
"Ih Akang!! Kamu tuh ada-ada saja, masa Mommy dan Daddy dikatain teletubbies sih," bisik Zizi.
Kemudian Mommy Asha dan Daddy Leo pun menutup video call mereka.
"Ya sudah! Mommy tutup dulu ya, oh ya Aksa kamu harus jagain istri kamu, jangan biarkan dia kecapekan, Mommy mau datang ke acara lamaran Bening, hari ini Om Carlos kedatangan calon mantu nya, Mommy dan Daddy mau datang ke sana," ungkap Mommy Asha yang membuat Aksa dan Zizi terkejut.
"Apa Mommy? Mbak Bening dilamar orang?" tanya Aksa.
"Iya ... ada pengusaha kaya teman Om Carlos yang ingin melamar Mbak Bening, tapi sebenarnya Mommy kasihan sama Mbak Bening, sepertinya Mbak Bening tidak menyukai lamaran ini, yah tapi Mommy tidak bisa berbuat apa-apa, itu sudah keputusan Om Carlos," jelas Mommy Asha.
"Ya ampun kasihan Mbak Bening, Mommy! Dia pasti tidak akan bahagia, kenapa sih harus ada acara jodoh-jodohan segala, kayak jamannya Siti Nurbaya aja!!" seru Aksa yang membuat Mommy Asha tertawa kecil.
"Eh bukannya kamu dulu juga berawal dari perjodohan, tuh kalian makin dekat aja dan tambah mesra, coba sekarang jika Mommy bilang, kamu pisah aja sama istrimu kalau kamu nggak bahagia, apa kamu setuju?" seru Mommy Asha yang membuat Aksa cengar-cengir.
__ADS_1
"Ya jangan dong, Mommy! Aksa bisa linglung kalau pisah sama Zizi, nggak nahan Mommy! Udah terlanjur cinta," balas Aksa sembari memeluk istrinya.
"Nah ... makanya itu dia, bisa jadi nanti Mbak Bening juga gitu, lama-lama juga cinta kepada suaminya, Mommy juga penasaran dengan laki-laki mana Mbak Bening akan dijodohkan, dengar-dengar nih calon besan Om Carlos itu punya hubungan keluarga dengan Zizi," ungkap Mommy Asha yang seketika membuat Zizi mengernyitkan dahi.
"Hah???? Masih ada hubungan keluarga dengan Zizi? Siapa ya kira-kira?" Zizi tampak masih bertanya-tanya.
Akhirnya, karena Mommy Asha harus segera menghadiri acara lamaran itu, maka obrolan mereka pun berhenti.
"Entahlah, Zi! Mudah-mudahan saja manusia!" jawaban Aksa yang aneh jelas saja membuat Zizi memutar bola matanya.
"Ya iyalah manusia, Akang! Kamu pikir demit? Udah ah ayo beliin bakpao, aku pingin makan itu, Kang!" Zizi tampak menarik tangan suaminya untuk membelikan nya bakpao isi kacang.
"Eh iya iya, aku beli online aja, sekarang udah malam, nanti kalau aku kelayapan malam-malam, bisa-bisa diculik sama Mbak Kunti, secara aku ini kan cute banget, kamu mau suamimu diculik oleh demit? Nggak mau, kan?" sahut Aksa sambil membuka ponselnya untuk memesan makanan secara online.
__ADS_1
"Hhh ... diculik Mbak Kunti juga nggak apa-apa kok, dengan begitu tidurku sedikit nyaman, nggak bakalan ada yang bangunin aku malam-malam, ngga bakalan ada yang minta ngajak olahraga malam," balas Zizi sembari tertawa kecil.
"Tega kamu lihat suamimu diculik Mbak Kunti, kamu nggak cemburu aku didekati oleh Mbak Kunti?" sahut Aksa sembari memelas.
"Enggak!!" jawab Zizi cepat.
"Huaaaaaa ... hiks hiks hiks!! Ya elah punya bini satu, masih sebulan menikah udah mau dikasihkan sama demit sih! Yoloh apa Dede gemoy ku kurang hot sehingga kamu berkata seperti itu? Perasaan Dede punyaku itu paling gede loh, Zi! Daripada punya si Robi dan Fikri yang cuma segede jempol," sahut Aksa tak terima.
"Idiiih emang kalian pernah membandingkannya?" ucap Zizi penasaran.
"Ya pernah lah! Itu dulu pas belum kawin sama kamu, mereka berdua bilang punyaku itu paling hot, paling gede, segede jempol gajah katanya," jawaban Aksa selalu saja membuat Zizi gemas dan spontan ia mengacak-acak rambut sang suami.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1