keluar melewati jalan yang cukup untuk Dede gemoy nya bergoyang.
"Maha besar Engkau ya Allah! Ini benar-benar luar biasa, lubang sekecil itu bisa mengeluarkan bayi sebesar ini, sungguh berdosa jika aku sampai menyakiti hati istriku!" dibalik sikap somplak nya yang bikin geleng-geleng kepala, Aksa juga seorang pria yang memiliki perasaan, ia menangis tatkala kepala sang bayi mulai keluar dan akhirnya Bening berhasil mengeluarkan bayi merah itu.
Seketika bayi itu menangis dengan kencang saat Bening mengangkatnya. Aksa tak bisa berkata apa-apa selain menangis dan sujud syukur. Akhirnya ia menjadi seorang Ayah, air mata bahagia itu tak henti-hentinya berhenti.
"Selamat ya, bayi kalian sangat tampan," ucap Bening saat melihat bayi mereka berjenis kelamin laki-laki. Zizi pun akhirnya bisa bernafas dengan lega, bayi mereka akhirnya lahir dengan selamat.
"Terima kasih, Sayang! Akhirnya bayi kita lahir dengan selamat, kamu sungguh hebat," ucap Aksa sambil mengecup kening sang istri. Zizi pun hanya bisa menangis bahagia, akhirnya ia bisa melihat wajah sang bayi yang selama ini membuatnya penasaran.
Sejenak Zizi terhenyak saat melihat wajah sang bayi yang sangat mirip sekali dengan wajah ayahnya.
"Sayang! Coba lihat deh, bayi kita mirip banget sama kamu, hidungnya, matanya, rambutnya, bibirnya, bahkan nangisnya, Dede gemoy nya juga, hiks hiks kok semuanya mirip kamu sih?" seru Zizi saat memperhatikan wajah sang Baby. Aksa pun tersenyum bangga dengan mengatakan, "Weheee ya iyalah mirip bapaknya, masa mirip tetangga. Orang tetangga kita cuma rumput, masa iya kamu main sama rumput," celetuk Aksa yang masih saja suka bercanda.
__ADS_1
"Apaan sih, main sama rumput, iya aku tuh main sama rumput, tapi mainnya sama rumput kamu tuh yang panjangnya sedengkul!" balas Zizi yang tentunya membuat Aksa cekikikan.
Tentu saja obrolan keduanya mendapat perhatian dari Bening dan beberapa perawat yang merawat Zizi.
Para perawat yang merupakan masih gadis itu tampak senyum-senyum malu saat mendengar obrolan gokil suami istri itu. Dan Bening hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah keduanya.
"Kalian berdua tuh ya! Dalam suasana kayak gini masih aja suka bercanda, ngomong-ngomong selamat ya atas kehadiran bayi tampan kalian, semuanya pasti bahagia mendengar kelahiran cucu pertama Daddy Dion dan Daddy Leo. Apalagi Abang kamu, dia pasti sangat bahagia akhirnya bisa melihat keponakannya yang tampan, dia lucu sekali, bukan!" seru Bening sembari melihat wajah bayi Zizi yang sedang mencari putting ibunya.
"Weheee pasti lucu dong, Mbak! Orang bapaknya aja imut-imut dan menggemaskan," sahut Aksa dengan sangat percaya diri.
"Terserah deh!" Bening pun ikut memutar bola matanya mendengar perkataan Aksa yang tidak pernah serius.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1