SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Menyimpan perasaan


__ADS_3

Zizi tersenyum saat Bening terkejut Aksa menyebut nama sang Kakak, yang nyatanya mereka pernah begitu dekat saat di SMA. Zizi pun memberikan dukungan jika memang benar Bening menikah dengan Abang nya.


"Hehehe kenapa, Mbak? Kok kaget bener dengar nama Abang, katanya udah ketemu, aku aja belum ketemu loh, Mbak! Aku belum sempat ke rumah Daddy, keburu badan nggak vit gara-gara kecebong dia tumbuh," balas Zizi sembari memijit pelipisnya. Spontan Aksa menyahuti ucapan istrinya, "Eh ... ya bagus dong kalau tumbuh, itu artinya kita berdua berhasil mencetak anak, entar pengalaman kita bakal kita bagi sama Mbak Bening, biar nggak kaget nanti, bahwa sebenarnya bikin anak tuh enak banget, hihihi!" ucap Aksa sambil tertawa kecil.


"Aduhhh! Nggak tahu deh harus ngomong apa, bicara sama kalian tuh sama halnya aku bicara dengan Alaska, bikin kepala kliyengan!" sahut Bening.


Tak berlama-lama, Aksa dan Zizi pun pamit pulang ke rumah, begitu juga dengan Bening, Bening juga pulang ke rumah setelah menunggu tidak ada pasien lagi yang datang ke kliniknya.


Sementara itu di tempat lain, Alaska yang sudah pulang ke rumah, ia melihat kondisi rumah masih sepi, karena pastinya Daddy Dion dan Mama Nafa masih berada di hotel. Ia pun segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sejenak Alaska memejamkan matanya dan terlintas wajah sohibnya yang baru saja Ia temui, ia pun segera beranjak dan mengambil kartu nama milik Bening.


"Dr. Bening Embun ahli kandungan dan kebidanan."


Alaska membaca kartu nama yang diberikan sohibnya itu, ia pun segera memasukkan nomor telepon yang tertera pada kartu nama itu dan Ia pun segera mengirimkan pesan singkat kepada Bening.


"Ping"


Bening yang baru saja sampai di rumah, ia mendapati notifikasi dari ponselnya, Bening duduk di atas tempat tidurnya kemudian tengkurap dan ia membuka pesan WhatsApp dari nomor yang tidak ia kenal.


"Nomor siapa ini?" batin Bening yang masih tidak tahu siapa yang sudah menghubunginya.


"Siapa?" balas Bening.

__ADS_1


"Ini Gue! Cowok terkeren satu sekolah SMA Nusantara angkatan 2018," balas Alaska.


"Oh Elu! Gue kira siapa?" balas Bening sambil bermalas-malasan.


"Eh elu lagi ngapain? Udah sampai rumah?" tanya Alaska.


"Iya ... baru aja, gue capek banget, gue mau mandi gara-gara ada elu, nggak jadi deh mandinya," balas Bening.


"Ya udah mandi sana! Pantesan bau asem di sini, ternyata bau elu yang belum mandi," sahut Alaska menggoda sohibnya.


"Enak aja! Sorry ya meskipun gue nggak mandi seharian, wangi gue tetap awet, nggak kayak elu dulu burket banget! Pasti di rumah mandi air comberan lu!" balas Bening.


"Hehehe tapi kenapa elu justru nempel terus kalo udah tau bau gue kayak burket? Hayo pasti elu ngefans kan sama bau ketek gue?" sahut Alaska yang tidak mau kalah dengan Bening.


"Ha? Apa? Elu ketemu sama Zizi? Di mana?" tanya Alaska penasaran.


"Di klinik tadi, eh selamat ya! Elu bentar lagi bakal punya ponakan, Zizi sedang hamil,"


"Benarkah? Zizi hamil? Syukurlah! Gue kangen banget sama Adek gue, besok gue bakal ke rumahnya," seru Alaska.


"Hmm ... tadi dia juga ngomong gitu," balas Bening.


"Nggak nyangka gue bakalan dapet ponakan, ternyata adek gue udah pinter bikinnya, kapan ya gue bisa nyusul mereka dan punya anak sendiri," balas Alaska yang membuat Bening tertawa.

__ADS_1


"Jiahaaa ... ya kawin lah, Bro!" balas Bening singkat.


"Maunya sih! Tapi masalahnya gue pinginnya kawin sama elu, gimana dong!" balas Alaska.


"Kawin sama elu? Idiiih ogah, elu orangnya jorok, nggak pernah mandi lu," balas Bening.


"Ya udah! Bagaimana kalau kita mandi bareng, Live streaming gitu, seru kayaknya, Ning!" balas Alaska.


"Apaan sih sarap lu! Mandi bareng mandi bareng, dari dulu elu masih aja somplak, ya! Dah lah gue mau mandi dulu, ngomong sama elu nggak ada habisnya." Balas Bening.


"Ya udah mandi aja! Tapi awas ya jangan sampai terngiang-ngiang ajakan gue untuk mandi bareng,"


"Bodo!!"


Bening menutup percakapan mereka, sembari senyum-senyum Bening meletakkan ponselnya di atas meja. Setelah itu Ia pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Bening segera melepaskan semua pakaiannya dan Ia pun segera mengusapkan sabun pada tubuhnya, dan tiba-tiba saja wajah Alaska melintas di kepalanya, seketika Bening berusaha untuk menghilangkan bayangan wajah cowok yang pernah membuatnya sangat kehilangan itu.


Bening tidak bisa pungkiri bahwa dirinya sangat bersedih saat tahu Alaska terbang ke luar negeri, saat ini Alaska tidak bilang jika dirinya akan dikirim oleh kedua orang tuanya ke London, sementara Bening hendak mengatakan sesuatu kepada sohibnya itu. Sesuatu yang ia pendam selama ini.


"Kalau saja elu tahu perasaan gue, Al! Hmm ... tapi rasanya sekarang sia-sia sudah gue menyimpan perasaan ini, dia udah dijodohkan dengan wanita lain, dan gue juga. Ya sudahlah! Mungkin rasa ini tidak akan pernah tersampaikan, kita cukup menjadi sahabat saja, dan aku iklhas melepasmu, jika kamu juga akan bahagia bersama pilihan orang tuamu," ucap Bening sambil menatap cermin yang ada di dalam kamar mandi itu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2