
Zizi yang saat itu sudah berada di dalam kamar mandi, nafasnya terlihat ngos-ngosan seperti habis dikejar hantu, gadis itu tampak sedang memegang dadanya, mungkin saja jantungnya sudah copot karena terkejut saat melihat sohibnya yang baru saja membuatnya terkejut bukan main.
"Semprul si Akang, ngagetin gue njiiir! Eh dia lihat ngga sih? Aduuh sumpah ding malu banget kalo sampai dia lihatin semuanya, secara gue nggak pakai apa-apa, ewww untung aja nggak gue cukur, setidaknya dia nggak bisa lihat sampai dalam-dalamnya, masih rindang dan aman, huffftt!!" gerutu Zizi sambil melihat area hutan rimba nya yang masih asri dan sejuk, tentu saja karena lokasi itu belum terjamah oleh tangan-tangan nakal laki-laki.
Seketika Zizi berteriak kepada suaminya, "Woi, Akang! Elu tuh ya ngagetin gue aja, tadi katanya di luar, ngga tahunya masih ada di sini, gimana sih. Lu sengaja ya pingin ngintipin gue mandi, awas aja lu kalau elu berani lihatin gue tadi."
Aksa mendengar teriakkan sohibnya dari dalam kamar mandi, kemudian Ia pun mendekati pintu kamar mandi sembari menjawab, "Siapa juga yang mau intip lu mandi, nggak tertarik gue, palingan juga tepos dan rata." Seketika Zizi memukul pintu kamar mandi kala sang suami mengatakan dirinya tepos.
'Braaakkkk'
Spontan Aksa kaget dan menjauhkan dirinya dari pintu kamar mandi, sambil mengelus dadanya karena terkejut dengan suara pintu kamar mandi yang di gebrak oleh istrinya.
__ADS_1
"Busyeettt nih cewek! Main pukul pintu aja, dikatain gitu aja udah keluar tanduknya, ngeri njiiir! Belum gue apa-apain modelnya kek gini, gimana nanti gue tusuk, pasti gue di smackdown habis-habisan tuh, pasti tuh!!" celoteh Aksa sambil memandangi pintu kamar mandi itu.
"Eh lu tuh, ya! Ngata-ngatain gue tepos dan rata, sorry ya gue nggak tepos kayak elu bilang, semox dan berisi dong pastinya." Sahut Zizi dengan percaya diri dan memaksa Aksa tertawa dan semakin menggoda sohibnya lagi.
"Masa?? Nggak percaya gue, kalau iya coba lihat? Gue mau buktiin kalo elu ngga bohong," seloroh Aksa sambil menyalakan rokok di tangannya. Sementara dirinya tampak sedang menyandarkan tubuhnya pada dinding di sebelah pintu kamar mandi itu.
"Yee di bilangin nggak percaya, tapi ogah ah elu nanti bakal merangsang lihatin gue, elu kan si buaya Empang, entar gue kena mangsa lu, secara buntut elu tuh pasti jelek banget, item, dekil, pendek, dan udah pasti loyo, nggak ada manis-manisnya, diiihh bayangin aja udah ngeri gue apalagi dielus-elus sama tuh buntut, bakalan meriang sebulan gue." Sahut Zizi yang terus saja mengejek suaminya. Hingga akhirnya lama-lama Zizi merasa kedinginan, Zizi memiliki penyakit hipotermia yang kambuh jika ia terlalu lama berada di tempat yang dingin apalagi saat itu Zizi berada di dalam kamar mandi cukup lama.
Di sisi lain Aksa hanya tertawa sembari menunggu istrinya keluar dari kamar mandi, tapi rupanya Zizi tidak juga keluar, hingga akhirnya Aksa sadar jika handuk sang istri tertinggal di atas tempat tidur mereka. Aksa menyeringai ternyata itu yang membuat Zizi keluar tanpa busana dan sekarang tidak berani keluar dari kamar mandi karena Aksa berada di dalam kamar.
"Zi! Elu nggak keluar dari situ?" seru Aksa sembari mengambil handuk untuk sang istri. Tak ada jawaban dari dalam, sehingga Aksa kembali bertanya.
__ADS_1
"Zi? Elu betah banget di dalam, ini gue bawain handuk, gue tahu elu pasti nggak bawa handuk iya, kan? Zi, Zizi? Elu nggak apa-apa, kan?"
Karena tak ada jawaban lagi, Aksa pun mulai khawatir, ia takut terjadi apa-apa dengan istrinya di dalam.
"Eh Zizi kenapa nggak balas sih? Apa jangan-jangan dia digigit ular? Eh ular salah ding, cuma gue aja yang punya ular. Dah lah dobrak aja. Zi! Gue datang!!" Aksa memutuskan untuk mendobrak kamar mandi itu, hanya dengan dua kali dobrakan, pintu kamar mandi itu berhasil terbuka.
Aksa masuk dan seketika dirinya melihat sang istri yang sedang meringkuk sambil mendekap tubuhnya yang kedinginan. Spontan Aksa menghampiri istrinya dan segera menolongnya.
"Zi! Ngapain lu nongkrong di sini? Nongkrong bareng gue kan enak! Duhh kena apa nih anak."
...BERSAMBUNG...
__ADS_1