
Setelah Alaska pulang, pemuda itu tampak memegangi pinggangnya dan masih terasa sakit, ia masuk ke dalam rumahnya disambut oleh Daddy Dion yang saat itu tengah berkacak pinggang di depan putranya yang baru saja pulang malam-malam.
"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang?" tanya Daddy Dion yang membuat Alaska terperanjat.
"Eh ... Daddy! Hehehe ini baru pulang ngeronda, Dadd!" balas Alaska yang tak masuk akal.
"Ngeronda? Memangnya kamu hansip? Itu kenapa tuh pinggang! Kamu kena encok? Dasar payah! Masih muda udah encok, belum punya istri udah encok," gerutu Daddy Dion.
"Emangnya kenapa kalau encok, Dadd? Apa hubungannya dengan punya istri?" tanya Alaska sok polos.
"Ya ... ada, udah-udah nggak usah dibahas, eh darimana saja kamu? Pulang nggak bilang-bilang, main Tinggal saja di hotel, sekarang kamu pergi juga nggak bilang-bilang, kayak maling perawan saja," gerutu Daddy Dion.
"Tadi, aku ke rumah teman, Dadd! Sumpah nggak bohong," jawab Alaska pura-pura.
__ADS_1
"Teman? Teman siapa? Memangnya kamu punya teman di sini? Orang kamu baru dua hari pulang sok punya temen. Setahu Daddy kamu nggak punya teman akrab, kecuali Bening, iya kan?" seketika Alaska terkejut, apa jadinya sang Daddy tahu jika Alaska baru saja dari rumah Bening.
"Ihh ngga kok, Alaska mana tahu dimana keberadaan Bening, Daddy nggak usah fitnah deh! Orang Alaska sedang jalan-jalan kok," sahut Alaska sambil garuk-garuk kepala.
"Jalan-jalan, tadi katanya ke rumah teman? Sekarang jalan-jalan, gimana sih! Nggak jelas banget nih anak!!" ucap Daddy Dion. Dari dalam datang Mama Nafa menghampiri suami dan putranya.
"Aduuhh ada apa sih ini, kalian sedang ngapain di sini? Loh Alaska, itu kenapa pinggangnya?" seru Mama Nafa yang melihat Alaska yang sedang memeganginya pinggangnya.
"Encok! Astaga, sini Mama pijitin, jangan dibiarkan dong," sahut Mama Nafa.
"Tuh! Mamamu aja ngerti, udah sana minta pijitin Mamamu, karena bentar lagi kamu akan menikah, biar istrimu tidak kecewa gara-gara encok kamu itu mengganggu aktivitas goyanganmu!" celetuk Daddy Dion yang membuat Alaska garuk-garuk kepalanya.
"Goyangan apaan, Dadd? Goyang Inul? Apa goyang jaran??? Eh salah jaran goyang ding! Atau kembang goyang, apaan sih Daddy ini nggak jelas banget ngomongin goyangan, dari tadi ngomongin goyangan mulu, apa coba hubungannya dengan istri, Alaska tuh nggak ngerti tentang goyangan Daddy, makanya Alaska nggak mau dikawinkan, apalagi sama gadis itu, idiiih giginya pasti monyong, udah gitu matanya juling, hiii ngeri! Dapat istri kek gitu mending ceburin ke sumur aja," sahut Alaska santai sembari berjalan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Ha apa? Monyong dan juling! Siapa?" sahut Daddy Dion penasaran.
"Ya itu cewek yang mau Daddy dijodohin, apa Daddy nggak lihat-lihat dulu sebelum memastikan calon menantunya, jangan asal setuju aja dong, Dadd!! Iya kalau cantik kayak Selena Gomez, lah ini dapat Selena Gombel. Yang bener aja dong cariin bini buat Alaska, paling enggak kayak Bening gitu loh!!" celetuk Alaska yang seketika membuat Daddy Dion dan Mama Nafa tertawa kecil.
"Udah-udah nggak usah banyak protes, pokoknya besok lusa kamu harus bersiap lahir dan batin, jangan malu-maluin keluarga kita, ingat! Daddy dan calon mertua Daddy itu adalah teman baik, kami mau hubungan putra putri kami bisa mempererat hubungan kami berdua, Daddy yakin kamu tidak akan menyesal, percayalah!!" ucap sang Daddy meyakinkan putranya itu.
Alaska pun hanya bisa pasrah, tapi setidaknya ia sudah merasa lega sudah mengatakan perasaannya kepada Bening, sehingga tidak ada lagi hal yang mengganjal pikirannya.
"Bening! Jujur gue nggak bisa ngelupain elu? Terus gue musti gimana lagi? Apa perlu kita kawin lari dan membuktikan kepada kedua orang tua kita, jika kita saling mencintai," batin pemuda itu yang masih terjebak dalam dilema.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1