
Sementara di penginapan, pak lurah mengumpulkan semua mahasiswa dan mencari keberadaan Aksa dan Zizi atas laporan dari anaknya.
"Maaf kepada semuanya, saya tidak bermaksud untuk mengganggu kenyamanan adik-adik semua, saya baru saja mendapatkan laporan jika ada teman kalian yang keluar di jam malam, dan lebih parahnya mereka pergi berdua, kalau sesama laki-laki atau sesama perempuan saya tidak masalah, yang jadi masalah yang pergi ini laki-laki dan perempuan, dan saya khawatir jika keduanya melakukan hal-hal diluar norma, tentu saja itu akan mencoreng nama baik desa kami," seru pak kepala desa yang spontan membuat gaduh semua mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN itu.
Rendy sebagai ketua kelompok, ia pun menanyakan kepada pak lurah siapa teman-temannya yang sudah berani keluar malam.
"Maaf Pak lurah, sebenarnya siapa teman yang sudah keluar malam-malam?" tanya Rendy sambil memperhatikan seluruh teman-temannya. Sementara itu Fikri terlihat diam dan pura-pura tidak tahu, meskipun sebenarnya ia tahu kemana Aksa dan Zizi pergi, sedangkan Robi yang belum tahu jika sohibnya itu sudah tidak ada bersama mereka.
Seketika Robi melihat ke arah samping kanan dan kiri, tidak ada nampak batang hidung sohibnya yang sedikit somplak itu. Ia pun baru menyadari jika Aksa sudah tidak ada.
"Eh Aksa kemana? Kok nggak ada, dari tadi gue nggak lihat dia sama sekali?" tanya Robi yang tak sengaja didengar oleh Rendy, tentu saja Rendy pun terkejut dan memeriksa apakah benar Aksa tidak ada bersama mereka, dan ternyata setelah mereka periksa, Aksa memang benar-benar tidak ada bersama mereka, tentu saja Rendy pun menjadi khawatir dengan tidak adanya Aksa
Setelah tahu jika Aksa tidak ada bersama mereka, Rere pun juga memeriksa apakah Zizi juga tidak ada, karena diketahui kedekatan Aksa dan Zizi akhir-akhir ini menyita perhatian mereka.
Benar saja, Setelah Rere memeriksa keberadaan Zizi, temannya itu memang tidak ada ditempat.
"Astaga! Zizi juga nggak ada, jangan-jangan mereka berdua yang pergi," seru Rere kepada Rendy. Robi pun mulai mengerti mengapa pak lurah memanggil mereka semua.
__ADS_1
"Waduh gawat! Beneran nih si Aksa dan Zizi yang keluar?" sahut Rendy yang khawatir jika saja kelakukan Aksa dan Zizi bisa mempermalukan nama baik kampus mereka.
Pak lurah pun akhirnya memberi tahukan jika memang Aksa dan Zizi yang kepergok putrinya pergi berdua malam-malam, dan itu membuat pak lurah menjadi marah.
"Iya, teman kalian yang keluar adalah Mas Aksa dan Mbak Zizi, sangat disayangkan sekali perbuatan mereka, saya sangat kecewa, jika kita pikir apa yang mereka lakukan berdua, pergi cuma berdua saja tanpa ada pihak ketiga, jika benar saya menemukan bukti perzinahan mereka, saya tidak segan-segan untuk memberikan hukuman kepada mereka berdua, dan saya sudah mendapatkan laporan dari warga jika mereka berdua pergi ke kota untuk mencari penginapan, dan itu artinya apa, itu artinya mereka sedang berbuat zina," ungkap pak lurah yang cukup membuat kesal Robi dan Fikri.
Mereka berdua pun membantah jika hubungan Aksa dan Zizi itu bukanlah hubungan terlarang seperti yang dikira oleh kepala desa.
"Maaf Pak lurah, saya tidak terima jika Bapak mengatakan kalau teman-teman saya itu sedang berzina, karena mereka ... mereka itu pasangan halal, Pak!!" ungkap Robi yang terpaksa mengatakan hal itu, sementara teman-temannya termasuk Juminten dan Juleha tidak percaya begitu saja.
"Eh lu jangan mengada-ada lu, mereka berdua tuh bukan pasangan halal, kalaupun mereka sudah menikah, kapan mereka menikah, kok kita nggak diundang ke nikahan mereka, iya nggak teman-teman, gue tahu kalau elu itu teman baik mereka, tapi kita nggak percaya begitu saja sebelum lihat buktinya jika mereka sudah menikah, mana buktinya paling enggak surat nikah, dan gue yakin mereka tidak akan bisa menunjukkannya," balas Juleha yang membuat Fikri menjadi kesal.
"Kami tidak akan percaya sebelum melihat sendiri bukti-bukti jika mereka sudah menikah," sahut Juleha.
Sementara itu Rendy dan Rere hanya bisa diam, mereka pun sebenarnya curiga dengan kemesraan Aksa dan Zizi, karena kedekatan mereka berdua tidak seperti biasanya.
"Kalaupun sebenarnya mereka sudah menikah, itu wajar sih, soalnya mereka sangat mesra dan dekat, tapi kenapa pernikahannya harus disembunyikan?" ucap Rere yang tak sengaja didengar oleh Rendy.
__ADS_1
"Ya mungkin saja mereka punya alasan sendiri, apapun itu gue percaya sih kalau Aksa dan Zizi itu sudah merit, soalnya gue lihat kedekatan mereka tuh udah diluar batas sebagai sahabat, dan Zizi sendiri orangnya nggak gampang-gampang mau dipegang sama cowok, bahkan sama sahabatnya sekalipun, ingat banget pas Aksa nggak sengaja nyenggol bagian tubuh Zizi yang sensitif, waaahhhh parah tuh si Zizi, Aksa ditabokin pakai tas dia sekencang kencangnya, nggak puas disitu, Aksa dijambak tuh rambutnya sampai nyengir kuda tahu nggak!! Lah sekarang Zizi diem doang meskipun diraba-raba sama Aksa, itu artinya hubungan mereka pasti ada apa-apanya, kan?" ungkap Rendy yang membuat Rere tertawa kecil.
Sementara di tempat lain, di sebuah kamar yang remang-remang, terdengar desaahan nafas dua insan yang sedang dimabuk cinta. Zizi yang dulu menjambak rambut Aksa sampai nyengir kuda, kini Zizi bukan menjambak dengan kasar, justru ia merremas rambut Aksa dengan desaahan manjanya.
"Akang ... kamu nakal banget sih, hmmm!!"
Aksa tersenyum nakal ketika melihat ekspresi wajah sang istri yang terlihat merem melek seperti nama penginapan yang mereka sewa.
"Kalau aku nggak nakal, nggak enak gini rasanya!!!" bisik mesra Aksa sembari bergoyang dombret bersama Zizi. Karena goyangan itu cukup kuat, membuat ranjang tidur yang terbuat dari kayu sederhana, menyebabkan kayu-kayu itu saling bergesekan dan menimbulkan suara khas derit ranjang yang bergoyang.
"He em, jangan berhenti, Kang! Gatal banget nih!!"
"Jangan khawatir, Sayang! Aku garukin!!"
Percakapan mereka berdua yang cukup membuat telinga pusing.
😁😁😁😁😁
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...