
Pada akhirnya, pagi pun menjelang, beruntung pagi itu Aksa bangun terlebih dahulu, pria itu membuka kedua matanya dan Ia melihat sohibnya sedang memeluknya dirinya dengan erat.
"Wehee, nemplok aja nih si bawel, anget njiiir! Mimiknya nempel dada gue, eh dia ngerasa nggak ya kalo semalam mimiknya udah gue cobain, beuh rasanya nagih, yang kanan dan yang kiri sama-sama enak, poto ah kali aja nanti gue difitnah udah berbuat macam-macam sama dia, buat jaga-jaga kalau bawelnya kumat." pikir Aksa sembari mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di samping tempat tidur mereka.
Setelah Aksa mengambil ponselnya, ia pun segera mengabadikan momen romantis itu dalam galeri foto di ponsel miliknya.
'Cekrek cekrek cekrek'
Berkali-kali Aksa mengambil gambar tatkala Zizi sedang memeluk dirinya. Setelah beberapa jepretan foto ia ambil, Aksa meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, setelah itu perlahan ia meletakkan kepala Zizi di atas bantal dengan sangat pelan, agar sohibnya itu tidak terbangun dan nantinya bisa-bisa Aksa kena omelan Zizi yang berkecepatan setara dengan 100 km/jam.
Setelah Zizi tidur di atas bantalnya, Aksa pun segera mengambil tisu basah untuk membersihkan cairan miliknya yang pastinya masih belepotan tertinggal di bibir mungil itu, mungkin sekarang sudah tidak mungil lagi bentuknya, mungkin sudah Ndower karena Aksa sudah masuk berkali-kali ke dalam sana.
__ADS_1
Dengan sangat pelan, Aksa membersihkan tempat itu, dimana si Dede gemoy sangat suka berada di dalam sana, hangat dan nikmat katanya.😁
Sejenak Aksa melototkan matanya saat ia melihat ada noda darah disekitar bibir yang sudah tidak mungil lagi itu, dan darah itu sedikit membekas pada sprei berwarna coklat, beruntung sprei itu berwarna coklat sehingga nodanya tidak begitu jelas, coba seandainya berwarna putih pasti sangat jelas bercak darah gara-gara perbuatan si Dede gemoy yang sudah menjebol gawang milik Zizi.
"Eh busyet! Ada darah njiiir! Omegot bini gue masih orisinil beneran, gue bangga sebagai laki-laki, dapat yang pertama buat Zizi. Lap dulu deh, sebelum dia bangun, kalau dia tahu jika Dede gue baru aja bertamu ke dalam sini, pasti mencak-mencak dia." Aksa membatin sembari terus mengelap sisa-sisa cairan yang bercampur darah itu.
Setelah Aksa membersihkan tempat, kemudian Ia membuang tisu itu di tempat sampah, setelahnya Aksa beranjak turun dari tempat tidur, agar Zizi tidak melihatnya sebelum gadis itu terbangun.
"Elu bobo aja dulu, gue mau mandi, dan semoga setelah elu bangun, elu nggak marahin gue sorry, Zi! Gue beneran khilaf, tapi gue janji sama elu, gue nggak bakalan ninggalin elu, sampai kapanpun gue bakalan ada di samping elu," seru Aksa sembari mencium kening istrinya.
Setelah itu Aksa segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sesampainya di dalam Aksa segera membersihkan dirinya dengan guyuran air shower, pria itu terlihat begitu bahagia, akhirnya si Dede gemoy berhasil menemukan jodohnya, dan mulai saat itu hidup Aksa mulai berwarna.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, rupanya Zizi mulai membuka kedua matanya, sejenak Ia melihat sekeliling, kemudian ia mulai teringat jika semalam dirinya sedang kedinginan di dalam kamar mandi. Dan tentunya Ia ingat jika saat itu dirinya sedang berbicara dengan sohibnya.
Zizi bangun dan beranjak duduk, tiba-tiba saja dirinya merasa ada sesuatu yang tidak nyaman pada inti tubuhnya.
"Et dah, apa yang terjadi pada bakpao gue? Kok nyeri sih?" Zizi membuka selimutnya dan Ia melihat ke bakpao nya yang terlihat sedikit mengembang, sejenak Zizi menyentuhnya karena sangat penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Dan rasanya membuat Zizi berteriak memanggil suaminya.
"Huaaaaaa ... Akaaanggg!!!!"
Aksa yang saat itu sedang mandi sembari bernyanyi-nyanyi kecil, mendadak lagunya berubah setelah ia mendengar suara Zizi yang sedang berteriak.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1