SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Gara-gara Akang


__ADS_3

Di saat keduanya saling menatap, entah dorongan darimana yang membuat Aksa mendekati bibir sohibnya, dan Zizi pun hanya diam dan seolah pasrah dengan apapun yang Aksa lakukan. Dan pada akhirnya, ciuman itu terulang lagi setelah semalam Aksa tentu saja mencium bibir sohibnya itu dengan puas.


'Cup'


Zizi terpejam saat sentuhan lembut itu terasa begitu manis, keduanya saling menikmati permainan mereka, hingga tanpa mereka sadari, Aksa mendorong tubuh istrinya hingga Zizi bersandar pada dinding kamar itu, sementara Aksa terus saja menautkan bibirnya dan sesekali mencumbu leher Zizi yang jenjang. Seolah keduanya sudah lupa jika keduanya adalah sahabat, kedua tangan mereka saling menggenggam erat, hingga tanpa sadari handuk itu yang melingkar pada pinggang Aksa mendadak terjatuh karena gesekan tubuh keduanya yang menyebabkan lilitan itu terlepas.


Tentu saja si Dede gemoy mulai beraksi, apalagi si bakpao tembem itu belum ditutup, menggoda si Dede gemoy untuk memakannya. Baru saja satu kaki Zizi terbuka dan si Dede gemoy ingin meluncur lagi, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.


'Tok tok tok'


Spontan kedua insan yang hasratnya sudah berada di ubun-ubun itu, seketika menoleh ke arah pintu.


"Maaf Tuan, ada tamu di luar yang ingin bertemu dengan Anda!" seru seorang pelayan.

__ADS_1


Seketika Zizi yang mulai sadar jika dirinya sudah terhanyut dalam permainan sang suami, dengan cepat gadis itu menurunkan kakinya dan mendorong tubuh Aksa sehingga pria itu terhempas di atas ranjang tidurnya dengan keadaan tanpa memakai apapun.


"Aahhh ... minggir lu! Bener-bener ya cari-cari kesempatan lu," Zizi terlihat berlari ke kamar mandi setelah mendorong tubuh suaminya hingga terhempas di atas kasur.


Aksa pun hanya menatap kepergian Zizi, ia tampak kesal karena pelayan itu sudah menggagalkan Dede gemoy nya untuk bersarang lagi.


"Huassseeemmm! Zizi lari deh. Sialan! Siapa sih yang bertamu pagi-pagi gini, gangguin orang aja." Umpat Aksa sembari mengambil handuknya kembali dan setelah itu Ia tutup kan pada area Dede gemoy miliknya yang saat ini rupanya tertidur kembali.


Setelah dirinya memakai handuk itu, Aksa segera pergi untuk membuka pintu. Dilihatnya sang pelayan sedang berdiri sembari membawa informasi jika ada teman-teman kuliah Aksa yang datang.


"Maaf, Tuan! Teman-teman Anda ada dua orang yang ingin bertemu, mereka bilang si Robi dan si Fikri." Sahut pelayan itu. Aksa pun meminta untuk menunggu kedatangannya.


"Apa? Si Robi dan si Fikri, kok mereka tahu gue tinggal di sini? Suruh mereka tunggu, aku pasti segera menemuinya." titah Aksa, dan pelayan itu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah pelayan itu pergi, Aksa segera mengganti pakaiannya dan setelah itu Ia segera menemui kedua sohibnya, sejenak Ia menoleh ke arah pintu kamar mandi, Aksa tersenyum manis saat mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Kemudian Ia segera pergi keluar untuk menemui kedua temannya itu.


Di tempat lain, Zizi yang saat itu sedang mengguyur tubuhnya dengan air shower, sejenak ia teringat akan kejadian pagi ini, kejadian dimana dirinya dan sohibnya itu secara sadar tengah bermesraan, dimana dulu mereka tidak pernah melakukan hal itu, boro-boro melakukannya, setiap hari saja kelakukan mereka seperti anjing dan kucing.


Zizi tersenyum saat dirinya berdiri di depan cermin, ia menatap tubuhnya sendiri dimana ada beberapa bekas tato non permanen yang berwarna merah muda menghiasi buah sintal nya itu. Tentu saja tato non permanen itu adalah pure kelakuan sohibnya sendiri.


Rupanya setelah diteliti bukan hanya di tempat itu, Aksa memberikan tanda cintanya, tapi pada area perut, pinggang, punggung sebagian, leher belakang dan yang paling ekstrim adalah area perut bawahnya.


"Gila si Akang! Mainnya jauh banget sampai ke sini, kok gue nggak ngerasa apa-apa, ya? Gue kan juga penasaran gimana rasanya pas pertama kali ditusuk, kayak penjelasan di buku itu, sensasinya nggak dapat gue. Ah ... gila-gila, gue ngapain sih mikirin itu, yang jelas ini semua gara-gara Akang, hmm awas saja!!" seru Zizi komat-kamit sendirian di dalam kamar mandi. Sementara itu di luar, Robi dan Fikri sedang duduk di ruang tamu menantikan sohib mereka yang baru saja keluar dari kamar.


Robi yang melihat kedatangan Aksa seketika tersenyum melihat penampilan Aksa yang terlihat rambutnya masih basah.


"Wehee ... eh bro! Elu nggak bilang kalau nikah sama si Zizi, untung gue tanya Nyokap lu, eh ternyata elu dan Zizi baru aja resmi jadi suami istri, selamat Bro! Kita berdua ikut seneng, karena dari dulu gue yakin elu dan Zizi tuh emang berjodoh, cuma kalian ngga nyadar aja kalau sebenarnya kalian berdua tuh sama-sama suka." seru Robi.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2