
Di saat keduanya sedang asyik berciuman, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara dering ponsel milik Aksa. Nada dering dengan ringtone suara bayi menangis itu seketika membuat Zizi terkesiap.
'Owe owe owe'
Seketika Zizi langsung mendorong tubuh suaminya dan ia menengok ke kanan dan ke kiri.
"Eh bayi siapa tuh, Kang?" tanyanya bingung. Aksa pun tertawa dan langsung mengambil ponselnya.
"Itu suara bayi orang!!" jawabnya sembari membuka ponselnya siapa yang sudah berani mengganggu kemesraan keduanya.
"Mommy!!!" seru Aksa saat melihat di layar ponselnya jika sang Ibu sedang melakukan panggilan video call.
Aksa pun segera membuka percakapan video dengan Mommy Asha.
"Halo Mommy!" sapa Aksa sembari duduk di samping sang istri, tentu saja Asha juga melihat wajah menantunya yang lebih sebulan ini tidak ia lihat setelah acara akad nikah mereka.
"Halo, Sayang! Anak-anak Mommy yang menggemaskan, bagaimana kabar kalian?" tanya Mommy Asha sembari memperhatikan wajah sang menantu yang sedikit pucat.
"Kami berdua baik Mommy, bagaimana dengan Mommy? Maafkan Aksa belum bisa berkunjung ke rumah, Mommy tahu sendiri kami berdua baru saja pulang dari luar kota, kegiatan KKN itu sangat menyita waktu kami, Mommy! Aksa juga nggak sempet telepon Mommy, maaf ya Mommy!" ucap Aksa meminta maaf.
"Nggak apa-apa, Mommy ngerti kok, eh Zizi kok mukanya pucat gitu? Istrimu sakit, Sa? Awas saja kalau kamu bikin Zizi sakit, Mommy bakal ngasih hukuman sama kamu!" seru Mommy Asha yang terkejut melihat wajah sang menantu.
Zizi pun menjawabnya dengan tersenyum, "Tidak kok Mommy, Zizi nggak sakit, hanya saja Zizi sepertinya masuk angin dan kecapekan, mungkin kegiatan KKN itulah yang membuat Zizi kurang fit!" balas Zizi.
"Ya ampun, Aksa itu gimana sih, kok sampai menantuku terkena masuk angin, apa suamimu membiarkanmu bekerja sendirian, Zi! Bilang sama Mommy kalau suamimu udah bikin kamu kecapekan, ya!!" seru Sang mertua yang membuat Zizi tersipu Aksa pun tidak terima jika sang Mommy menuduhnya seperti itu.
"Aduhhh Mommy! Ya nggak mungkinlah Aksa biarin Zizi kecapekan, palingan dia kecapekan saat di atas ranjang," celetuk Aksa yang membuat Zizi menyikut perutnya.
__ADS_1
"Owww ... apa sih, Sayang?" pekik Aksa sembari meringis saat sikut Zizi menyundul perutnya.
"Kamu tuh! Malu sama Mommy," ucap Zizi sembari tersenyum paksa saat didepan kamera, sadar jika Mommy Asha sedang memperhatikan mereka.
Mommy Asha kemudian mengatakan sesuatu kepada keduanya.
"Aksa! Sebaiknya bawa Zizi ke dokter, Mommy khawatir jika dia kenapa-kenapa, Mommy nggak mau ya lihat menantu Mommy sakit," ucap sang Mommy yang membuat Aksa takut dan serius.
"Iya iya Mommy! Nanti Aksa bakal bawa Zizi ke dokter, Mommy tenang aja, ya!" sahut Aksa.
Tiba-tiba saja, Daddy Leo menghampiri istrinya yang saat itu sedang melakukan video call dengan anak kandung mereka. Daddy Leo memeluk istrinya dari belakang, mereka berdua tampak masih terlihat mesra meskipun usia keduanya sudah tidak muda lagi.
"Halo Sayang!! Bicara sama siapa?" tanya Daddy Leo sambil mencium kepala sang istri.
"Oh ini loh aku sedang berbicara dengan anak kita, tuh anak kesayangan kamu," balas Mommy Asha sambil menunjukkan layar ponselnya, di mana Aksa dan Zizi sedang memperhatikan Leo dan Asha.
