
"Udah woi jangan berisik! Elu mau akting lu ketahuan Juleha, diem aja!" bisik Robi.
Benar saja, Juleha benar-benar minta maaf kepada Fikri karena sudah membuatnya kesurupan. Akhirnya, Juleha mendekati Fikri dan ia pun memberanikan diri untuk meminta maaf.
"Gue minta maaf beneran, Fik! Gue nyesel, elu mau kan maafin gue!" seru Juleha sambil meraih tangan Fikri. Fikri pun tak menyia-nyiakan kesempatan, ia pun membalas Juleha dengan memeluk gadis itu.
'Greepp'
Aksa dan Robi tampak geleng-geleng kepala saat Fikri mengacungkan jempol kepada kedua temannya itu, dengan memberikan kode di bibirnya seolah ia berkata 'empuk'.
Seketika teman-temannya menepuk jidat masing-masing, dan akhirnya petualangan cinta ketiga sahabat somplak itu pun berakhir.
Mereka sudah mendapatkan pasangan masing-masing, kegiatan KKN yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan itu, ternyata membawa cerita seru bagi mereka.
Kini Aksa dan Zizi tiba di rumah mereka, setelah melewati perjalanan sekitar 3 jam dalam Bus, rupanya membuat Zizi terlihat lemas dan pucat. Ia pun mengeluh jika kepalanya sedikit pusing dan merasa mual-mual.
Aksa yang melihat sang istri terlihat pucat, ia pun segera menghampiri sang istri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Zi? Wajahmu pucat, kita ke dokter yuk!!" seru Aksa yang khawatir melihat kondisi sang istri.
"Kepalaku pusing, Kang! Aku juga nggak tahu kenapa, mungkin saja aku kecapekan, aku mau istirahat saja!" ucap Zizi.
"Ya sudah, istirahat lah! Aku akan membawakan minuman hangat untukmu, tunggu ya!" Aksa segera keluar kamar dan mengambilkan minuman hangat untuk sang istri, meskipun ada bibi yang bisa saja membantunya untuk membuatkan minuman untuk sang istri. Tapi kali ini Aksa ingin membuatkan minuman dengan tangannya sendiri.
"Tuan mau bikin apa?" tanya sang bibi yang melihat Aksa tiba-tiba rajin. Aksa tersenyum dan berkata, "Mau buatin minum untuk istri, sepertinya Zizi sedang masuk angin," jawabnya sambil mengambil gelas dan sendok. Karena tak tega, bibi pun menawarkan bantuan kepada Aksa untuk membuatkan minuman untuk Zizi.
"Biar bibi saja yang membuatkan, Tuan tunggu di situ!" seru bibi yang menawarkan bantuannya.
"Tidak perlu, Bi! Biar aku saja, aku ingin buatin sendiri teh manis untuk istriku," sahut Aksa sembari sibuk mengambil air panas dalam termos, kemudian ia tuangkan ke dalam gelas yang sudah ia sediakan.
"Ya ya tentu saja, Bi!" Aksa pun melanjutkan kembali untuk mencampurkan gula ke dalam gelas. Di depannya Aksa melihat dua toples yang sama, isinya pun sama berwarna putih. Untuk sejenak Aksa berpikir jika itu adalah gula, tanpa ia melihat terlebih dahulu tulisan dalam toples itu, nyatanya Aksa keliru mengambil garam dan ia langsung masukkan ke dalam gelas.
Aksa mengaduk teh panas itu dengan penuh semangat, dan tak lupa ia pun menyanyikan lagu dangdut untuk mengiringi gayanya mengaduk teh.
"Serrr aduk-aduk... goyang ... goyang ... puter ... puter ... aseekkkk!!" ucap Aksa sambil memutar pinggulnya.
__ADS_1
Rupanya apa yang dilakukan oleh Aksa membuat bibi dan beberapa pelayan di dapur tampak tertawa geleng-geleng kepala melihat sang majikan yang gokil.
Setelah tercampur, Aksa pun meletakkan sendok dan sebelum ia memberikan kepada sang istri, Aksa mencicipi dulu teh buatannya sendiri.
"Hmmm ... pasti rasanya manis, semanis cintaku kepada Zizi," ucapnya sebelum bibirnya menyentuh tepi gelas, dan akhirnya setelah beberapa detik, Aksa mulai menyeruput teh yang baru saja Ia buat. Baru satu seruput, spontan Aksa melototkan matanya seolah baru saja dirinya melihat setan.
Rasa manis yang diharapkannya, ternyata menjadi rasa asin yang luar biasa, Aksa segera menyemburkan teh itu dan ia pun cepat-cepat berkumur di wastafel untuk menghilangkan rasa yang sangat asin pada teh buatannya.
"Huassseeemmm!! Kok bisa asin gitu sih! Rasanya kayak keringat gue. Untung gue nggak punya asam urat, bisa-bisa kumat tuh saking asinnya, sialan!" gerutu nya pada diri sendiri. Sementara itu bibi langsung datang menghampiri Aksa dan melihat jika sang majikan keliru memasukkan garam pada minumannya.
"Astaghfirullah, Tuan! Kok bisa garam yang dimasukkan? Gula yang ini Tuan, kan sudah ada tulisannya," ucap bibi sembari memperlihatkan toples yang berisi gula.
Aksa pun menepuk jidatnya sendiri dan tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun, tololnya diriku astaga!! Untung saja belum aku berikan kepada Zizi, aku bisa sangat berdosa jika dia sampai minum teh buatanku tadi," sesal Aksa sambil membuang teh asin itu.
*
__ADS_1
*
*..