SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Singkong goreng


__ADS_3

Sementara itu Sari berlari masuk ke dalam rumah, sang ayah yang merupakan pak lurah, terkejut melihat anak gadisnya tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan menangis.


"Loh, Nduk! Sari kamu kenapa? Hei Sari??" sang ayah memanggil Sari tapi gadis itu justru menutup pintu kamar dan menguncinya. Tentu saja pak lurah bingung apa yang sedang terjadi pada anaknya.


Sari tampak menangis sesenggukan, ternyata ia sudah mendapatkan penolakan dari Aksa sebelum ia mendekatinya, ia pun berdiri di depan cermin, memperhatikan penampilannya yang menurut Aksa dirinya tidak memiliki poni, akhirnya sejak saat itu, Sari memutuskan untuk membuat poni pada dahinya, tekstur rambut Sari yang sedikit keriting, membuat rambut poni miliknya sedikit susah diatur, tapi Sari tidak perduli, ia dengan PDnya merubah penampilannya dengan memakai poni di dahinya, menirukan gaya Zizi yang disebut-sebut Aksa memiliki poni bagus.


Di sisi lain, para mahasiswa itu rupanya masih asyik bercengkerama di luar penginapan, ada yang bermain gitar dan ada yang menyanyikan lagu.


Aksa hendak menyalakan rokok dengan tujuan untuk menghangatkan tubuh, tapi rupanya Zizi melarangnya untuk merokok lagi.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain, Kang?" tanya Zizi sambil mengambil batang rokok yang hendak di nyalakan oleh Aksa.


"Eh kok diambil sih? Jangan dong, Zi. Aku butuh menghangatkan badan, kamu tahu sendiri di sini udaranya dingin sekali," balas Aksa.


"Iya tapi nggak usah pake ngerokok juga kali, aku nggak suka kamu ngerokok," sahut Zizi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Meskipun aku ngerokok, aku masih bisa on kok, aku nggak impoten, Zi! Kamu sudah tahu rasanya gimana, nagih-nagih kan?" jawaban Aksa membuat Zizi membulatkan matanya.


"Iya iya, jangan gitu dong! Nggak bisa bayangin hidup tanpa bakpao, lemes Zi!" jawabnya sambil merangkul pundak sang istri, kini Aksa sudah tidak sungkan-sungkan lagi untuk bermesraan dengan Zizi, meskipun teman-teman mereka melihatnya sedikit risih, apalagi Juleha dan Juminten yang mempunyai niat jahat kepada Zizi.

__ADS_1


"Idiiih! Semakin menjijikkan nih kelakuan, gue udah nggak sabar pingin mempermalukan Zizi, murahan banget sih jadi cewek, kalau si Aksa sih dari dulu juga gitu kalau sama cewek," gerutu Juleha yang mengintai Ziz dan Aksa yang sedang duduk berdua di pojokan.


"Eh tapi gue lihat, kali ini perlakuan Aksa berbeda loh dengan gadis-gadis biasanya, kayak nya Aksa lebih mesra dengan Zizi, tuh lihat aja Aksa tuh beda banget, kayaknya mereka tuh punya hubungan deh, apa mereka sedang berpacaran? Bisa aja kan? Berawal dari sahabat terus jadi cinta, udah banyak yang kayak gitu?" seru Juminten.


Di saat mereka berdua sedang membicarakan Aksa dan Zizi, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan Robi yang sedang menggertak mereka.


"Doorrr ... hayo ngapain lu pada? Gosip mulu!!" gertak Robi.


"Eh astajim kamvret lu pea! Ngagetin aja nih singkong goreng!" sahut Juminten sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Singkong goreng singkong goreng, enak aja. Daripada elu kencing kuda. Eh ngapain lu ngomongin Aksa dan Zizi, bilang aja kalau kalian berdua pada ngiri kan sama si Zizi, ngaku lu pada??" ucap Robi sambil menunjuk ke arah mereka berdua.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2