Spontan Daddy Leo melihat wajah putra nya dan sang menantu, tentu saja Daddy Leo sangat bahagia melihat mereka berdua.
"Hai! Pengantin baru, apa kabar kalian berdua, bagaimana? Sudah dapat hasilnya? Katakan!! Apa Daddy segera mendapatkan cucu dari kalian??" pertanyaan Daddy Leo seketika membuat Aksa dan Zizi saling menatap.
Kemudian Aksa pun menjawabnya dengan apa adanya. "Hehehe belum tahu, Dadd! Kan masih satu bulan, Dadd! Tapi Daddy dan Mommy tidak perlu khawatir, Aksa udah berusaha keras setiap malam untuk membuatkan Daddy dan Mommy seorang cucu, doanya aja ya Dadd, biar Aksa kuat dan tahan lama," seru Aksa yang membuat Zizi menepuk jidatnya.
Daddy Leo dan Mommy Asha pun geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol putra mereka.
"Kamu dari dulu nggak pernah berubah, loh bentar! Itu kenapa menantu Daddy pucat gitu? Kamu apain dia? Hayo ngaku?" seru sang Daddy yang melihat wajah Zizi yang terlihat pucat. Zizi pun membalasnya.
"Tidak apa-apa, Daddy! Zizi cuma kecapekan saja, maklum kami baru pulang dari KKN," balas Zizi yang sepertinya tidak dipercaya begitu saja oleh sang mertua.
__ADS_1
"Tidak-tidak! Daddy lihat ada yang berbeda, hmm persis seperti Mommy kamu saat hamil muda, ya gini nih, pucat gini wajahnya," sahut Daddy Leo yang membuat Aksa terkejut.
"Masa sih, Dadd! Mommy juga pernah seperti ini pucat nya?" tanya Aksa penasaran.
"Iya ... bahkan lebih pucat dari mayat eh ...!!" jawaban Daddy Leo seketika membuat Mommy Asha berkacak pinggang. Dan Daddy Leo pun tampak cengar-cengir melihat ekspresi wajah sang istri. Sementara itu Aksa dan Zizi justru tertawa melihat Daddy Leo yang takut saat Mommy Asha sedang marah.
"Apa? Wajahku pucat seperti mayat?" seru Mommy Asha kepada Daddy Leo.
"Hehehe bukan begitu maksudku, Sayang! Ibaratnya, dulu saat kamu hamil Aksa persis seperti yang dialami oleh menantu kita, jangan berprasangka buruk gitu dong, kamu tetap cantik kok, meskipun pucat rasanya tetap enak dan gurih!" celetuk Daddy Leo yang membuat Aksa garuk-garuk kepalanya.
"Sementara itu Zizi semakin bingung dengan pernyataan Daddy mertuanya itu.
"Gurih? Emangnya yang gurih apanya, Kang?" tanya Zizi dengan segala kepolosannya.
"Entahlah! Udah nggak usah dengerin kata Daddy, Daddy tuh kebanyakan makan bakpao, jadi seperti itu suka ngelindur," bisik Aksa pada istrinya.
"Oh begitu, ya? Kasihan ya, Kang! Padahal bakpao itu rasanya enak loh! Apalagi yang isi kacang, emm enak banget rasanya, Kang! Kok tiba-tiba aku pingin makan bakpao sih, Kang? Pasti enak, beli yuk!!" seru Zizi yang tidak sengaja didengar oleh kedua mertuanya.
"Aduh aku beli di mana bakpao isi kacang, bukannya kamu sendiri punya bakpao isi kacang? Gimana sih!!" balas Aksa yang membuat Zizi mikir.
Seketika Daddy Leo dan Mommy Asha menebak jika menantu mereka sedang hamil. Spontan Daddy Leo dan Mommy Asha saling berpelukan dengan bahagia.
"Selamat, Sayang!! Akhirnya kamu akan menjadi Oma,"
"Iya sayang, kita akan memiliki cucu, pasti cucu kita comel secomel Oma nya,"
Melihat kedua orang tuanya yang sedang berpelukan bahagia, Aksa pun melototkan matanya melihat pemandangan dalam layar ponsel itu.
__ADS_1
"Eh busyeettt! Emak dan bapak gue kenapa tuh? Tiba-tiba berpelukan kayak Teletubbies," ucap Aksa sambil garuk-garuk pelipisnya.
...BERSAMBUNG ...