SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Memerah susu


__ADS_3

Juleha dan Juminten tampak cuek dengan ucapan Fikri dan mereka akan tetap menentang hubungan Aksa dan Zizi yang menurut mereka itu sudah diluar batas.


Akhirnya, tugas mereka pun segera dilakukan, para mahasiswa itu tampaknya sedang sibuk untuk memberikan penyuluhan pengetahuan kepada para peternak agar bisa menambah kualitas dari susu yang dihasilkan.


Pak Haji pun mengizinkan kepada para mahasiswa itu untuk memerah susu sapi langsung dari tempatnya.


"Mari silahkan jika Mbak dan Masnya ingin mencoba memerah susu langsung, biar tahu bagaimana caranya memerah langsung dari tempatnya," seru Haji Badrun kepada semuanya. Tentu saja bagi Robi dan Fikri itu adalah sesuatu yang menyenangkan.


"Waahh boleh-boleh tuh, apa saya boleh mencoba untuk yang pertama, Pak Haji?" seru Robi yang bersiap untuk memerah susu sapi.


"Silahkan, mari!" ucap pak Haji sembari menunjukkan caranya untuk memerah susu sapi yang benar.


Fikri pun juga sudah tak sabar menunggu giliran untuk memerah susu setelah Robi.


"Waahh asyik nih, Bro! Kita musti belajar dari sini sebelum kita punya bini, biar ngerti cara memerah susu dengan baik dan benar," celetuk Robi yang nyatanya terdengar oleh Juminten.


"Ya elah, dasar omes! Kasihan nanti bininya, masa susunya diperas seperti itu, idiiih nggak romantis banget!" ejek Juminten sambil memutar bola matanya. Robi pun menjawabnya, "Eh Jum! Nggak usah ngomongin susu, emang elu punya susu? Cuma sebiji merica aja bangga."


Aksa dan Zizi tampak tertawa melihat tingkah keduanya yang saling mengejek. Robi pun mulai berjongkok dan bersiap untuk memerah susu, sementara itu Haji Badrun memberikan tata cara agar Robi bisa memerahnya dengan baik tanpa membuat sapi terkejut.

__ADS_1


"Begini Mas ya! Mas pegang ujungnya setelah itu tarik ke bawah bergantian, seperti ini!"


Robi memperhatikan Haji Badrun yang menunjukkan tutorial memerah susu sapi. Dengan semangat Robi pun memulainya. Ia mulai duduk di bangku kecil dan mulai memegang ujung tempat susu itu keluar atau nama lainnya Papilla (Putting susu).


Untuk kali pertama, Robi memegang Papilla sapi dan ia pun tampak tersenyum saat tangannya menyentuh bagian sapi itu dan menariknya ke atas ke bawah agar air susunya keluar.


"Anjayyy, guys! asoy rasanya, gila ya nih mimik si sapi, susunya banyak beud," seru Robi dengan girangnya, teman-temannya pun ikut tertawa melihat Robi yang sedang memerah susu sapi, apalagi saat buntut si sapi bergerak-gerak mengenai wajahnya.


"Hasseemmm nih buntut, bau pesing cuy!" seru Robi sambil menghindari gerakan buntut sapi itu, sementara itu Juminten dan yang lainnya tampak menertawakan Robi.


"Hahaha ya ampun! Makan tuh buntut, emang enak!" ledek Juminten yang membuat Robi kesal.


Setelah susu-susu itu matang, mereka semua menikmatinya sambil bercanda.


"Waahh Guys! Ternyata susu asli tuh lebih nikmat ya!" seru Fikri sambil mencicipi susu murni itu.


"Ya iyalah nikmat, daripada susu milik Juminten tuh, nggak ada rasanya, orang sebiji merica," lagi-lagi Juminten dibuat kesal dengan ucapan Robi, ia pun menghampiri Robi dan menyiramkan segelas susu di atas kepala Robi.


'Suuurrrrr'

__ADS_1


Seketika Robi sangat terkejut saat mendapati kepalanya yang diguyur air susu oleh Juminten. Spontan Robi menoleh dan langsung berdiri dan berkata kepada Juminten.


"Eh Jum! Elu tuh apa-apaan sih, main siram aja," umpat Robi dengan kesal. Bukannya takut, Juminten justru melotot sambil berkacak pinggang kepada Robi, ia pun berkata kepada Robi dengan kesal, "Elu juga sih ngata-ngatain mimik gue sebesar merica, emang elu tahu? Sok tahu lu, mau gue lihatin!" seru Juminten menantang Robi.


"Elu nantang gue lu, mana-mana coba lihat!" Robi pun tak mau kalah, akhirnya Juminten menampar pipi Robi, setelah itu ia pun lari meninggalkan Robi.


'Plaakkkk' Suara tamparan itu terdengar cukup keras, dan membuat teman-temannya terkejut, tak terkecuali Aksa dan kawan-kawan.


"Waduh ditampar Guys, ck ck ck!" ucap Aksa sambil memegangi pipinya.


"Gila si Juminten, langsung main tangan, waaahhhh belum-belum udah KDRT aja," sahut Fikri sambil geleng-geleng kepala.


Sementara itu tak terima ditampar, Robi mengejar Juminten yang lari ditengah-tengah kerumunan sapi.


"Woi Juuuumm! Tungguin gue lu, awas luu!"


Robi berlari mengejar Juminten, bak film-film India, keduanya tampak berkejar-kejaran di Padang rumput yang penuh dengan sapi. Tanpa sengaja saat Juminten lari, kakinya menginjak kotoran sapi yang masih baru, alhasil kakinya menancap sempurna di dalam kotoran sapi yang memiliki nama lain telethong itu.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2